Penghargaan Juara I Guru Berprestasi Tingkat Nasional

Apa sih yang musti disiapkan saat melaju ke seleksi guru berprestasi di tingkat nasional?

Postingan ini hanya sekedar ingin berbagi pengalaman dalam mempersiapkan diri menghadapi pemilihan guru berprestasi baik di tingkat kabupaten sampai tingkat nasional. Tentu saja setiap peserta gupres memiliki pengalaman yang berbeda dalam mencapai kesuksesannya meraih juara, yang mungkin bisa berbeda dengan pengalaman saya.

Berikut ini yang saya lakukan saat mempersiapkan diri menghadapi seleksi guru berprestasi tingkat nasional.

  • Mencari Informasi. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mencari informasi pedoman pelaksanaan pemilihan guru berprestasi dan berdedikan yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Direktoral Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan. Melalui buku pedoman ini kita dapat mengetahui topik/tema utama pemilihan guru berprestasi, persyaratan dan teknik pelaksanaan pada seleksi tingkat nasional. Meskipun saat itu saya masih melalui tahap seleksi tingkat kabupaten, namun saya menggunakan panduan seleksi gupres tingkat nasional, sebab biasanya kabupaten tidak memiliki pedoman khusus pelaksanaan gupres di tingkat kabupaten. Sehingga saat itu saya mempersiapkan portofolio dan menyesuaikan tema best practice sesuai dengan buku pedoman di tingkat nasional.
  • Menyusun Portofolio dengan baik dan rapi. Portofolio Gupres menjadi syarat utama yang harus dilengkapi, karena melalui portofolio ini para juri dapat menilai kompetensi kita apakah layak menjadi guru berprestasi atau tidak. Pedoman penyusunan portofolio dapat dilihat pada lampiran buku pedoman pemilihan guru berprestasi. Penyusunan portofolio dan lampirannya juga sebaiknya disusun secara urut sesuai dengan pedoman dan jika perlu diberi penomoran (kode) untuk memudahkan juri menilainya. Biasanya dalam buku pedoman diminta untuk melampirkan portofolio selama 2 tahun terakhir. Namun saat mengikuti seleksi gupres kemarin saya melampirkan portofolio yang saya miliki 5 tahun terakhir (kebetulan pembimbing saya mengijinkan), dengan catatan portofolio yang saya miliki memang penting dan memiliki nilai yang tinggi. Seperti prestasi dalam lomba yang diadakan oleh dinas pendidikan atau Kemdikbud, membimbing siswa sehingga meraih juara, membuat karya tulis yang bermanfaat untuk siswa dan guru (buku, jurnal, artikel ilmiah di website resmi kementerian pendidikan), membuat karya inovasi, mengikuti kegiatan pelatihan yang diadakan oleh Kemdikbud/Dinas Pendidikan dan seterusnya. Intinya, tuliskan portofolio yang penting, meyakinkan dan terdokumentasi (ada surat tugas/sertifikat/foto dan laporan kegiatan). Portofolio ini memiliki nilai prosentase yang cukup tinggi pada penilaian guru berprestasi. Usahakan semua komponen yang diminta pada buku pedoman terpenuhi, kecuali jika memang benar-benar tidak ada. Pedoman Pemilihan Guru Berprestasi dan Berdedikasi Dikmen dan Diksus dapat diunduh disini.
  • Karya best practice yang berbasis produk/IT, kekinian dan dihargai. Best practice adalah karya tulis yang berisikan pengalaman terbaik kita selama penjadi pendidik. Dari sekian banyak pengalaman mengajar kita, pilihlah pengalaman terbaik yang dibuktikan dengan hasil belajar siswa meningkat dan menghasilkan produk/karya terutama yang berbasis teknologi informasi/IT. Akan lebih baik lagi apabila produk yang dihasilkan siswa dapat mengantarkan siswa untuk berprestasi dan mendapatkan penghargaan dari Kementerian/Dinas Pendidikan/instansi lainnya. Selanjutnya best practice ditulis sesuai dengan struktur yang terdapat pada panduan. Jangan lupa untuk menambahkan lampiran yang berisi bukti-bukti kegiatan belajar, action plan, hasil belajar siswa, foto-foto produk dan seterusnya di bagian belakang. Jumlah halaman best practice biasanya dibatasi hanya 15 halaman, maka.. supaya terlihat tebal jilidan best practice-nya, kita bisa menambahkan lampiran-lampiran tersebut. Jangan lupa untuk mencetaknya menggunakan hard cover sehingga terlihat rapi dan bagus layaknya jilidan skripsi/tesis.
  • Video Pembelajaran yang menarik dan informatif. Video pembelajaran juga menjadi syarat utama saat seleksi di tingkat nasional (tidak menjadi syarat di kabupaten/provinsi). Video pembelajaran menggambarkan kegiatan pembelajaran yang menjadi tema pada best practice kita. Biasanya kita diminta untuk membuat video pembelajaran untuk 1 kegiatan pembelajaran. Buatlah video pembelajaran yang informatif, menarik dan tidak monoton (tidak membosankan) serta berbeda dengan video pembelajaran yang kebanyakan. Alur video pembelajaran yang dibuat juga harus mengacu pada rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang kita lampirkan pada best practice. Kita bisa melihat contoh video pembelajaran yang ada di youtube.com.
Video pembelajaran milik saya

Setelah menyusun berkas portofolio, best practice dan membuat video pembelajaran, biasanya kita diminta untuk mengunggah berkas-berkas tersebut ke website http://kesharlindung.pgdikmen.kemdikbud.go.id/ Selain mengunggah berkas, kita juga diminta untuk mengumpulkan file-file tersebut kepada panitia pusat saat melakukan verifikasi ke Dinas Pendidikan Provinsi. Jadi aturlah waktu sebaik mungkin untuk melengkapi semua persyaratan yang diminta. Saya sendiri waktu itu sampai mengajukan cuti dari tugas-tugas tambahan di sekolah guna berfokus pada kegiatan ini. Dan saya sangat bersyukur karena hampir semua teman guru dan pimpinan SMK Negeri 3 sangat mengerti dan mendukung saya.

Pemilihan Guru Berprestasi sangat berbeda dengan kompetisi-kompetisi guru lainnya. Bagi saya, predikat guru berprestasi ini tidak bisa diraih secara instan. Proses seleksi yang berjenjang dengan berbagai persyaratan yang cukup banyak membuat pemilihan guru berprestasi ini menjadi kompetisi yang cukup bergengsi. Penghargaan kepada guru berprestasi adalah sebuah penghargaan terhadap pengabdian dan prestasi kita selama menjadi pendidik.

Jadi untuk memperoleh hasil maksimal, kita harus benar-benar fokus dan dipersiapkan dengan matang. Saya masih ingat quote dari Ibu Umi Dayana, mentor dan motivator kami saat pembinaan di provinsi, bahwa:
“Barang siapa yang tampil di panggung tanpa persiapan, maka dia akan turun tanpa tepuk tangan”.

Awali dengan Bismillah.. dan Akhiri dengan Alhamdulillah. InsyaAllah BISA!