Beberapa hari yang lalu, stuff saya kembali ke Seamolec untuk bergabung dengan para guru saya, Tim Trainer Seamolec, diantaranya Bpk. Yudha Prapantja, Hadi Saputra, Anti Rismayanti, Prayitno, Aditya Hans Priowirjanto, Renaldo Rhesky N, Ibu Nur Hasanah dan Bpk Gatot Hari Priowirjanto (Direktur Seamolec). Kali ini kami ditugaskan untuk untuk menyelesaikan buku SeaEduNet versi 2.0.

SeaEduNet versi 2.0 ini adalah versi terbaru dari buku sebelumnya, SeaEduNet versi 1.0, yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, sekaligus sebagai panduan guru-guru di Asia Tenggara.

Yah… rasanya sangat menyenangkan bisa kembali bertemu dengan mereka, apalagi pada pertemuan selama 3 hari ini, kami tidak hanya menyelesaikan pembuatan Buku SeaEduNet, melainkan juga berdiskusi tentang strategi penyiapan guru menghadapi Kurikulum 2013.

Penyusunan buku panduan SeaEduNet 2.0 ini, memang sedikit banyak terinspirasi dari kebijakan perubahan Kurikulum 2013 di mana TIK akan menjadi tools dalam setiap pembelajaran (mata pelajaran) di sekolah. Ketiadaan mata pelajaran TIK secara khusus, dan terintegrasi pada setiap mata pelajaran, secara tidak langsung mengharuskan kepada setiap pendidik untuk menguasai dan menggunakan TIK dalam pembelajarannya.

Mengingat banyaknya topik yang dibahas dalam buku ini, maka pada pelaksanaan pembuatan buku ini, masing-masing Trainer Seamolec menghandle materinya yang diampunya.

Sedangkan saia… yaaah.. sebagai suporter saja.. 😛

Hari ke-2.. Kami, bersama Bpk. Gatot Hari Priowirjanto menuju Senayan, tepatnya menuju ke lt.16, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjaminan Mutu Pendidikan untuk menemui Bpk. Dr. Syawal Gultom, M.Pd beserta tim, untuk mempresentasikan rencana strategi pelaksanaan pelatihan TIK untuk guru oleh Seamolec, selama satu tahun ke depan.

Pertemuan yang diwakili Bpk. Abi Sudjak, selaku Sekretaris Badan dan tim, juga dihadiri oleh perwakilan dari P4TK ini membicarakan beberapa hal, terutama pada strategi penyiapan guru dalam menghadapi perubahan kurikulum 2013.

Sebagaimana digambarkan pada skema di atas, bahwa Kemdikbud telah mendesain strategi penyiapan guru untuk keberhasilan Kurikulum 2013, salah satunya adalah penyiapan guru, yang melibatkan tim pengembang kurikulum di tingkat pusat; instruktur diklat terdiri atas unsur dinas pendidikan, dosen, widyaswara, guru inti, pengawas, kepala sekolah; guru utama meliputi guru inti, pengawas, dan kepala sekolah dan guru mereka terdiri atas guru kelas, guru mata pelajaran SD, SMP, SMA, SMK.

Maka Seamolec selain sebagai pengembang pendidikan terbuka dan jarak jauh, juga memfasilitasi pelatihan bagi guru terutama pada penggunaan delivery system dan kolaborasi media pembelajaran yang akan digunakan oleh guru tersebut.

Rencana pelaksanaan pelatihan akan sedikit berbeda dengan sebelumnya, karena setelah menjalankan pelatihan, guru tersebut akan selalu dimonitoring dan dievaluasi perkembangannya (termasuk pengembangan k0nten pembelajaran) selama 1 tahun. Setiap 2 bulan, guru juga harus menyelesaikan tugas 1 s.d tugas 6, sampai akhirnya para guru mendapatkan sertifikat ketuntasan mengikuti pelatihan.

Kesiapan guru dalam menghadapi kurikulum 2013 menjadi penting karena kurikulum 2013, bertujuan mendorong peserta didik, agar mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), terhadap apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pembelajaran. Jadi peserta didik tidak lagi hanya menghafalkan pelajaran.

Dan setelah proses diskusi berjalan dengan lancar, saatnya untuk pulang. Maka sebelum pulang, pikiran narsis saya pun muncul, dan jadilah saya narsis-narsisan di gedung ini… (jarang-jarang bisa ke sini..he..he..).

Beruntung saya didamping oleh 2 photographer (dadakan), yang siap memotret saya… 😛 Makasih..makasih…

Referensi :

http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/uji-publik-kurikulum-2013-5

Photographer :

Aditya Hans Priowirjanto, Prayitno.