Sorry For The Inconvenience…

Sabtu pagi (27/10) saat sedang mengajar, saya benar-benar dikejutkan oleh beberapa sms yang masuk ke ponsel saya secara beruntun. Semua sms berisikan ucapan selamat atas…bla..bla..bla…

Saya tidak tahu harus bilang apa, selain berucap terima kasih… atas apa?! hmm…

Setelah saya menanyakan kepada pengirim sms tersebut, saya baru tahu bahwa pada hari itu, sebuah Harian Jawa Pos (Radar Mojokerto/Jombang) mengulas tentang jejak langkah saya dalam memanfaatkan IT untuk pembelajaran.

Publikasi ini tentu mengejutkan, karena jujur saya tidak pernah secara langsung bertemu dan wawancara dengan wartawan yang meliput berita tersebut. Memang, beberapa saat yang lalu seorang wartawan (Bpk Jalaluddin Hambali) meminta CV saya dan kesediaan waktu untuk wawancara, namun karena padatnya kegiatan, sehingga komunikasi hanya terjalin via BBM.

Dan tiba2 profil saya muncul di Jawa Pos Radar Jombang, plus ucapan selamat dari teman-teman, siapa yang nggak kaget ?

Tentu, semua informasi yang disampaikan di media massa tersebut tidak terlepas dari adanya penghargaan khusus Guraru Award yang telah saya terima dari Acer Guraru Award 2012. Meski Perhelatan Acer Guraru Award 2012, sudah selesai digelar.. Namun, di daerah Jombang dan sekitarnya, gema Guraru Award 2012 seakan baru dimulai sejak berita itu terpublikasikan.

Satu hal yang agak aneh… Kalau saya biasa melihat wajah narsis saya di Facebook atau di blog pribadi saya, dan saya merasa biasa-biasa saja. Tetapi, entah kenapa, saya merasa ada yang tidak biasa, ketika melihat gambar saya beredar di harian ini..

Perasaan yang seharusnya ada adalah rasa bangga..Tapi kenapa saya jadi merasa aneh dan sedikit malu??

Jujur, sejak saya mendapatkan penghargaan khusus dari Guraru ini, hanya 1 orang yang saya beritahu secara langsung tentang penghargaan yang saya terima ini, yaitu suami saya, dan 1 orang lagi melalui SMS, yaitu kepala sekolah SMKN 3 Jombang. Selain itu, tidak ada.

Kalaupun ada beberapa teman yang mengetahui, itu karena mereka mengikuti beritanya melalui account FB saya. Jadi,  di sekolah saya, nyaris hanya beberapa orang saja yang tahu tentang penghargaan ini!

Bukan bermaksud untuk menyembunyikan kabar baik, namun saya merasa tidak nyaman jika harus menginformasikan sesuatu yang saya pikir, mungkin menurut orang lain “tidak penting“. Maka saya memutuskan untuk menikmati penghargaan dan kebahagiaan saya ini sendiri… **agak egois memang** Namun semua demi kenyamanan pribadi.

Namun, sejak berita di Harian Jawa Pos itu, maka seisi sekolah menjadi heboh… Sehingga rasa tidak nyaman itupun  kembali muncul… **telat-kali-yeee**

Yaaahhh….Akhirnya saya hanya pasrah, bersyukur dan menerima apapun dampak dari publikasi ini…

Saya berdoa mudah-mudahan dengan penghargaan ini,  tidak lantas membuat saya menjadi Riya’, dan memberi motivasi untuk selalu berbagi, memberi yang terbaik untuk kemajuan pendidikan di Indonesia. Amin…

You may also like...