Hack the Classroom Competition merupakan satu dari banyak kegiatan penting yang harus dilakukan oleh peserta Global Educator Exchange 2016 di Budapest, Hungaria. Hack the classroom adalah sebuah ide atau solusi inovatif dari seorang guru yang mudah diimplementasikan dalam menghadapi permasalahan di dalam kelas dengan menggunakan teknologi.

Saat ini #HackTheClassroom menjadi hashgtag populer dari Microsoft Education untuk innovative solution terhadap permasalahan yang ada di dalam kelas.

Dalam kompetisi ini, 250 peserta MIEE dikelompokkan secara random menjadi 50 kelompok yang mana setiap kelompok beranggotakan 5 orang. Nama kelompok dikategorisasi dari berbagai karakter siswa dan permasalahan yang biasa ditemukan dalam kelas. Nama kelompok itu adalah Personalize, Minimize, Delocalize, Strategize dan Gamify.

Dan..kami berempat dari Indonesia, menyebar dalam kelompok yang berbeda. Pak Eko Purwanto bergabung dalam kelompok Gamify, Bu Neny Else ada di kelompok Minimize, Bu Fita Sukiyani ada di kelompok Delocalize dan saya bergabung dengan kelompok Strategize.

My group, Strategize

Tiap kelompok mendapatkan tantangan yang berbeda berdasarkan nama kelompoknya. Dan tugas kita adalah:

  • Mengidentifikasi masalah umum yang hadapi di dalam kelas
  • Menemukan solusi inovatif (hack) yang sekiranya bisa diterapkan sesuai dengan kondisi masing-masing peserta menggunakan teknologi
  • Membuat sebuah video menggunakan Office Mix untuk menjelaskan pengaruh permasalahan yang ada terhadap belajar siswa, solusi, dan bagaimana #hack yang diusulkan dapat diterapkan. Video dibuat berdurasi tidak lebih dari 3 menit.

Kegiatan ini menyenangkan sekaligus mendebarkan. Pada saat inilah para peserta benar-benar dituntut berkolaborasi dalam kelompok untuk mengidentifikasi permasalahan dan mendiskusikan solusi inovatif yang bisa diambil dan diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Diskusi kelompok

Selama berkolaborasi bersama kelompok Strategize, yang terdiri atas Zyginta Ivanaviciene dari Lithuania, Amanda Joliffe dari Ireland, Gazi Salahuddin Siddiquee dari Bangladesh, Irena Uluçay dari Czech Republic, saya tidak menemui kendala yang berarti dalam menyelesaikan hack challenge ini. Kami hanya mengalami kesulitan untuk customize video agar berdurasi tidak lebih dari 3 menit.

Hal ini cukup susah, sebab kami bermaksud untuk memberikan konten yang lengkap dengan tampilan yang menarik. Namun batasan waktu yang diberikan membuat kami tidak bisa optimal dalam menyampaikan semua konten sehingga harus berulang kali mengedit materi menjadi sesimpel mungkin agar durasi tidak lebih dari 3 menit. Dan jadilah video simple berikut:

Video Office mix kelompok Strategize

Anda juga bisa melihat semua video pemenang di sini. Saya sendiri kurang puas dengan hasil video tersebut. Dan saya rasa, hampir setiap kelompok merasakan hal yang sama, mengingat beberapa persyaratan dan limitation yang diberikan. Tetapi, itulah tantangannya! 🙂 bagaimana kita dapat menyelesaikan tantangan ini dalam waktu yang sangat singkat dengan berbagai perbedaan yang ada.

Rasa tidak puas ini membuat saya berniat untuk tidak menghadiri acara puncak Award Ceremony di Museum Nasional Hungaria. Saat itu saya benar-benar pesimis untuk bisa memenangkan kompetisi ini. Malam itu saya mau bersiap tidur saja, mengingat besok sudah pulang dengan perjalanan yang sangat panjang. Saya berniat untuk beristirahat di kamar dan packing.

Tetapi Pak Obert Hoseanto selalu menyemangati dan mendorong kami untuk mengikuti acara ini. Sehingga saya tidak bisa menolaknya.. 🙁 Dan berangkatlah kami menuju acara itu.

Panas dingin plus deg-degan tidak bisa saya tepis ketika nama-nama pemenang disebut. Pak Eko Purwanto dan Bu Neny Else dari group yang berbeda berhasil memenangkan hack challenge bersama groupnya. Saat itu saya merasa cukup lega, karena setidaknya ada 2 teman saya yang berhasil menang. Bendera Indonesia pun berkibar di stage malam itu berdampingan dengan Vice President Microsoft Education Anthony Salcito 🙂

Pak Eko Purwanto, the Gamify winner

Bu Neny Else, the Minimize winner

Namun.. Saya tidak bisa menahan diri untuk mengucap syukur Alhamdulillaaah, saat MC membacakan judul video kelompok saya “Meeting the needs of different learners using OneNote” disebut sebagai pemenang untuk kategori Strategize. Ini benar-benar diluar dugaan.. bahwa kelompok saya memenangkan kompetisi ini. Dalam video ini kami membuat hack dengan menggunakan OneNote untuk mengatasi perbedaan kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran disebabkan oleh beberapa permasalahan yang ada.

Delivering contents based on student’s needs  using OneNote

Dengan menggunakan OneNote, kami membuat pilihan (option) content dan Assignment berdasarkan penguasaan siswa terhadap materi yang disampaikan. Masing-masing option mengarah pada page yang berbeda dengan konten dan penugasan yang berbeda pula. Dengan demikian setiap siswa bisa mengukur tingkat penguasaan terhadap materi pelajaran dan memilih materi yang sesuai tanpa diketahui oleh siswa yang lain. Hal ini membuat siswa nyaman dalam belajar.

Rasa haru dan syukur tak henti-hentinya saya panjatkan kepada Allah SWT. atas kemenangan ini. Akhirnya.. tugas sebagai perwakilan guru Indonesia di ajang kompetisi internasional Educator Exchange Hack the Classroom berakhir dengan indahnya. Maka berkibarlah Bendera Indonesia untuk kali ke-3.

My group, the Strategize winner

Lesson learnt.. Teamwork is the secret that can make people achieve uncommon result. Kemenangan ini adalah kemenangan kelompok, hasil kerja sama dan kekompakan kelompok kami. Kekuatan kami adalah bersatu untuk menyamakan persepsi (terutama dalam memilih tools yang akan digunakan), menghargai ide/pendapat teman dan bertanggung jawab menyelesaikan tugas bersama dengan baik.

Semoga pengalaman ini bermanfaat bagi teman-teman guru lainnya, terutama para MIEE 2016-2017. Alhamdulillah.. 😀

Good luck 😀