*******

 “I hear, capsule and I forget | I see, viagra sale and I remember | I do, and I understand ~ Chinese proverb

*******

Jika setahun dua tahun yang lalu, dalam mengembangkan metode dan media pembelajaran, saya masih berkutat pada bagaimana cara memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai tools dalam pembelajaran sehingga membuat siswa merasa senang dalam belajar dan membantu siswa dalam memahami materi yang saya sampaikan, maka akhir-akhir ini saya kudu berpikir tentang bagaimana TIK tidak sekedar sebagai tools dalam pembelajaran, melainkan juga bisa mengantarkan siswa dalam menghasilkan karya yang bermanfaat, dan bisa digunakan kembali untuk belajar sekaligus menjadi kebanggaan mereka.

Sebagai guru SMK, apapun yang kita ajarkan, tujuan pembelajaran selalu tak boleh lepas dari produk/karya yang musti dihasilkan oleh siswa saat mereka mempelajari topik yang kita ajarkan. Dengan kata yang lebih sederhana, siswa diharapkan bisa menerjemahkan materi yang mereka pelajari kedalam sebuah karya / produk yang nyata dan bermanfaat. Itu berarti, saat ini siswa yang harus aktif dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai media belajar, mencari pengalaman dan menciptakan karya inovasi yang relevan dengan topik pembahasan yang sedang mereka pelajari.
guraru1

 Kegiatan belajar mengajar di Bengkel TKJ

Adalah Mata Pelajaran Pemrograman Dasar kelas X SMKsebuah mata pelajaran yang mengajarkan langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan dalam pemrograman komputer. Mata pelajaran ini merupakan salah satu mata pelajaran yang wajib disampaikan kepada siswa pada Program Studi Keahlian Teknik Komputer dan Informatika (TKI), di seluruh Paket Keahlian, baik pada Paket Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Multimedia maupun Rekayasa Perangkat Lunak (RPL), sebelum mereka dapat menuliskan kode-kode program dalam sebuah bahasa pemrograman.

Bagi sebagian besar siswa saya, mata pelajaran ini cukup sulit, mengalahkan tingkat kesulitan mata pelajaran eksak lainnya, seperti Matematika maupun Fisika.
Saya sendiri tidak heran, karena saya pun dulu baru mendapatkan materi ini saat duduk di bangku kuliah. Dan jujur, dari sisi seorang gurupun, materi ini juga tidak mudah untuk di-deliver ke siswa. Dibutuhkan analogi-analogi dan problem nyata yang bisa dipahami siswa sehingga pada akhirnya siswa dapat mengurai permasalahan secara runtut, berdasarkan logika berpikir mereka masing-masing dan menerjemahkannya kedalam Bahasa Pemrograman.

Untuk level dasar, kerumitan materi ini mencapai puncaknya ketika pembahasan telah mencapai pada Bab Pengambilan Keputusan (making a decision). Saat inilah logika siswa benar-benar dilatih untuk menyelesaikan sebuah permasalahan berdasarkan kondisi yang diberikan, sehingga apabila permasalahan dituliskan dalam sebuah kode dalam bahasa pemrograman, program bisa mengambil keputusan yang tepat sesuai harapan programmer.

Salah satu cara, yang saya gunakan untuk menarik minat belajar mereka dalam memahami bab ini adalah dengan mengurai logika program sebuah Game. Yah.. game bisa menjadi media yang menyenangkan untuk mengasah cara berpikir siswa, dari pada mereka harus disuguhi dengan deretan angka-angka atau simbol aritmartika.

 Screenshot App Tebak Gambar berbasis android

Aplikasi game “Tebak Gambar” yang menjadi trend di play store dan saat ini banyak diminati oleh siswa saya, menjadi salah satu inspirasi saya untuk menarik perhatian mereka sekaligus sebagai media yang membantu mereka berpikir secara logis untuk menyelesaikan permasalahan “Pengambilan Keputusan”.

Materi Pengambilan Keputusan ini selanjutnya saya terapkan di kelas dengan menggunakan Model Pembelajaran Berbasis Project (PBL) dengan project pembuatan aplikasi game “Tebak Gambar” sederhana yang mengacu pada logika program aplikasi game tebak gambar berbasis android tersebut.  Contoh aplikasi game tebak gambar sederhana yang saya berikan ke siswa untuk dipelajari adalah sebagai berikut:

File .exe bisa diunduh disini.

Pada awalnya, mereka saya minta untuk mengamati cara kerja aplikasi game sederhana yang saya buat tersebut, mengidentifikasi respon yang diberikan ketika user memasukkan jawaban yang benar/salah, mengamati perubahan score yang diperoleh dan kondisi henti dari aplikasi ini. Selanjutnya, adalah tugas mereka untuk membuat aplikasi sederhana yang serupa dengan aplikasi game tebak gambar ini.

Project ini mereka kerjakan selama 4 minggu dengan timeline dan kegiatan berikut:

timeline

Timeline project pembuatan aplikasi Game Tebak Gambar

Ketentuan utama dalam pembuatan aplikasi ini adalah, setiap siswa membuat aplikasi game tebak gambar yang berbeda, dengan ketentuan project sebagai berikut:

  • Project bersifat individu
  • Project berupa aplikasi game terdiri atas minimal 5 gambar soal
  • Setiap soal memiliki score/point + untuk jawaban benar dan score – untuk jawaban salah
  • Setiap soal tersedia tombol help (bantuan) yg terdiri atas 2 pilihan, yaitu hilangkan huruf yang tidak perlu dan profil dari gambar soal.
  • Kedua tombol bantuan akan disabled, apabila user telah menggunakan kedua bantuan yang telah disediakan
  • Masing-masing bantuan memiliki pengurangan score tertentu yang ditentukan sendiri oleh programmer
  • Game over akan terjadi jika point yang diperoleh <=0.
  • Statistik score yang diperolah user
  • Laporan kode program dan dokumentasinya

Tentu teman-teman Guraru bertanya-tanya, bagaimana cara mereka mengerjakan project tersebut? Apakah mereka bisa melakukannya?

Yah.. tidak mudah memang, apalagi mereka baru kelas X! Namun, pengetahuan dasar pemrograman Visual Basic.Net yang telah mereka terima pada sesi sebelumnya, cukup membuat mereka paham apa yang harus dilakukannya.

Screenshot Aplikasi Game Tebak Gambar Chadina Velita R

Saya sendiri hanya perlu memotivasi mereka supaya tetap semangat dalam mengerjakan project ini, meski saya harus mengunjungi kelas mereka setiap hari, mengisi setiap jam kosong, memotivasi, bahkan menjadi tempat sampah (bc. tempat keluh kesah) demi menjawab semua pertanyaan mereka yang terkadang saya sendiri kesulitan menjawabnya dan tak jarang pula bertanya pada Paman Google 😀

Namun, ketika proses pembuatan aplikasi berjalan, ternyata contoh program yang saya berikan tidak cukup membuat mereka puas. Bahkan kalau mereka berani jujur, mungkin mereka akan bilang bahwa contoh aplikasi game yang telah saya buat, adalah.. jelek! Mereka ingin menciptakan aplikasi yang lebih, dengan menambahkan fitur-fitur tambahan yang menurut mereka lebih menarik, seperti menambahkan audio, video dan seterusnya.

Screenshot Aplikasi Game Tebak Gambar Austin Fascal Iskandar

Jujur, saya pun banyak belajar dari semua permasalahan yang mereka hadapi saat mengerjakan project ini.

Sepanjang proses pengerjaan project game ini, menurut mereka permasalahan yang paling sulit dihadapi adalah bagaimana menampilkan statistik score user di bagian akhir aplikasi.

Screenshot statistik perolehan score game 

Di bagian inilah, memang sebagian aplikasi yang mereka buat banyak terdapat bugs. Namun, dengan tantangan ini, mereka bisa banyak belajar menyelesaikan permasalahan pemrograman dan bagaimana cara mengatasinya.

Screenshot desain program pada Visual Studio 2013

And.. they did it! Mereka berhasil melakukannya, tepat waktu yang dijadwalkan. Jika teman-teman Guraru ingin mencoba hasil project game tebak gambar siswa saya, bisa mengunduh aplikasi game tersebut berikut: (Saya lampirkan beberapa contoh game buatan siswa/siswi saya).

Mereka membuat aplikasi di atas menggunakan Software Visual Basic.Net dan sebagian ada yang membuatnya menggunakan Visual Studio 2013.

Hal nyata yang berkesan bagi mereka dalam mengerjakan project ini adalah kemampuan dalam mengembangkan sebuah aplikasi game yang pada awalnya mereka sendiri tidak yakin bisa melakukannya. Hal ini membuat mereka bangga dan semakin percaya diri, bahkan mencintai mata pelajaran Pemrograman Dasar ini.
Hal ini mereka sampaikan melalui laporan dan ketika presentasi atas hasil produk aplikasi yang telah dibuatnya.

Presentasi hasil karya aplikasi game tebak gambar, oleh Maulana Dicky R

Semoga pengalaman saya dan siswa saya ini bisa menginspirasi teman guru blogger dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar di sekolah dengan mendorong siswa untuk dapat menciptakan produk yang bermanfaat dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dapat menjadi kebanggaan siswa dalam belajar. Amin..

https://www.youtube.com/watch?v=eVCBBSuG4KM

Presentasi hasil karya aplikasi game tebak gambar, oleh Austin Fascal Iskandar.

Happy blogging 😉