Akhir Bulan Agustus yang lalu, salah satu siswa SMKN 3 Jombang, Austin Fascal Iskandar menjadi salah satu peserta MAGIS (Mobile Apps Goethe Institute SEAMOLEC) Camp 2016 untuk berkompetisi mengembangkan aplikasi pembelajaran bahasa Jerman berbasis Android. Acara ini digagas oleh Seamolec dan telah berlangsung sejak Tahun 2013.

Para peserta MAGIS Camp 2016

Tahun ini, MAGIS Camp dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus hingga 4 September 2016  di Serpong, Banten yang diikuti oleh sekitar 30 siswa-siswi dari Indonesia, Malaysia dan Thailand.  Para siswa tersebut terpilih melalui seleksi yang dilaksanakan oleh Seamolec berdasarkan kemampuan di bidang pemrograman Android, Desain grafis dan Bahasa Jerman.

Untuk seleksi siswa (programmer) dilaksanakan berdasarkan portofolio siswa dengan kriteria yang telah ditentukan, diantaranya menguasai Bahasa Inggris Aktif, mengerti konsep dasar pemrograman (logika, struktur kontrol, array), mampu melakukan setup awal pemrograman android menggunakan Android Studio, seperti instalasi Android Studio, meng-compile, dan menjalankan project, mampu menggunakan komponen utama UI untuk aplikasi android, seperti Textview, Button, Layout, Textbox, Listview, Activity, navigasi antar halaman, mampu memanfaatkan fitur multimedia di android, seperti play sound, speech recognition, text to speech), mampu membuat tampilan dinamis di android dan yang paling penting siswa telah membuat sedikitnya 1 aplikasi android.

Sedangkan untuk Desainer Visual, berbahasa Inggris Aktif, mampu mengoperasikan software pengolah citra bitmap seperti adobe photoshop, GIMP, dll., mampu mengoperasikan software pengolah citra vektor, seperti adobe illustrator, corel, inkscape, dll, memahami dasar-dasar pengembangan desain UI Android. 

Setelah memenuhi kriteria di atas, siswa mengikuti seleksi wawancara online dengan menggunakan Bahasa Inggris melalui chat room yang disediakan oleh Seamolec menggunakan aplikasi WebEx. Pada sesi wawancara ini, siswa diminta untuk menunjukkan aplikasi android yang sudah pernah dibuatnya. Sesi wawancara ini dilakukan secara bersamaan dengan peserta dari sekolah lain dalam durasi 2 jam.

Pengumuman hasil seleksi diinformasikan melalui email setelah 3 hari pelaksanaan test. Dan Alhamdulillah, siswa Austin Fascal Iskandar termasuk dalam 30 siswa yang berhasil lolos dalam seleksi tersebut. Para peserta terpilih selanjutnya akan berkompetisi lagi untuk mengembangkan aplikasi pembelajaran Bahasa Jerman tingkat dasar berbasis Android.

Berkolaborasi dengan siswa dari Malaysia dan Thailand

30 siswa yang telah terpilih, selanjutnya dikelompokkan menjadi beberapa grup yang terdiri atas 3 siswa yang masing-masing siswa memiliki tugas sebagai programmer, desainer visual dan konten Bahasa Jerman. Dalam hal ini, Austin Fascal Iskandar (dari SMKN 3 Jombang) bertugas sebagai programmer.

Berkolaborasi dengan siswa dari Malaysia dan Thailand

Jika boleh jujur, pada awalnya keikutsertaan pada acara ini hanyalah untuk menguji kompetensi dan produk aplikasi yang pernah dibuat oleh siswa saya saja. Karena kebetulan beberapa siswa pernah membuat aplikasi pembelajaran android pada tugas project yang pernah saya berikan saat mereka kelas X. Saat itu mereka membuat aplikasi android menggunakan App Inventor.

Namun, jika ternyata produk siswa diapresiasi dan bisa membawa salah satu siswa saya untuk berkompetisi dan berkolaborasi dengan siswa tingkat regional, maka hal ini merupakan kebanggaan tersendiri dan kesempatan yang luar biasa bagi saya selaku pembimbing dan khususnya untuk siswa itu sendiri.

Nah, pada awal kegiatan MAGIS Camp ini, siswa mendapatkan materi sesuai dengan bidangnya (programmer, desain grafis dan pengisi konten bahasa Jerman) untuk memperdalam materi sebelum mereka mulai mengembangkan aplikasi. Selanjutnya para peserta bergabung dengan kelompok untuk berkolaborasi dan bekerja sama merencanakan dan mengembangkan aplikasi mereka.

Penyampaian materi oleh experts

Pada workshop ini hadir juga Rizal dan Joshua, pemenang MAGIS-Camp tahun lalu yang berbagi pengalaman mereka serta memberikan masukan kepada para perserta.

Pemenang MAGIS Camp Tahun 2015

Selain itu, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk rekreasi di dua tempat wisata di Jakarta, yaitu Taman Mini Indonesia Indah serta Monumen Nasional. Acara ini sekaligus mengenalkan siswa Malaysia dan Thailand kepada aset budaya Indonesia, sebelum keesokan harinya kembali disibukkan oleh pekerjaan mengembangkan aplikasi  🙂

Rekreasi ke TMII

Saat pembuatan aplikasi, peserta didampingi oleh para ahli di  bidang IT, design dan Bahasa Jerman. Hampir sebagian besar waktu siswa di camp digunakan untuk berdiskusi dan mengembangkan aplikasi pembelajaran Bahasa Jerman ini.

Penyampaian materi oleh tim ahli Seamolec

Seamolec juga mendatangkan beberapa siswa siswi dari sekolah internasional Jerman sebagai penutur, untuk merekam kalimat-kalimat yang diperlukan untuk aplikasi ini.

Para siswa Sekolah Internasional Jerman

Dan pada hari terakhir, peserta berkesempatan untuk mempresentasikan karyanya di depan instruktur, panitia dan peserta lain.

Presentasi peserta

Setelah mengikuti MAGIS Camp selama hampir 9 hari, peserta terus melanjutkan pengembangan aplikasinya hingga Bulan November 2016. Kelompok yang akan memenangkan kompetisi ini adalah kelompok yang aplikasinya paling banyak diunduh, memiliki tata bahasa dan teknik penyajian konten yang baik. Pemenang juga berkesempatan untuk mempresentasikan karyanya pada pada seminar international di Asia Tenggara.

Peserta dari Indonesia dan Panitia MAGIS Camp 2016

Semoga semua peserta yang mengikuti MAGIS Camp 2016, terutama SMKN 3 Jombang (Austin Fascal Iskandar) bisa menghasilkan karya aplikasi android terbaik yang bermanfaat bagi siapa saja yang ingin belajar Bahasa Jerman. Amin