Jika saya boleh jujur, pertama kali mempelajari articulate storyline (AS), saya sangat bingung ūüôĀ¬†Setelah saya menginstal programnya, saya tidak tahu harus memulai dari mana. Ketika melihat tampilan jendela articulate, yang terlihat hanyalah 1 scene kosong, timeline, panel trigger, layer, slide properties dan seterusnya.. Pikirku saat itu, “Terus aku kudu piye..?!”

Saat itu tidak banyak tutorial tentang articulate storyline berbahasa Indonesia yang bisa saya jadikan referensi. Sehingga mau nggak mau saya harus belajar dari youtube dan website resmi articulate. Melalui dua media ini saya belajar articulate sambil membuat media pembelajaran yang akan saya ikutkan lomba membaTIK Kemdikbud 2017. Jadi.. bisa dikatakan I was learning by doing, belajar dan langsung bikin media.

Akhirnyaa.. ya gitu, dengan semangat kompetisi (karena sudah kangen..hehe), saya menemukan tantangan dan sesuatu yang baru yang belum pernah saya pelajari sebelumnya saat belajar articulate ini.

Berbekal dari pengalaman yang tidak mengenakkan saat membuat media dengan AS ini, saya ingin mengupas semua tentang articulate storyline. Saya ingin berbagi pemahaman tentang konsep dasar bagaimana membuat multimedia interaktif dengan tools ini, supaya teman-teman yang ingin belajar tidak mengalami kebingungan seperti yang pernah saya alami. Dengan begitu, semakin banyak teman-teman guru yang bisa membuat media pembelajaran interaktif dengan cara yang mudah, bahkan tanpa skill bahasa pemrograman maupun keahlian membuat animasi seperti flash¬†sekalipun. Namun cukup dengan menguasai Ms PowerPoint saja.. ūüėÄ

Ah.. apa bisaa? Iya, bisa dong. Silahkan baca aja thread tutorial articulate storyline di blog saya ini..hehe..

Bagian selanjutnya yang harus dipahami dalam belajar articulate adalah Layer.

Jika anda pernah belajar desain grafis, misalnya Adobe Photoshop, pasti tidak asing dengan istilah layer. Layer (lapisan) merupakan bagian yang penting dalam articulate storyline. Layer atau lapisan digunakan untuk memisahkan objek (konten) yang satu dengan lainnya agar bisa kita perlakukan secara bebas sesuai dengan keinginan kita tanpa mengganggu objek yang lain.

Pada AS, sebuah slide bisa terdiri atas minimal 1 layer (base layer) atau lebih (baca postingan saya sebelumnya Multimedia Interaktif dengan Articulate Storyline). Layer memiliki tampilan yang sangat mirip dengan slide, atau anda bisa menganggap layer sebagai slide yang berada di dalam slide. Karena fungsinya yang mirip dengan slide, maka layer juga dapat diisi dengan konten apapun layaknya sebuah slide.

Terus apa yang membedakan slide dan layer?¬† Untuk memahami perbedaan keduanya, anda bisa lihat dua gambar berikut. Gambar 1, sebuah project yang terdiri atas 5 objek yaitu background, 2 button, 2 karakter (male dan female). Ohya, saya tidak akan membahas bagaimana cara menambahkan objek-objek tersebut pada slide ya.. sebab saya anggap anda telah memahaminya. Sama persis kok caranya dengan yang ada di Ms PowerPoint..hehe ūüėÄ

Gambar 1. Tampilan slide dengan 1 layer (base layer)

Nah, kelima objek di atas berada pada 1 slide atau base layer (layer bawaan setiap slide). Ketika project di atas kita preview, maka kelima objek tersebut akan ditampilkan secara sekaligus, karena dia berada dalam 1 slide (layer).

Berbeda dengan gambar ke-2 berikut:

Mari kita modifikasi project di atas. Tambahkan 2 layer baru pada slide di atas dengan cara mengeklik ikon New Layer pada panel Layer dan berilah nama pada kedua layer tersebut dengan Male dan Female, seperti yang terlihat pada gambar berikut:

Selajutnya, mari kita isi layer Male dengan objek Male (ambil/cut dari base layer) dan layer Female dengan objek Female (ambil/cut dari base layer juga), sehingga base layer hanya terisi background dan 2 button, seperti pada gambar berikut:

Gambar 2. Tampilan objek pada base layer

Tampilan objek pada layer Male

Tampilan objek pada layer Female

Nah, apabila project tersebut kita preview, maka yang akan ditampilkan hanyalah objek yang ada pada base layer. Sedangkan objek yang ada pada layer Male dan Female tidak akan ditampilkan.

Note:

  • Anda juga dapat menambahkan layer dengan memilih menu Insert > Slide layer

  • Setiap layer mempunyai timeline untuk mengatur objek yang berada pada layer tersebut. Untuk mengatur objek pada timeline, silahkan baca postingan saya sebelumnya Bekerja dengan Timeline.

Bagaimana cara menampilkan layer Male atau Female? Kedua layer tersebut hanya dapat kita tampilkan melalui tombol kontrol dari pengguna yang biasa disebut Trigger. Jadi kesimpulannya, layer digunakan untuk menyimpan objek yang akan ditampilkan berdasarkan kontrol dari pengguna. Sedangkan objek yang tidak memerlukan kontrol dari pengguna dapat disimpan/diletakkan pada base layer. Pembahasan tentang trigger dapat anda baca pada postingan selanjutnya Mengenal Trigger.

Mengatur Layer Properties

Layer properties digunakan untuk mengatur tampilan layer saat project dijalankan. Untuk melakukan pengaturan pada layer, anda bisa mengeklik ikon gear pada bagian kanan bawah panel layer, seperti yang terlihat pada gambar berikut:

Maka kotak dialog Slide Layer Properties akan ditampilkan:

Tampilan Kotak Dialog Slide Layer Properties

Anda dapat mengatur tampilan layer saat dijalankan dengan memberikan tanda centang pada pilihan:

  • Hide other slide layers, untuk menyembunyikan layer lain (kecuali base layer) saat layer aktif dijalankan
  • Hide objects on base layer,¬†untuk menyembunyikan konten pada base layer saat layer aktif dijalankan
  • Hide slide layer when timeline finishes, menyembunyikan layer aktif setelah selesai dijalankan
  • Allow seeking, Pilih Automatically Decide.

Base Layer:

  • Prevent the user from clicking on the base layer, untuk membatasi pengguna berinteraksi dengan konten pada base layer saat layer aktif dijalankan.
  • Pause timeline of base layer, untuk mem-pause (menghentikan sementara) konten pada base layer (audio, video, animasi)¬†saat layer aktif dijalankan.

Menyembunyikan dan Menampilkan Layer Mode Editing

Pada saat kita bekerja dengan beberapa layer, ada kalanya kita ingin menyembunyikan layer tertentu supaya bisa lebih leluasa bekerja dengan layer yang lain. Untuk menyembunyikan layer, anda dapat mengeklik ikon mata di sebelah kanan layer dan klik ikon mata lagi jika ingin menampilkannya.

Menampilkan dan Menyembunyikan Layer

Note:

  • By default,¬†saat editing base layer akan selalu ditampilkan dan layer yang lain selalu dalam keadaan tersembunyi. Apabila anda ingin menyembunyikan base layer, maka anda dapat mengeklik ikon mata di sebelah kanannya. Demikian pula, jika anda ingin menampilkan layer yang lain, maka anda dapat mengeklik ikon mata yang ada di sebelah kanannya.
  • Saat editing, Layer aktif selalu ditampilkan dalam mode full color. Sedangkan layer yang tidak aktif ditampilkan dalam mode gray color. Apabila anda menginginkan semua layer ditampilkan full color, anda dapat memberi tanda centang pada pilihan Dim di bagian bawah panel layer.

Mengubah Nama, Menyalin dan Menghapus Layer

By default, base layer memiliki nama yang sama dengan nama slide. Sedangkan nama layer adalah Untitled Layer1. Untuk mengubah nama layer, anda dapat mengeklik ganda pada nama layer dan ketikkan nama baru yang diinginkan.

Mengganti Nama Layer

Untuk menyalin layer, anda dapat memilih ikon Duplicate Selected Layer pada bagian bawah panel layer.

Menyalin Layer

Sedangkan untuk menghapus layer, anda dapat memilih ikon Delete Selected Layer pada bagian bawah panel layer.

Menghapus Layer

Mengatur Urutan Layer

Sebenarnya urutan layer tidak berpengaruh pada urutan tampilan layer, sebab layer hanya ditampilkan melalui trigger dari pengguna. Untuk mengubah urutan layer, anda dapat menggeser layer (drag and drop) ke posisi yang diinginkan. Mudah ‘kan?

Download project layer.story

Semoga tulisan di atas bermanfaat ya.. Silahkan dilanjut belajarnya tentang Trigger ūüėÄ

Referensi:
https://community.articulate.com/series/4/articles/working-with-layers