Akhir Bulan Agustus ini agaknya menjadi hari yang padat buat saya.  Selama 4 hari, dimulai tanggal 27 s.d 28 dan 30 s.d 31 Agustus 2014, Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (MKK SMK) Kab. Jombang mengadakan kegiatan Workshop Mata Pelajaran Simulasi Digital. Kegiatan ini dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap 1 dilaksanakan tgl 27-28 Agustus di Aula SMKN 3 Jombang, dan tahap 2 dilaksanakan tgl 30-31 Agustus 2014 di Trawas Mojokerto dan diikuti oleh sekitar 150 guru SMK pengampu mata pelajaran Simulasi Digital, se-Jombang.

Kegiatan ini merupakan kegiatan Diseminasi Materi Simulasi Digital yang digagas oleh teman-teman saya, Bpk Misbahul Ulum (guru produktif Teknik Instalasi Tenaga Listrik SMKN 3 Jombang) dan Ibu Lin Mulyati (Guru Multimedia SMKN 1 Jombang), yang beberapa waktu lalu telah mengikuti pelatihan Simulasi Digital yang dilaksanakan oleh SEAMOLEC di VEDC P4TK BOE Malang. Sedangkan saya sendiri pada kegiatan ini hanya bertugas untuk membantu sekaligus sebagai penggembiraaaa….supaya acara ini berlangsung lebih meriah…euy! 😀

Cukup lama saya tidak mengikuti perkembangan konten buku simulasi digital, setelah beberapa waktu yang lalu saya dan beberapa guru SMK berkesempatan untuk memberikan sedikit kontribusi ide, saat awal penyusunan konsep simulasi digital bersama team SEAMOLEC (bc. Apa kabar simulasi digital? Rapat Kerja Piloting Implementasi Simulasi Digital, PSMK-SEAMOLEC Sosialisasi Konten Simulasi Digital). Dan ternyata ada beberapa pengembangan pada konten buku simulasi digital, yaitu penambahan materi PID (pengelolaan informasi digital), khususnya materi pengolahan data (Word, Excel, Powerpoint dan seterusnya), yang setahu saya, semula tidak masuk dalam konten buku simulasi digital ini.
Pengelolaan Informasi Digital (PID) memang penting untuk disampaikan ke siswa sebagai pematang konsep, sebelum siswa benar-benar dapat melakukan pengolahan data, membuat serta mengelola buku digital, atau informasi lainnya.

Hal yang menarik dari Simulasi Digital dan sekaligus membedakannya dari pelajaran yang ada sebelumnya (KKPI), adalah Simulasi Digital tidak hanya terpaku pada teknis pengaturan format informasi digital yang akan diolah, melainkan berkembang pada bagaimana cara menemukan konsep/ide/gagasan oleh siswa, untuk selanjutnya siswa dapat mengolah dan memvisualisasikan (mengkomunikasikan) ide/gagasan tersebut secara verbal dan non verbal melalui teknologi informasi. Hal inilah yang menyebabkan guru simulasi digital dituntut tidak hanya mahir dalam teknis materi simulasi digital, melainkan juga menguasai konsep materi, yang dapat mendorong siswa menemukan ide/gagasan secara alami melalui daya nalar mereka.

2 hari pelaksanaan workshop Simulasi Digital Tahap 1, kami mendapatkan data bahwa sebagian besar peserta wokshop ini, bukan berlatar belakang pendidikan Teknik Komputer dan Informatika. Sehingga para guru ini perlu didorong supaya benar-benar menguasai seluruh materi simdig ini. Dan Ibu Lin Mulyati membukanya dengan materi PID melalui tugas yang diberikan kepada peserta untuk melakukan pengolahan data teks dan angka, pada sesi 1. Tugas ini sekaligus untuk melihat sejauh mana kemampuan guru peserta workshop ini dalam melakukan pengolahan informasi digital.


Sesi selanjutnya materi tentang komunikasi daring disampaikan oleh Bpk. Misbahul Ulum di mana peserta dipandu untuk membuat email di google, milist, mengoptimalkan google drive dan hangouts. Dan lagi-lagi peserta didorong untuk bisa memanfaatkan aplikasi tersebut secara optimal.

Tak ada kendala berarti pada penyampaian materi baik dari sisi koneksi internet maupun penerimaan materi oleh peserta. Semua berjalan lancar (karena setiap peserta membawa modem pribadi..he..he..) sampai sesi 2 berakhir.

Hari kedua, sesi penyampaian kelas maya oleh saia 🙂 . Dimulai dari pengenalan e-learning, pembelajaran kolaboratif, pengenalan edmodo, pembuatan akun edmodo, pengelolaan konten edmodo, pengelolaan kelas, pembuatan kuis, penugasan dan survey pada edmodo.
Tidak sekedar teknis penggunaan edmodo, melainkan juga bagaimana memanfaatkan edmodo sebagai media pembelajaran kolaborasi, di mana terjadi interaksi yang baik dalam proses pembelajaran antara siswa – guru dan siswa dengan siswa yang lainnya  (bc. 3th Day In Thailand dan Yuk Berkolaborasi Online).

Pada sesi selanjutnya, seluruh peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untuk menyusun konsep/ide/gagasan atas media gambar yang telah disiapkan oleh para fasilitator, ke dalam sebuah catatan kecil (sticky notes) sebagai awal perancangan visualisasi konsep. Selanjunya ide-ide tersebut diwujudkan dalam bentuk video dan simulasi visual (menggunakan aplikasi Blender), yang materinya akan akan disampaikan pada workshop Simulasi Digital Tahap 2 di Trawas Mojokerto tanggal 30 s.d 31 Agustus 2014.

Semua ide/gagasan yang telah terkumpul akan diwujudkan visualisasinya oleh masing-masing peserta (secara individu), sehingga setiap peserta mempunyai produk yang dihasilkan dari pelatihan Simulasi Digital ini.

Akhir kegiatan, para peserta dibekali oleh fasilitator dan panitia tentang peralatan yang harus dibawa ketika Workshop Simulasi Digital Tahap 2 di Trawas dan teknis pelaksanaan kegiatan besok. Semoga 2 hari ini cukup menjadi bekal bagi para guru untuk mengembangkan proses pembelajaran  Simulasi Digital di sekolah masing-masing. Amin…

Selanjutnya… sampai jumpa di Trawas… 😀