Satu lagi berkah yang saya terima, yaitu berupa kesempatan untuk mengikuti Microsoft Education Summit 2019.

Bersama Bpk Benny Kusuma, Lead Manager Microsoft Education

Di sela-sela kegiatan Post Departure di Hotel Manhattan, saya menyempatkan diri ke menuju Hotel Indonesia dengan naik Gojek dan bertemu dengan teman guru serta praktisi pendidikan. Pada acara Microsoft Education Summit 2019 (11-12 Desember 2019) ini saya belajar banyak hal baru dari para pakar di bidangnya, salah satunya adalah tentang Micro:bit 

Bersama Narasumber Micro:bit dari Singapore

Pada breakout session Hacking STEM with micro:bit and Thinker Kit ini kami mendapatkan perangkat micro: bit dan diajari untuk memprogramnya.
Meski sudah lama mendengar tentang micro: bit, namun jujur saya baru pertama kali ini mempelajari dan langsung mempraktikkannya. Micro: bit merupakan komputer mini yang mirip dengan Raspberry Pi Zero dan memiliki bentuk berupa papan sirkuit seukuran kartu ATM dengan 25 lampu LED, accelerometer, kompas, dua tombol dan konektor tambahan untuk kemampuan sensor.

Micro:bit

Komputer ini dapat diprogram untuk menampilkan huruf, angka atau untuk keperluan lainnya. Dilengkapi juga dengan kemampuan Bluetooth untuk mendukung konektivitas nirkabel.

Untuk memprogram komputer mini ini cukup mudah, yaitu dengan mengakses website https://microbit.org/code/ melalui laptop/PC, table atau bahkan smartphone. Selanjutnya kita dapat membuat project baru dengan memilih bahasa program yang ingin digunakan, seperti Python, Javascript atau bagi yang tidak menguasai bahasa pemrograman apapun bisa menggunakan Blok-blok kode (Blocks code) dengan drag and drop saja. Bagi yang pernah belajar scratch atau App Inventor pasti tidak asing dan dapat dengan mudah menggunakan block code pada micro: bit ini.

Breakout session STEM Hacking

Setelah kode program yang ditulis tersimpan, maka micro: bit dapat berfungsi sebagai perangkat yang berdiri sendiri. Hal ini memungkinkan membentuk sebuah “otak” untuk robot, alat musik dan lain-lain. Micro: bit sangat cocok untuk melatih logika siswa saat belajar bahasa pemrograman (yang terkadang menjadi hal yang sulit dan menakutkan). Dengan menggunakan micro: bit ini, belajar logika dan pemrograman akan menjadi lebih seru karena siswa dapat secara langsung melihat output-nya. Dan tentunya tanpa pemrograman yang rumit.

Block code pada Micro:bit

Oh ya, bagi yang tidak memiliki perangkat Micro: bit Board, tetap bisa membuat project ini, karena pada website https://makecode.microbit.org/ juga disediakan simulatornya. Simulator ini memiliki tampilan dan kemampuan yang sama dengan perangkat Micro: bit Board. Sedangkan untuk tutorialnya, kita bisa membaca petunjuk lengkap beserta contoh-contoh project lainnya melalui https://makecode.microbit.org/courses Sangat lengkap!!

Belajar Micro:bit

Saya pribadi sangat ingin menerapkan Micro: bit ini sebagai materi pengayaan pada mata pelajaran Pemrograman di SMK pada tahun ajaran mendatang. Duh.. Membayangkannya saja sudah sangat seruuu. Semoga tahun depan dapat kesempatan ngajar Pemrograman. Aamiin.. 

Micro:bit

Yuk.. Tunggu apa lagi? Kita ajak anak-anak kita mainan Micro: bit!!