Salah satu alasan kenapa saya suka sekali mengikuti workshop/pelatihan dan berbagai lomba pembuatan media pembelajaran adalah.. karena dengan mengikuti kegiatan ini saya merasa lebih produktif!

Berkaca dari pengalaman setiap mengikuti workshop dan lomba pembuatan media pembelajaran, banyak hal baru yang tidak akan saya dapatkan hanya dengan mengajar di kelas. Seperti pengalaman bertemu dengan teman-teman baru, belajar tools pembelajaran yang belum pernah saya pelajari, yang mana pengalaman-pengalaman tersebut sekaligus bisa menjadi bahan (resources) ketika saya akan menulis di blog ini 🙂

Kegiatan workshop dan lomba pembuatan media pembelajaran yang terakhir saya ikuti adalah kegiatan membaTIK (Membuat Bahan Ajar Berbasis TIK) pada akhir tahun 2017 lalu, dimana saat itu saya membuat media pembelajaran yang saya ikutkan lomba, dengan menggunakan tools yang baru saya pelajari saat itu juga, yaitu Articulate Storyline.

Meskipun saat itu media yang saya buat mendapatkan penghargaan sebagai media pembelajaran terbaik, namun sejatinya bukan itu yang membuat saya senang. Lebih dari itu, pengalaman saat membuat bahan ajar inilah yang paling berkesan. Bagaimana tidak, karena ikut lomba ini, saya jadi mau ngoprek aplikasi Articulate Storyline. Bahkan saya berhasil membuat postingan di blog sampai berseri-seri yang mengulas tentang Articulate Storyline dan menuliskan semua pengalaman pahit manis saat membuat media tersebut -yang mana jika dibukukan- postingan-postingan tersebut bisa menjadi lebih dari 17 bab! Ditambah lagi, sebuah kepuasan tersendiri jika ada teman-teman guru yang berhasil bikin media karena tulisan saya itu. Rasanya.. hwaw, gitu! 😛
Jujur saja, jika bukan karena ikut lomba, mana mungkin saya diam-diam mau belajar Articulate Storyline? Memikirkannya pun kagak! haha.. 😀

Yass.. terkadang hidup memang perlu trigger! Dan setiap orang mempunyai trigger yang berbeda untuk membuat hidupnya lebih hidup. Dan trigger saya adalah mengikuti kegiatan workshop/lomba supaya bisa membuat postingan-postingan yang bermanfaat di blog ini.. hehe 🙂 Pengalaman seperti ini yang menurut saya jauh lebih mahal dari pada sekedar mendapatkan hadiah!

Begitu juga dengan keikutsertaan saya dalam Bimtek PembaTIK ini. Bagi saya, menjadi Duta Rumah Belajar bukanlah tujuan utama. Akan tetapi proses saat menjadi calon duta rumah belajar dan kesempatan mengikuti Bimtek PembaTIK berlevel-level seperti ini yang menjadi pengalaman mahal. Menjadi salah satu dari 30 besar peserta yang mengikuti Bimtek PembaTIK level 3 ini aja.. sudah merupakan kemenangan tersendiri bagi saya, mengingat lebih dari 2,734 orang peserta yang menjadi calon duta rumah belajar dengan mengikuti program PembaTIK ini.

Peserta Bimtek PembaTIK Level 3 Provinsi Jawa Timur

Sekedar info, bahwa Bimtek PembaTIK level 3 merupakan salah satu dari 4 level Bimtek Pengembangan Bahan Ajar berbasis TIK (PembaTIK) yang diselenggarakan oleh Pustekkom Kemdikbud RI. Bimtek PembaTIK level 3 Provinsi Jawa Timur dilaksanakan di Hotel Quest Surabaya tanggal 11 s.d 13 Juli 2018 kemarin. Baca Mari Menjadi Duta Rumah Belajar).

Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur bisa menjadi salah satu dari 30 peserta yang lolos ke level 3. Tidak mudah memang untuk bisa lolos ke level 3, mengingat beban materi dan tugas yang lumayan banyak (pada Bimtek Daring Level 2), termasuk keaktifan dalam forum diskusi, membuat video pembelajaran dan ujian sertifikasi di bagian akhir pelatihan. Sehingga banyak juga peserta yang awalnya sangat bersemangat, lambat laun jadi semakin menurun semangatnya. Mungkin karena kesibukan juga, sehingga mereka tidak sempat ngopeni aplikasi SimpaTIK nya dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan.

Suasana Bimtek PembaTIK Level 3 Provinsi Jawa Timur di Quest Hotel Surabaya

Karena beban tugas yang lumayan berat di level sebelumnya inilah yang membuat pelaksanaan Bimtek Level 3 ini menjadi terasa lebih mudah, lancar, bahkan mengikuti Bimtek ini serasa kayak sedang refreshing saja! Tidak ada perasaan tegang, apalagi perasaan sedang berkompetisi. Ditambah lagi dengan pelayanan yang baik oleh panitia BPTIKP (Tekkomdik) Dikbud JATIM, seperti Pak Munir, yang notabene adalah teman wira-wiri saat Roadshow Kelas Maya tahun 2013 s.d 2014 yang lalu.

Bersama Panitia, Narasumber Pustekkom dan Duta Rumah Belajar

Disamping itu, Bpk. Gatot Pramono (Kepala Bidang PTP Berbasis Multimedia dan Web), Ibu Ai Sri Nurhayati dan Bpk. Andri Yuridiansyah (PTP Muda) selaku narasumber dari Pustekkom juga membawakan materinya dengan sangat komunikatif dan friendly. Kita semua seakan menyatu dalam forum ini, seperti keluarga. Pelaksanaan Bimtek Level 3 ini juga dibantu oleh tuan rumah, Duta Rumah Belajar Provinsi JATIM, Ibu Rr. Martiningsih yang sangat antusias berbagi pengalaman tentang suka duka menjadi Duta Rumah Belajar 2017 dan memberi banyak motivasi kepada kami.

Motivasi dari Ibu Roro Martiningsih – Duta Rumah Belajar 2017 Provinsi Jawa Timur

Hal yang paling menarik perhatian saya secara pribadi pada materi Bimtek PembaTIK level 3 ini adalah, Kelas Maya. Sebenarnya, ngulik kelas maya bukanlah hal baru bagi saya. Karena saya mengenal Kelas Maya yang dikembangkan oleh Pustekkom ini sudah cukup lama. Bahkan beberapa tahun yang lalu, sekitar tahun 2013-2014, saya termasuk salah satu guru yang mendapatkan tugas dari BPTIKP (Tekkomdik) Jawa Timur untuk melakukan sosialisasi Kelas Maya di berbagai daerah kabupaten/kota di Jawa Timur.

Tampilan Rumah Belajar Jaman dulu 🙂

Saat itu fitur Kelas Maya memang sudah cukup lengkap, akan tetapi masih agak membingungkan, berat loading-nya dan masih terdapat beberapa bugs yang membuat pengguna kurang nyaman. Maklumlah, saat itu Kelas Maya memang sedang dalam tahap pengembangan. Yah, bisa dibilang Kelas Maya jaman old alias versi BETA 🙂 (istilah yang umum digunakan untuk uji coba aplikasi oleh pengembang.. hehe).

 

Tampilan Kelas Maya Sebelumnya

Hal yang berbeda saya rasakan saat belajar Kelas Maya pada Bimtek PembaTIK 2018 ini. Kelas Maya jaman now memiliki tampilan yang menurut saya cukup simpel, rapi, dan ringan. Fitur yang ada di dalamnya memfasilitasi sebuah sistem managemen pembelajaran (LMS) yang dapat digunakan pada sebuah sekolah (di kelas). Karena Kelas Maya memiliki hampir semua fitur yang dibutuhkan oleh sekolah, guru dan siswa untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas.

Hal lain yang menarik dari Kelas Maya adalah Kelas Maya dapat digunakan secara gratis. Untuk menggunakan Kelas Maya, sekolah juga tidak memerlukan persiapan infrastruktur yang mahal karena Kelas Maya dapat diakses secara online, sehingga dapat diakses baik oleh guru maupun siswa kapan saja. Jadi, bagi sekolah yang belum menggunakan platform LMS apapun, saya kira dapat memilih Kelas Maya sebagai salah satu alternatif platform LMS yang dapat digunakan di sekolahnya.

Ibu Ai Sri Nurhayati memberikan materi Kelas Maya

Bagi pengguna awal Kelas Maya, tidak akan menemui banyak kesulitan dalam menggunakannya. Jika saya boleh bilang, Kelas Maya ini dikembangkan dengan mengadopsi beberapa platform Learning Management System (LMS) yang sedang trend saat ini, seperti Edmodo, Moodle atau Schoology, dan diadaptasi dengan kondisi sistem pembelajaran di Indonesia. Bagi teman-teman guru yang pernah menggunakan salah satu platform di atas, tentu tidak akan mengalami banyak kendala dalam menggunakan Kelas Maya ini.

Sebenarnya materi Kelas Maya ini telah kami pelajari secara mandiri saat Bimtek Daring level 2, sehingga pada saat Bimtek Level 3 ini, kita tidak banyak mengalami kendala dalam menguliknya. Apalagi Bu Ai memberikan materi Kelas Maya ini dengan runtut dan komunikatif, sehingga kita tak sungkan untuk sharing tentang penggunaan Kelas Maya ini.
Ohya, secara teknis, penggunaan kelas maya akan saya tuliskan pada postingan tersendiri.. 😀 (Semoga ada kesempatan ya.. sebab minggu depan sudah aktif mengajar lagi). Tahun Pelajaran 2018-2019 ini saya mendapatkan jam mengajar yang cukup banyak.. Hm..curhat! 🙁

Selain Kelas Maya, kami juga mendapatkan materi tentang konsep dan teknik pembuatan video pembelajaran oleh Bpk. Andri Yuridiansyah. Pak Andri merupakan salah satu narasumber Pustekkom yang berpengalaman dalam teknis pembuatan video pembelajaran. Dalam paparannya beliau menyampaikan tentang teknis produksi video pembelajaran, menulis naskah video dan teknik dasar video editing melalui aplikasi di smartphone, seperti mengedit video dengan menggunakan Kine Master, Video Show dan Sparkol Video Scribe.

Pemilihan video editing tools tersebut karena tools ini relatif mudah digunakan oleh para guru, terutama yang bukan berlatar belakang pendidikan IT. Sehingga para guru tetap bisa membuat video pembelajaran yang baik tanpa harus dipusingkan dengan fitur aplikasi pengedit video yang terkadang sangat rumit.

Bpk. Andri Yuridiansyah memberikan materi Pembuatan Video Pembelajaran

Pada bimtek ini, kami juga ditantang untuk membuat video pembelajaran sederhana dalam durasi 3 menit. Tugas ini dikerjakan secara berkelompok berdasarkan jenjang pendidikan yang diampu para guru, yaitu kelompok guru SD, SMP, SMA dan SMK. Masing-masing kelompok membuat video dengan menggunakan perangkat seadanya untuk menjelaskan konsep materi yang akan disampaikan. Dan inilah video hasil kerja kelompok saya yang sangat sederhana itu..hehe.

Video teman-teman yang lain, bisa dilihat di bagian bawah postingan ini.

Setelah berhasil membuat video sederhana, pada hari terakhir kegiatan Bimtek PembaTIK ini kami berkesempatan untuk mempresentasikan video hasil tugas kelompok dan cara pembuatannya.

Mungkin hasil video pembelajaran yang kami buat tidak terlalu bagus untuk ukuran video pembelajaran yang ideal. Hal ini mohon dimaklumi, sebab kami membuatnya dalam keterbatasan waktu dan peralatan pengambilan/pengeditan video dan gambar. Namun, tentu saja kami belajar banyak dari proses pembuatan video yang sangat singkat ini. Karena melalui proses inilah, akhirnya banyak muncul ide-ide baru yang berasal dari proses diskusi yang kami lakukan bersama kelompok. Ide-ide tersebut dapat kami gunakan sebagai bahan untuk mengerjakan tugas pembuatan video pembelajaran lanjutan setelah pelaksanaan Bimtek Level 3 ini.

Yeah.. Tugas kami belum berakhir teman-teman, masih banyak tugas yang harus kami lakukan selaku Calon Duta Rumah Belajar, supaya bisa lolos ke Level 4. Tetapi sekali lagi.. saya sampaikan, bahwa Menjadi Duta Rumah Belajar bukanlah Tujuan, melainkan proses untuk menjadi Duta Rumah Belajar inilah tujuan kita belajar!

Semoga kita, peserta Bimtek PembaTIK Level 3 dimudahkan dalam mengerjakan semua tugas kita. Amin. Makasih ya, jangan segan untuk meluangkan waktu mengunjungi blog saya ini 😛

Referensi:
Pelatihan Saya, http://simpatik.belajar.kemdikbud.go.id/
Foto Bu Roro Martiningsih, https://www.facebook.com/tining.soemartono

https://youtu.be/1EYswZDKbnc