Begitu berat perjalanan untuk meraih keberhasilan, drugs semua butuh perjuangan, drugs semua perlu pengorbanan. Meski Tuhan telah menetapkan jalan tersendiri kepada setiap hambanya untuk meraih kesuksesannya. Namun.. tidak semua mampu melewatinya dengan mudah.

Dan begitulah… setelah beberapa bulan menempuh perjalanan menuju “guru tersertifikasi” dengan segala lika-likunya, akhirnya saya berhasil melewatinya. Yah, saya dinyatakan Lulus menempuh Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG) tahun 2012 ini. Hal ini sekaligus menjadi kado terindah di hari lebaran ini 😀 Alhamdulillah…

Memang tidak mudah untuk bisa mengikuti PLPG tahun 2012 ini.  Kalau tahun sebelumnya, PLPG hanya diikuti oleh semua guru yang tidak lulus pada penilaian portofolio, namun tahun ini hampir semua tenaga pendidik diwajibkan untuk mengikuti kegiatan ini, jika ingin mendapatkan sertifikat pendidik. Itu pun setelah melewati tahapan Ujian Kompetensi Awal (UKA) dan dinyatakan lulus pada UKA tersebut.

Dalam pelaksanaan PLPG pun tidak mudah. Bertepatan dengan Bulan Ramadhan, kurang lebih 10 hari, saya harus menempuhnya. 4 hari pertama, kami dituntut untuk mempelajari kembali semua materi yang kami ajarkan kepada anak didik kami, sehingga terasa seperti belajar lagi di bangku perkuliahan 😀

4 hari selanjutnya, adalah praktik pembuatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan pembuatan perangkat pembelajaran (RPP/Silabus dan LKS) serta praktik mengajar (peer teaching). Dan hari terakhir, Ujian akhir PLPG, yaitu ujian tulis nasional dan ujian tulis lokal!

Begitu padatnya kegiatan, sehingga setiap hari kami berangkat dari hotel menuju Kampus UNESA Lidah Wetan sekitar 05.15 pagi dan keluar kampus pukul 05.00 sore. Waktu berbuka puasa pun selalu kami habiskan di dalam bus yang membawa kami pulang ke hotel UTAMI Surabaya.

Terasa tidak ada waktu untuk istirahat, karena malam hari, waktu yang sejatinya saat bulan puasa kita habiskan untuk beribadah, tarawih dan tadarrus, terasa kurang… hanya untuk mengerjakan tugas, yang esok hari harus segera dikumpulkan. Mudah-mudahan kegiatan ini dicatat oleh Allah SWT. sebagai amal baik di bulan ramadhan 😀

Beruntung saya berada di kelas 709: TIK-B, yang dihuni oleh hampir semua guru SMK Teknik Komputer Jaringan. Sehingga kami tidak mengalami kendala yang berarti, karena materi yang diberikan tidak jauh dari disiplin ilmu kami. Kelas  709: TIK-B adalah kelas pada gelombang 7 (terakhir) peserta PLPG untuk guru Teknik Komputer dan Informatika, yang menurut Dosen Penguji kelas kami adalah kelas TIK terbaik dari kelas TIK yang pernah mengikuti PLPG tahun 2012 ini.. 😉

Hal ini disampaikan oleh Bpk Drs. Bambang Sujatmiko, M.T selaku dosen Algoritma pemprograman sekaligus Dosen penguji peer teaching dan pengawas Ujian akhir. Pengakuan itu setidaknya memberi sedikit angin segar, setelah berbagai kritik pedas beliau sampaikan pada awal peer teaching I.

Namun, akhirnya kami menyadari, justru semua kritikan beliau membuat kita, mengerti dan memperbaiki semua kesalahan-kesalahan, baik dalam penyusunan perangkat pembelajaran maupun pada praktek peer teaching I, sehingga kami berhasil melalui peer teaching II dengan baik.

Meski begitu, tidak sedikit teman-teman peserta PLPG, yang kurang beruntung karena tidak berada di tempat/kelas yang tepat ketika mengikuti kegiatan ini. Sehingga mau tidak mau mereka harus menyesuaikan dengan materi yang diajarkan pada kelas tersebut. Seperti teman saya Ibu NIMAH dari Smp n 1 Labuan Amas Selatan, Kab. Hulu Sungai Tengah, kalimantan selatan, guru Keterampilan. Beliau kala itu ditempatkan pada kelas yang kurang tepat, yaitu SIP (Sipil). Setelah mengkonfirmasi dengan panitia, akhirnya beliau dipindahkan ke kelas yang (agak) sesuai pada hari berikutnya.

Dan entah berapa banyak lagi teman-teman yang mengalami hal serupa.

Pengalokasian tempat/kelas yang kurang tepat (tidak sesuai dengan bidangnya), sangat berpengaruh pada penguasaan materi yang seharusnya kita terima  dan pelajari saat itu. Karena semua materi yang kita pelajari akan diujikan pada hari terakhir PLPG, yaitu pada Ujian tulis nasional dan Ujian tulis lokal. Tentu, apabila materi ini tidak mampu kita kuasai, maka hal ini bisa menjadi kendala saat mengerjakan soal Ujian tulis PLPG. Ujian tulis nasional dan lokal ini sangat menentukan kelulusan peserta, disamping aspek penilaian lainnya, seperti :
1. Ujian Praktik Pembelajaran
2. Hasil Workshop
3. Partisipasi dalam teori dan praktik pembelajaran
4. dan Skor teman sejawat

Menunggu dosen tiba dengan belajar (naris :D)

Banyak pelajaran yang bisa saya ambil setelah mengikuti PLPG selama 10 hari ini. Selain kesabaran, ketekunan, kerja keras dan doa, Kejujuran adalah sikap yang harus benar-benar kita junjung tinggi.

Bersikap profesional saat mengajar, tekun dalam belajar, bekerja keras dan berdoa ketika menjalankan tugas, serta jujur dan santun dalam bersikap, itulah kunci keberhasilan…

Buat teman-teman yang masih harus mengikuti ujian ulang, tetaplah bersemangat.. Keberhasilan menanti kalian.

Selamat berjuang..