Entah kenapa saya selalu senang ketika mendapat tugas menjadi fasilitator untuk workshop TIK. Saya senang ketika bercuap-cuap di depan audiens, membicarakan tentang internet, media pembelajaran dan semua hal tentang teknologi komputer.

Sejak bergabung dengan tim fasilitator ICT Dinas Pendidikan Kab. Jombang, sekitar 6 tahun yang lalu, memang saya sering mendapatkan tugas untuk menjadi fasilitator di berbagai kegiatan pelatihan kompetensi guru di bidang TIK, baik di kota Jombang maupun di luar kota. Aktivitas ini membuat saya merasa menemukan dunia saya, hal lain selain mengajar yang bisa memfasilitasi hobby saya, untuk berbagi pengalaman dan menemukan hal-hal baru bersama teman-teman satu profesi.

Karena alasan kenyamanan ini pula-lah, beberapa waktu yang lalu saya coba untuk mengajukan lamaran alih profesi menjadi widyaiswara, dengan harapan bisa lebih mengembangkan diri di zona ini. Meski jujur, saya agak pesimis untuk bisa lolos, mengingat pangkat/golongan saya yang masih terlalu muda (III/b), masa kerja PNS juga masih 3 tahun, Pendidikan yang masih S-1, dan pengalaman yang jauh dari kata “cukup”.

Namun, karena persyaratan yang dibutuhkan tidak memperhitungkan itu semua, maka saya memberanikan diri untuk mengajukan lamaran ini, meski tidak sedikit teman yang mencibir saya..he..he..

Sebenarnya tujuan awal saya mengikuti seleksi ini tidak-lah muluk-muluk, saya hanya ingin cari pengalaman (klise ya?)… atau bisa dibilang sekedar kepingin tahu proses seleksinya (administrasi, tes tulis, wawancara), supaya bisa berbagi pengalaman dengan teman-teman yang mungkin juga tertarik untuk alih profesi menjadi Widyaiswara.

Namun, .. jangankan lolos seleksi wawancara, seleksi administrasi aja saya sudah tumbang…he..he.. Yah, mungkin belum rezeki saya … **menghibur-diri**

————-tulisan ini sengaja dibuat warna warni dengan tujuan untuk menarik perhatian 🙂 ——–

——— tolong jangan diprotes ———–

Ngomong-ngomong soal pelatihan, pertengahan Bulan Maret lalu saya mendapatkan tugas untuk melatih 100 orang guru dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK se-kab. Jombang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini diberi judul “Workshop pengembangan bahan ajar dan bahan ujian berbasis TIK”.

Kegiatan kali ini diikuti oleh 100 orang guru-guru non-TIK dari tingkat SD, SMP dan SMA/SMK Swasta sederajat. Dari total 100 peserta workshop yang ikut, 50 % peserta adalah guru sekolah dasar dari berbagai pelosok kota Jombang yang dipastikan belum pernah mengikuti kegiatan serupa.

Beberapa kali sebagai fasilitator untuk kegiatan serupa, membuat saya sedikit agak santai. Apalagi kali ini pesertanya adalah guru-guru yang belum pernah sama sekali belajar TIK, maka tidak dibutuhkan persiapan khusus, apalagi materi yang ndakik-ndakik. Cukup dengan materi-materi dasar yang sudah pernah saya buat sebelumnya, tinggal di-modif sedikit dan langsung dipresentasikan.

Karena pesertanya banyak dari guru SD, maka beberapa hari sebelum acara dimulai, saya sempatkan diri untuk menggali tentang kompetensi guru-guru SD di bidang TIK di beberapa sekolah. Sasaran utamanya adalah beberapa SD Swasta favorit di Kabupaten Jombang. Tujuannya untuk mendapatkan sedikit gambaran tentang kemampuan guru dalam mengoperasikan komputer, sehingga materi yang nanti akan saya sampaikan lebih tepat sasaran.

Dari informasi yang saya dapatkan, ternyata sebagian besar guru SD (terutama SD swasta), memang telah memiliki kemampuan mengoperasikan komputer yang baik dan usianya pun masih terbilang muda (usia di bawah 30 tahun). Informasi ini sedikit melegakan saya, karena tugas saya menjadi agak ringan 🙂 Setidaknya saya tidak perlu mengajari mereka dari nol, dan cukup menjadi penyemangat mereka untuk mengembangkan kompetensi yang sudah ada (bilang aja nggak mau repot..he..he)

Meski begitu, teman-teman berpesan kepada saya supaya sedikit meningkatkan volume kesabaran saya. Mereka berpesan bahwa menghadapi guru SD, tidak ubahnya seperti menghadapi anak SD, butuh kesabaran..?? Ah..mosok se ?!

Maka berbekal dari data dan wejangan teman-teman ini, saya pun cenderung tertarik untuk mempersiapkan mental kesabaran dari pada materi yang akan saya sampaikan. Apalagi materi yang akan saya sampaikan pada Workshop kali ini tidak jauh beda dengan tahun-tahun sebelumnya, yaitu tentang pembuatan bahan ajar menggunakan Power Point dan Bahan Ujian mengunakan Quiz Creator, serta Materi tambahan Image dan Video Editor dan sedikit pengenalan Media ajar berbasis E-Learning.

Jika pada workshop tahun-tahun sebelumnya saya dituntut untuk memberikan konten yang padat, mencakup teori dan praktek menggunakan media berbasis TIK, maka kali ini lebih pada optimalisasi konten untuk pembuatan media ajar yang menarik dan interaktif berupa tampilan gambar atau video.

Para peserta workshop ICT Kab. Jombang 2013

Yah, maklumlah..bahan ajar ini akan disampaikan ke anak-anak sekolah dasar, jadi mereka tidak membutuhkan banyak teori dalam metode penyampaiannya. Cukup dengan analogi-analogi berupa gambar atau video dan animasi-animasi tertentu yang membuat anak-anak bersemangat untuk belajar.

Dan acara berlangsung 5 hari ini pun berjalan dengan lancar… pesertanya pun banyak yang masih muda, sehingga lebih mudah diajak berkomunikasi (yang sudah tua males kali ya? :)). Dari skill penguasaan komputer pun lumayan, meski masih sedikit butuh polesan pengembangan, tapi tidak masalah… itulah tugas saya.

Maka jadilah bahan ajar hasil karya guru sekolah dasar yang konten-nya unyu-unyu..

Terus terang, saya tidak pernah membayangkan sebelumnya kalau bahan ajar yang mereka hasilkan bisa sangat kreatif seperti ini. Hampir sebagian besar bahan ajar mereka minim teks, dan penuh dengan gambar dan animasi yang menarik. Sangat berbeda dengan hasil karya peserta lain dari guru tingkat sekolah menengah. Jujur, saya jadi banyak belajar dari cara mereka menyampaikan konten pembelajaran.

Guru sekolah dasar memang berbeda dengan guru sekolah menengah, mereka tidak hanya menguasai materi yang diajarkan, melainkan juga memiliki daya imajinasi dan kreatifitas yang tinggi. Ada keceriaan, optimisme dan semangat tinggi, yang?tergambar dari bahan ajar dan bahan uji yang dibuat oleh hampir semua peserta guru SD.

 

Bersama guru penerima door prize dari Telkom speedy Jombang

Pengalaman seperti inilah yang membuat saya senang ketika mendapatkan tugas untuk melatih para guru, karena selain bisa mentransfer ilmu yang saya miliki, saya juga banyak belajar dari para peserta yang memiliki kelebihan lain yang tidak saya miliki.

Namun, satu hal yang belum sempat saya sampaikan, yaitu materi tentang media pembelajaran berbasis web / blog. Wah seru kali ya… jika mereka belajar nge-blog. Karena selain mereka bisa memanfaatkan media ini untuk pembelajaran, mereka juga bisa sharing pengalaman selama mereka mengajar di sekolah dasar. Dan tentu, saya juga bisa menimba ilmu dari pengalaman mereka…ya… itung2 saling berbagi 🙂

Mudah-mudahan masih ada kesempatan lain.. semogaaaa….