Dalam mendesain halaman web, nurse seorang web desainer biasanya mengatur tampilan halaman web dengan menggunakan CSS (Cascading Style Sheets).

Penggunaan CSS dapat menghemat waktu loading browser dan membuat web terlihat lebih terstruktur dan seragam (Baca Mengatur Tampilan Halaman Web dengan CSS)

Berikut Syntax yang menyusun CSS :

Selector {

property-1:nilai;
property-2:nilai;
property-3:nilai;

}

Selector adalah Tag HTML yang akan diberi Style, sedangkan property adalah Atribut yang digunakan pada tag tersebut.

Sebuah selector, bisa memiliki banyak property dan nilai, dengan dibatasi tanda titik koma (;)

Berikut daftar selector dan Property yang bisa anda gunakan.

Ada beberapa cara penulisan CSS, yaitu :

1. Inline Style, penulisan CSS yang menyatu (menjadi atribut) tag HTML. Berikut cara penulisannya :

<selector style=”property-1:nilai”;property-2:nilai;…”property-n:nilai”>

2. Embed Style / Internal Style Sheet, penulisan CSS di letakkan pada dokumen HTML dan berada pada blok tag <HEAD>. Penulisannya didefinisikan sebagai berikut :

<STYLE type=”text/css”>
..
</STYLE>

3. External Style sheet, penulisan CSS disimpan dalam file tersendiri dengan format file .css Sedangkan untuk memanggilnya, pada dokumen HTML dilakukan dengan perintah :

<LINK rel=”stylesheet” type=”text/css” href=”file.css”>

Perintah di atas diletakkan pada blok tag <HEAD>

Tulisan selanjutnya adalah Grouping Selector (pengelompokan selector).