Syukur alhamdulillah, finally.. my 1st project is done! Next.. let’s see the result on 3 months later.. 😀 Now.. I’m working on my 2nd project.. Bismillah..
Namun sebelum lanjut, saya ingin rehat sebentar..untuk ngisi blog kesayangan 😀

Well.. Jika anda pengunjung setia blog ini, tentu anda mengenal saya dengan baik..he..he..
Yeah, saya termasuk salah satu guru yang bisa dibilang konsen (bc. tertarik) untuk memperdalam semua yang berkaitan dengan teknologi informasi untuk pembelajaran (e-learning). Hampir sebagian besar tulisan saya di blog ini berkaitan dengan itu, terutama tentang penggunaan e-learning andalan saya, Moodle dan Edmodo 😀 .

Namun itu tidak berarti saya fanatik terhadap kedua tools pembelajaran ini. Karena dalam kenyataan di lapangan, justru saya menggunakan tools pembelajaran secara campur-campur, yang saya sesuaikan dengan topik dan tujuan serta kenyamanan saya dan siswa dalam belajar.

Sekedar untuk diketahui, bahwa mengajar di SMK berbeda dengan mengajar siswa SMA atau Perguruan Tinggi. Materi pelajaran di SMK banyak berkaitan dengan kegiatan praktik (skill). Pun tidak menutup kemungkinan seorang guru mengajar mata diklat lebih dari satu dengan kompetensi keahlian yang berbeda. Misalnya, untuk kelas X, saya mengajar “Instalasi Sistem Operasi”. Kelas XI, saya mengajar “Instalasi Jaringan LAN/WAN” dan kelas XII, saya mengajar “Pemrograman Web”. Sehingga tools yang kita terapkan pada mata diklat yang satu, belum tentu cocok dengan mata diklat yang lain.

Maksud saya, jika dulu sekolah menyediakan satu tools pembelajaran tertentu untuk semua guru di sebuah sekolah, maka saya rasa untuk saat ini, dengan banyaknya tools pembelajaran yang ditawarkan, sekolah tidak bisa membatasi seorang guru untuk menggunakan satu tools pembelajaran tertentu. Karena guru dan siswa memiliki banyak pilihan yang bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan dan kenyaman dalam belajar dan mengajar.

Berdasarkan pengalaman, dari semua tools pembelajaran yang pernah saya gunakan, sebagian besar tools tersebut menyediakan kebutuhan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran, seperti mengunggah bahan ajar dan kebutuhan dalam melakukan assessment dan evaluasi seperti kuis dan tugas online bahkan kebutuhan untuk berinteraksi di antara pengguna media tersebut (bc. kolaborasi). Namun saya masih belum menemukan sebuah tools pembelajaran online yang bisa memantau perkembangan siswa secara kontinyu.

Bahasa sederhananya begini. Selama ini, hal yang bisa kita diketahui untuk memantau progress siswa ketika menggunakan pembelajaran online adalah melalui hasil evaluasi yang bisa berupa kuis, tugas, diskusi dan seterusnya. Tetapi kita belum bisa secara detail memantau kegiatan siswa (saat kita menyampaikan pelajaran secara online), minimal dari dokumentasi pribadi/buku catatan/rangkuman siswa tentang topik yang sedang dipelajari. Jujur, yang sering kita lakukan sebagai pengguna media pembelajaran online adalah mengunggah bahan ajar, memberi tugas dan menilai tugas siswa. That’s all! Kita tidak terlalu detail melihat aktivitas belajar siswa di kelas saat belajar online, kecuali saat berdiskusi online.

Memang tidak semua guru menganggap penting, kegiatan mencatat (bc. mendokumentasi) topik pelajaran oleh siswa. Tetapi saya sangat yakin, bahwa kita sendiri akan sangat mengapresiasi siswa kita yang rajin mencatat hal-hal penting yang kita sampaikan saat belajar di kelas. Menurut saya pribadi, buku catatan siswa dapat menggambarkan niat, usaha dan tingkat pemahaman siswa terhadap sebuah topik pelajaran yang sedang mereka pelajari.

Maka saat ini saya sedang mencoba menggunakan tools pembelajaran yang mana saya bisa memberi materi pelajaran secara online sekaligus saat itu saya bisa berinteraksi dengan siswa, melihat aktivitas siswa secara online melalui dokumentasi siswa (buku catatan digital), menerima dan menjawab pertanyaan siswa melalui buku tersebut. Semua kegiatan online tersebut dapat terdokumentasikan secara rapi layaknya buku catatan/binder siswa, tak hanya secara online, tetapi juga secara offline di laptop kita. Sehingga jika suatu saat saya membutuhkan dokumentasi catatan siswa untuk penilaian keaktifan dalam kelas, saya tinggal membuka saja buku catatan siswa tersebut. Siswa pun bisa mengisi buku catatannya secara offline ketika mereka tidak terkoneksi ke internet dan mengunggahnya serta membaginya ke cloud supaya bisa dilihat oleh kita (gurunya) atau teman-temannya saat mereka terkoneksi kembali dengan internet.

Sebenarnya aktivitas semacam ini bisa kita lakukan melalui assignment/penugasan (jika menggunakan tools Moodle/Edmodo). Namun, yang membuat susah adalah, terkadang kita musti mengunduh satu persatu dokumen siswa tersebut untuk bisa melihat isinya dan juga tidak bisa terurut secara rapi.

Sebenarnya saya tidak ingin coba membandingkan atau meninggalkan aplikasi yang sebelumnya telah banyak saya eksplorasi dan gunakan selama ini. Namun, bolehlah jika saya menginginkan sesuatu yang lain dan agak berbeda. Meski saya sadar bahwa tidak ada satu tools pembelajaran pun yang bisa memenuhi semua kebutuhan guru dan siswa.
Saya hanya merasa agak bosan dan ingin mencoba aplikasi yang baru dalam aktivitas pembelajaran saya. Maka biarkan saya mengeksplorasi tools pembelajaran lain dan menikmati kelebihan dan kekurangannya.. 😀

Aplikasi yang saat ini sedang saya coba gunakan adalah Office OneNote 2013. Sebenarnya OneNote bukan termasuk aplikasi baru karena dia sudah lama include dalam produk Microsoft Ms Office. Hanya saja saya yang mungkin belum paham kegunaannya karena waktu itu kalah dengan ketenaran media pembelajaran yang lain. Namun, sejak adanya Office 365 di mana kita bisa berkolaborasi dengan siswa menggunakan akun sekolah/perusahaan, saya mulai ingin menggunakan fitur Office 365 ini.

Kebetulan saya punya akun office 365 yang saya dapatkan secara gratis dari guruinovatif.net dan sekaligus memiliki hak akses sebagai Admin. Dan OneNote dan Sway merupakan salah fitur office 365 yang saat ini saya coba terapkan di kelas saya tahun ini untuk menyampaikan bahan ajar dan penugasan/diskusi online serta membuat presentasi.  Kebetulan semua guru dan siswa telah memiliki akses internet di sekolah saya. Sehingga kami bisa memanfaatkannya untuk keperluan pembelajaran online 😀

Meski baru menggunakan aplikasi ini, jujur saya tidak mengalami banyak kendala dalam menggunakannya. Karena pasti anda juga tahu bahwa sebagian besar fitur aplikasi produk Microsoft tidak banyak berbeda dengan aplikasi lain, terutama yang masih dalam keluarga Office. Dalam OneNote cara unggah materi sangat mudah dilakukan layaknya kita menulis di Ms Word, bahkan lebih mudah dari itu!!

Meski begitu, tidak berarti untuk memulai menggunakan aplikasi ini saya tidak mengalami kendala apapun. Proses adaptasi terhadap alur pembuatan kelas (notebook), pengaturan user permission, import dan export notebook, dan koneksi internet yang terkadang up and down, menjadi tantangan tersendiri saat kami akan melakukan uji coba kolaborasi. Nah, jika sudah begini, terkadang saya jadi berpikir, “kenapa musti susah-susah menggunakan tools lain? Kenapa nggak pake yang sudah ada aja? Bukankah siswa kita hanya butuh materi untuk belajar, tanpa harus diribetkan dengan permasalahan teknis seperti ini?”.. #Hufh!!

Yah.. ada benarnya juga! Tetapi, saya mencoba untuk menenangkan diri, menyakinkan diri saya bahwa saat ini saya tidak sedang mengajar anak SMA atau PT yang terkadang komunikasi dengan siswa hanya terjalan pada area konten pembelajaran?! Saat ini saya sedang mengajar anak SMK.. SMK teknologi..alias STM yang terbiasa dengan hal-hal yang bersifat teknis. Maka, ada baiknya juga kita share dan libatkan siswa dengan semua kendala teknis yang sekiranya bisa membuat mereka belajar! Hm..

Well, kembali ke Onenote! To let you know that using office 365 is fully online, especially when we do collaboration with others.. So, jika mau coba, kita kudu siapkan bandwidth internet yang tinggi, biar wuzz..

Ohya, sepertinya saya masih belum bisa menggunakan Onenote ini untuk keperluan kuis online. Karena OneNote tidak memfasilitasi itu (atau saya yang belum tahu ya?). Setahu saya untuk buat kuis, kita bisa pake OfficeMixOps..kudu belajar lagi deh..he..he..

Ingat! Tidak ada aplikasi pembelajaran manapun yang bisa memenuhi semua keinginan guru dan siswa dalam semua aktivitas pembelajaran di sekolah..

Udah ah… Sekian curhatnya.. bye!!