Trigger adalah bagian yang paling saya sukai dalam belajar articulate storyline (AS). Menurut saya, kekuatan articulate storyline berada pada trigger-nya. Ketika anda telah menguasai konsep trigger, maka itu sama saja dengan anda telah menguasai separuh lebih articulate storyline.

Hampir semua media interaktif yang dibuat melalui AS, memanfaatkan trigger dalam mengontrol semua elemen di dalamnya. Anda dapat memberikan kreasi sedemikian rupa terhadap media anda agar terlihat lebih interaktif dengan menggunakan trigger ini. Intinya, jika anda ingin membuat media yang interaktif dan powerful, maka bagian ini wajib anda kuasai!

Trigger merupakan perintah/kontrol yang kita berikan kepada objek tertentu agar dia melakukan aksi (action) yang kita inginkan. Jadi memberikan trigger kepada sebuah objek, berarti memerintahkan kepada objek itu untuk melakukan sesuatu yang kita inginkan. Misalnya pada contoh project sebelumnya kita mempunyai 2 button, yaitu Male dan Female. Kedua button tersebut akan kita beri trigger (perintah) agar:

  • Ketika btn_Male diklik, maka ditampilkan layer Male yang berisi gambar karakter pria, dan
  • Ketika btn_Female diklik, maka akan ditampilkan layer Female yang berisi gambar karakter wanita.

Tampilan Project Layer.story

Maka mari kita beri trigger kepada kedua button tersebut melalui langkah berikut:

Menambahkan Trigger

Pada dasarnya trigger memiliki 3 elemen, yaitu:

  1. What (Apa), aksi apa yang akan dikerjakan terhadap sebuah objek.
  2. Where (dimana), objek yang mana yang akan diberikan aksi.
  3. When (kapan), kapan aksi itu harus dikerjakan.

Maka untuk memberi trigger pada btn_Male agar menampilkan layer Male, anda dapat mengikuti langkah berikut:

  • Klik objek btn_Male pada slide (base layer)
  • Pada panel Trigger, klik Add trigger. Maka kotak dialog Trigger Wizard akan ditampilkan.

Panel Trigger > Add Trigger

  • Beri pilihan seperti terlihat pada kotak dialog berikut:

Kotak Dialog Trigger Wizard

Keterangan:

  • Action, pilih Show layer untuk menampilkan layer tertentu
  • Layer, pilih nama layer tujuan (dalam contoh ini layer Male) yang akan ditampilkan
  • When, pilih User click (ketika user mengeklik objek tertentu)
  • Object, pilih Btn_Male (objek yang diklik)
  • Pilih OK

Jadi, trigger yang telah diberikan di atas dapat diucapkan dengan kalimat:

“Tampilkan layer Male ketika user mengeklik tombol btn_Male”

Selanjutnya, jalankan project tersebut dengan memilih tombol preview. Maka btn_Male sekarang sudah bisa memberi aksi menampilkan gambar karakter pria yang ada pada layer Male. Mudah ‘kan? 😀

Ulangi langkah di atas untuk memberi trigger pada btn_Female sehingga bisa menampilkan gambar karakter wanita yang ada pada layer Female.

Kotak Dialog Trigger Wizard

Jika kedua button tersebut telah diberi trigger, maka pada panel Trigger akan terlihat seperti pada gambar berikut:

Panel Trigger

Note:

  • Anda juga dapat menambahkan trigger dengan mengeklik ikon Create a New Trigger.

Ikon Trigger > Create a New Trigger

  • By default, sebuah slide kosong memiliki 2 buah trigger untuk tombol Next dan Prev pada Player (Player Trigger).
  • Anda dapat mengatur tampilan layer ketika ditampilkan pada bagian Layer Properties masing-masing layer. Untuk melakukan pengaturan ini, anda bisa mengikuti caranya pada tulisan saya sebelumnya.

Download project Trigger.story

Semoga bermanfaat ya.. Untuk memahami konsep trigger lebih lanjut, anda bisa membaca tulisan saya selanjutnya Bekerja dengan Panel Trigger (2).

Referensi:
https://community.articulate.com/series/storyline-3/articles/storyline-3-working-with-triggers