Apakah anda adalah guru yang suka berbagi?
Jika iya, unhealthy melalui media apakah anda biasa berbagi resource, pengetahuan, atau pengalaman anda tersebut? Apakah melalui facebok? Blog? email? SMS? atau bahkan dengan cara (primitif), copy data ke Flashdisk?
Lalu, apa saja yang biasa anda bagi ke teman guru atau siswa anda tersebut? Apakah materi/modul pelajaran? bank soal? RPP (mungkin..?) atau perangkat mengajar lainnya?

Yah, mungkin dari beberapa media dan resource di atas, salah satunya pernah anda manfaatkan dan bagi (bc.transfer) kepada teman guru dan siswa anda ya… ?
Tetapi sebagai seorang guru, pernahkan anda berpikir untuk “tidak sekedar” berbagi resource, melainkan melakukan aktivitas pembelajaran (kegiatan mengajar) bersama-sama, melakukan diskusi bersama, melakukan test online bersama dan seterusnya dalam satu kelas, antara anda dan siswa anda, antara anda, guru dan siswa dari sekolah lain, antar kota, antar kabupaten, antar provinsi, atau bahkan antar negara?

Bersama para tutor kelas kolaborasi “Basic Programming Algorithm” Indonesia-Thailand

Wah… mungkin belum banyak yang melakukannya ya…. 😀 Apalagi jika jumlah siswanya banyak dan ruangan sempit, bisa-bisa ruangan kelas menjadi sesak, panas dan ramai, yang membuat proses KBM menjadi tidak efektif? 🙁
Padahal kegiatan pembelajaran seperti ini penting juga kita lakukan loh.. supaya kita bisa berbagi pengetahuan, pengalaman, dan materi mata pelajaran serumpun dengan guru dan siswa dari sekolah dan daerah lain. Tapi… Mungkinkah…..???

Jawabnya : Yah.. mungkin 🙂 !!! Konsep inilah yang kita sebut Pembelajaran Kolaborasi (Collaborative learning). Di mana kita bisa berinteraksi, berkomunikasi, berdiskusi dan melakukan aktivitas pembelajaran lain dengan guru dan siswa dari sekolah dan daerah lain.

Saat ini, teknologi dapat menjembatani segala kegiatan yang pada awalnya menurut kita tidak mungkin, menjadi mungkin dan patut kita coba.

Adalah Edmodo, salah satu e-learning berbasis jejaring sosial yang memfasilitasi hal itu. Konsep collaborative learning yang diusungnya, memungkinkan kita untuk melakukan pembelajaran lintas siswa, guru, sekolah, daerah bahkan negara. Dengan menggunakan kode Join Group (kelas) yang ada, kita bisa melakukan kegiatan pembelajaran bersama-sama dengan guru mata pelajaran yang sama (serumpun) dari sekolah/daerah lain, sekaligus beserta siswanya.

Kelas kolaborasi saya dengan beberapa college di Thailand

Meskipun di Indonesia banyak guru yang telah menggunakan Edmodo, namun masih sangat jarang guru yang memanfaatkannya untuk pembelajaran kolaborasi. Yang ada, mungkin hanyalah kelompok-kelompok atau komunitas antar sesama guru (mata pelajaran) saja, yang biasanya digunakan untuk berdiskusi, tukar modul dan seterusnya.
Sebenarnya sih…sah-sah saja. Hanya saja pemanfaatan edmodo seperti ini belum mengarah pada konsep kolaborasi yang sebenarnya.

Secara teknis, untuk dapat melakukannya, para guru dan siswa yang telah memanfaatkan edmodo pada kelas online-nya, tentu tidak akan mengalami kesulitan yang berarti. Sehingga seharusnya kita dapat dengan mudah melakukan pembelajaran kolaborasi ini. Hanya saja, mau atau tidak? he…he…

Nah, sekarang marilah kita mencoba mulai mempersiapkan dan menerapkan konsep pembelajaran kolaborasi ini, kemudian kita uji cobakan pada tahun ajaran mendatang (2013-2014). Berani? Yuk…

Bagaimana cara kita memulainya? (BTW, saya tidak akan memandu anda secara teknis. Bagi yang belum familiar dengan edmodo, bisa dieksplor di sini)

Ada beberapa yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan pembelajaran kolaboratif, yaitu :

Persiapan untuk guru :

  • Sebuah account sebagai “Teacher” untuk membuat kelas / group dan melakukan aktivitas pembelajaran.
  • Menyiapkan kelas yang akan digunakan untuk pembelajaran bersama, dan menyimpan kode kelas untuk kemudian kita bagikan kepada guru partner (guru yang akan diajak berkolaborasi) dan siswa.
  • Mendiskusikan dengan guru partner tentang materi dan kegiatan yang akan dilakukan pada kelas bersama tersebut. Pada kelas kolaborasi tersebut, Anda tidak harus melakukan semua aktivitas dan topik pembelajaran, bersama loh.. Anda bisa mengatur topik-topik yang disepakati untuk pembelajaran kolaboratif. Untuk mendukung hal ini, anda dapat memanfaatkan fitur small group.
  • Membuat Timeline aktivitas pembelajaran bersama yang akan dilakukan. Timeline ini wajib ada, bertujuan untuk membagi aktivitas masing-masing guru pada kelas kolaboratif tersebut. Timeline dapat mencakup waktu, materi, kegiatan (yang dilakukan guru dan siswa), penugasan, dan seterusnya. Jangan lupa untuk mencantumkan nama guru yang bertugas untuk memandu aktivitas pembelajaran setiap minggunya. Timeline ini mirip dengan agenda mengajar yang biasa kita buat dan gunakan saat mengajar. Sebagai contoh, anda dapat melihat timeline collaborative learning sekolah saya dengan beberapa sekolah partner dari Thailand, yang saat ini sedang berlangsung, berikut:

Collaborative learning Timeline

  • Menyusun kegiatan pembelajaran yang efektif dan interaktif sehingga benar-benar tercipta pembelajaran kolaboratif yang diinginkan. Semua kegiatan dapat diagendakan dan mengacu pada Timeline yang sudah dibuat.
  • Melakukan uji coba terhadap kelas bersama yang akan digunakan, dengan guru partner atau dengan siswa kita, terlebih dahulu. Sehingga pada saat pembelajaran dimulai semua sudah siap.

Sedangkan untuk siswa, persiapan yang dilakukan sebelum memulai pembelajaran kolaboratif ini adalah :

  • Sebuah account sebagai “Student” yang digunakan untuk bergabung pada kelas bersama.
  • Pengetahuan mengoperasikan fitur e-learning (dalam hal ini fitur group pada edmodo).
  • Penguasaan Bahasa Inggris atau bahasa daerah. Selain dengan menggunakan Bahasa Indonesia, ada baiknya siswa dan guru dapat berkomunikasi menggunakan bahasa internasional atau bahasa daerah lain. Pengusaan bahasa tersebut penting untuk menjaga komunikasi dan interaksi antar anggota kelas bersama, yang berasal dari daerah tertentu. Sehingga suasana kelas tetap kondusif, bahka menjadi lebih akrab.
  • Pengetahuan tentang materi/topik yang akan dipelajari bersama.

Untuk mendapatkan teman guru partner/sekolah partner yang akan diajak berkolaborasi, anda dapat memanfaatkan komunitas-komunitas yang telah anda ikuti dan membuat kesepakatan dengan beberapa guru serumpun untuk mengadakan pembelajaran kolaborasi.

Selain beberapa persiapan di atas, dukungan dari sekolah asal, baik dalam hal infrastruktur maupun komitmen untuk melakukan pengembangan metode pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah, menjadi hal yang sangat penting. Sebab jika tidak, maka pembelajaran kolaborasi ini hanyalah akan menjadi angan-angan semata.

Mudah-mudahan bermanfaat 😀