Membaca komentar yang mampir pada tulisan saya sebelumnya, “Visi Baru Komunitas Guraru”, seperti yang terlihat pada capture gambar di atas, membuat hati saya jadi tergelitik untuk mencari tahu apakah arti orisinal (bc. tulisan orisinal) yang sebenarnya? Apakah benar bahwa tulisan para guraru, termasuk saya, adalah tulisan yang tidak masuk dalam kategori original?

Lantas, bagaimanakah tulisan yang orisinal itu?

Maka saya pun segera membuka Kamus Besar Bahasa Indonesia dan mencari padanan kata orisinal. Dan, berdasarkan kamus besar Bahasa Indonesia, kata orisinal merupakan kata sifat yang memiliki arti asli atau tulen.

Maka untuk sementara saya menyimpulkan bahwa sebuah tulisan itu dikatakan orisinal apabila tulisan itu asli/tulen.

Lantas apakah arti tulisan asli/tulen itu? Apakah tulisan yang benar-benar baru dan belum pernah ada yang menulis/membahas topiknya? Ataukah tulisan yang berasal dari proses “daur ulang” dari tulisan-tulisan yang ada, menjadi tulisan baru yang disesuaikan dengan selera penulisnya?

Yah, mencari konsep dari sebuah tulisan orisinal, bagi saya tak ubahnya menjawab teka-teki untuk mencari tahu “lebih dahulu mana, antara telur atau ayam?”

Karena belum puas dengan simpulan yang ada, saya pun berusaha untuk mencarinya dari beberapa literatur dari internet tentang konsep orisinal, terutama yang menyangkut sebuah tulisan.

Beberapa sumber menyatakan bahwa sebuah tulisan dikatakan orisinal/asli apabila tulisan itu berasal dari proses membaca, mengamati, atau mendengarkan, sehingga tercetus sebuah pemikiran (ide) atau penjabaran yang baru mengenai hal tersebut [konsep 1].

Sedangkan sumber yang lain menyebutkan bahwa sebuah tulisan bisa dikatakan original apabila tulisan itu berasal dari buah pikirannya sendiri dan tidak meniru topik tulisan orang lain?[konsep 2].

Dua konsep orisinal di atas, sekilas terkesan memiliki makna yang sama, yaitu menyajikan sesuatu yang baru. Namun jika difahami lebih dalam kedua konsep diatas, keduanya memiliki makna yang berbeda berdasarkan sumber ide dari tulisan tersebut.

Lantas, yang manakah konsep orisinal yang dimaksud oleh komentator pada gambar di atas?

Jika saya boleh berasumsi, sepertinya komentator di atas lebih cenderung mengartikan konsep orisinal mengacu pada konsep yang kedua. Sehingga komentator tersebut menyimpulkan bahwa tulisan yang berbau IT dalam komunitas ini, adalah bukan tulisan orisinal, karena bukan berasal dari buah ide pikiran para guraru sendiri.

Nah, jika hal tersebut benar, maka betapa banyak tulisan berbau IT yang tidak orisinal di dunia ini?

Seperti yang kita ketahui bahwa hampir sebagian besar tulisan bergenre IT baik di media cetak maupun online adalah hasil dari sebuah proses, baik itu membaca, mengamati atau bahkan melalui uji coba/praktik oleh penulisnya kemudian dituangkan ke dalam sebuah tulisan.

Maka menjadi tidak fair apabila semua tulisan bergenre IT dalam komunitas ini adalah bukanlah tulisan orisinal!

Apakah untuk membuat sebuah tulisan bergenre IT, seseorang harus menciptakan sebuah teknologi terlebih dahulu, baru bisa dikatakan sebagai tulisan yang orisinal?

Konsep sebuah tulisan orisinal yang dipercaya oleh komentator di atas, juga agaknya dianut oleh komentator lain berikut:

Meski tidak secara langsung menyebutkan bahwa tulisan IT dalam komunitas ini bukan asli/tulen, namun dari komentar tersebut tersirat bahwa komentator tidak percaya, bahkan menganggap tulisan IT yang ada di komunitas ini adalah hasil plagiat (tidak orisinal).

Tentu saya tidak boleh buru-buru menyalahkan komentator, karena bisa jadi memang beberapa penulis melakukan hal seperti yang disebutkan oleh komentator. Atau bisa jadi, komentator sendirilah memang melakukan hal yang demikian. Bukannya komentator juga seorang guru TIK yang di blognya juga dipenuhi tulisan-tulisan bergenre IT?? Yah.. Wa Allahu a’lam.

Bagi saya pribadi, orisinalitas sebuah tulisan tidak serta merta hanya mengacu pada sumber topik yang ditulisnya, melainkan berasal dari prose bagaimana sebuah tulisan itu dihasilkan.

Terlepas dari itu orisinal atau tidak sebuah tulisan, bagi saya pribadi menyuguhkan sebuah informasi yang dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi pembacanya, jauh lebih penting dari pada berkutat dalam permasalahan orisinalitas sebuah tulisan.

Maka, menuliskan sebuah artikel apapun itu topiknya, bahkan yang teknis sekalipun yang bisa membuat pembacanya menjadi lebih kompeten, menurut saya jauh lebih berarti dari pada sekedar membuat sebuah tulisan berlapis-lapis, yang hanya berisi curahan hati penulisnya karena nge-fans kepada seorang selebriti tertentu.

Akan tetapi, semua tetap kembali kepada pribadi penulis masing-masing. Suka-suka penulis mau menuliskan apapun itu. Toh, dalam komunitas ini semua anggota bebas menulis apapun?

Tulisanmu adalah dirimu!

Referensi:

http://pelitaku.sabda.org/ide_besar_sebuah_tulisan
Http://kamusbesar.com/