Ketika raga menjadi renta, no rx ketika pikiran menjadi lelah dan hampa, hidup terasa tiada guna.. butuh mineral pereda dahaga, agar semangat tetap terjaga..

Laju bis Puspa Indah yang saya tumpangi kali ini terasa sangat lambat.. tidak seperti biasanya.

Dan setelah saya menengok ke sang sopir, ternyata..eh..ternyata, dia asyik ber-SMS sambil menyetir.. Hufh!

Sabtu pagi buta, pekan kemarin, saya harus segera sampai di Kota Malang tepat pukul 08.30 WIB. Berbekal semangat perubahan (hijrah – dari pengguna closed source menuju open source ), saya meluncur menuju kota ini, untuk berkumpul dengan teman-teman Komunitas Pengguna Linux seluruh Indonesia (KPLI).

Yah, hari itu adalah puncak acara “Indonesia Linux Conference 2012.

Indonesia Linux Conference (ILC) adalah event tahunan yang digelar oleh Komunitas Pengguna Linux Indonesia, sebagai sarana berkumpul bagi para pengguna, pengembang dan aktivis Linux, serta para pengusaha, pemerintah dan masyarakat umum, yang concern terhadap Free Open Source Souftware (FOSS), khususnya sistem operasi / software berbasis GNU/Linux.

Berkumpul dengan komunitas open source indonesia (IGOS) yang sebagian besar adalah para mahasiswa dan remaja SMA, memberi spirit tersendiri bagi saya.. Semangat mereka untuk terus belajar, berkreasi dan berinovasi, rasanya tidak akan bisa saya temui setiap hari, ketika saya hanya mengajar di sekolah.

ILC 2012 ini adalah kali ke-7, sejak dilaksanakan untuk pertama kali sekitar tahun 2006. ILC 2012 kali ini diselenggarakan di Malang bersama YPLI (Yayasan Penggerak Linux Indonesia) dan KOLAM (Komunitas Arek Malang) dan dibantu oleh rekan-rekan sesama aktivis Open Source di daerah Malang.

Bersama KPLI SOLO

ILC kali ini mengambil tema “Mengangkat Derajat Bangsa dengan Menggunakan Linux/FOSS”.Β  Serangkaian kegiatan yang bertujuan mensosialisasikan Linux ke berbagai sekolah SMA, SMK, SMEA dan MA Kota Malang, seperti Road Show Diskusi Panel dan Linux Goes to School (1, 3-14 September 2012), dilaksanakan dengan mengenalkan FOSS kepada para Pelajar dan membagikan Majalah dan CD Linux.

Acara lain seperti lomba desain poster, blog dan hardening server, KPLI meeting, serta Seminar nasional dengan Narasumber pakar IT Nasional Bpk.Onno W Poerbo, yang membawakan Tema “SMART TV –Β  Membangun saluran TV Edukasi berbasis linux”, menjadi puncak acara ILC 2012 ini.


Selain itu, pada sesi kedua, juga diberikan materi “Pemberdayaan FOSS dalam Pendidikan” oleh Narasumber dari Pimpinan Redaksi Majalah Info Linux dan Ketua YPLI – Yayasan Penggerak Linux Indonesia, Bpk. Rusmanto Maryanto.

Dengan semangat open source pula, saya perkenalkan buku Moodle (LMS Berbasis Open Source) tulisan saya kepada beliau-beliau berdua…

Mendapat tanggapan yang baik dari mereka berdua, menjadikan saya sedikit Ge-eR. Maka jadilah saya narsis-narsisan bersama mereka πŸ˜€

Selain beberapa acara formal tersebut, diadakan pula permainan (game) oleh panitia untuk memperebutkan beberapa hadiah door prize, seperti Buku, Kaos, dan hadiah utama SmartPhone. Alhamdulillah, saya dapat kaos berlogo “Blender”.. Hmm..lumayan… πŸ˜€

Sesi curhat-curhatan juga menjadi special moment pada ILC 2012 ini, untuk mengungkapkan fakta dan kondisi yang ada di lapangan saat penerapan FOSS di dunia pendidikan dan Bisnis, yang ternyata tidak mudah!

Sesi terakhir, yaitu KPLI Meeting…merupakan acara penting untuk membicarakan ILC yang akan datang danΒ  ajang berkenalan dengan Komunitas pengguna linux dari daerah lain di seluruh Indonesia. Sayangnya saya harus kembali ke Jombang…

Tetapi, Semangat open source yang saya rechange dari Kota Malang, siap diimplementasikan di dunia pendidikan, terutama di sekolah saya…

Hidup Open Source… Merdeka.. πŸ˜‰ !!!