Saat ini begitu banyak jenis platform e-learning yang ditawarkan, stuff mulai dari yang sangat sederhana, see sampai pada yang paling komplek. Mulai dari yang gratis sampai yg berbayar, prescription mulai dari yang self-hosted sampai yg vendor hosted, mulai dari yang buatan anak negeri sampai buatan luar negeri. Masing-masing platform tersebut membawa kekurangan dan kelebihan masing-masing, yang tentu saja semua bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan guru dan siswa dalam proses pembelajaran, melakukan sharing resources (berbagi bahan ajar) dan learning activities (aktivitas pembelajaran seperti diskusi, test, chat).
Bahkan saat ini, beberapa platform e-learning tidak hanya memfasilitasi kebutuhan guru dan siswa pada proses pembelajaran saja, melainkan juga memfasilitasi kebutuhan orang tua dalam memantau perkembangan akademis anaknya di sekolah, bahkan untuk berinteraksi (berkomunikasi) dengan para pengajarnya.

Memang, saat ini semua jenis platform e-learning berlomba-lomba menyajikan berbagai fitur/tools yang diharapkan dapat memenuhi semua kebutuhan guru dalam merencanakan, melakukan, dan mendokumentasikan aktivitas pembelajaran, melakukan asesmen, dan semua hal yang biasa dilakukan para oleh guru pada kelas konvensional. Saat ini, e-learning telah menjadi bagian dari proses pembelajaran yang membantu memudahkan para pengajar dalam melakukan aktivitas pembelajarannya.

Begitu banyaknya pilihan platform e-learning, menuntut kita untuk dapat memilah-milih setidaknya satu platform yang akan menjadi partner belajar dan mengajar kita di sekolah. Cara yang terbaik yang dapat dilakukan oleh seorang guru sebelum memutuskan untuk menggunakan platform tertentu, adalah dengan mengenal dan mempelajari fitur yang didukungnya. Dan berikut beberapa jenis platform e-learning yang bisa kita dijadikan referensi:

E-Learning Berbasis Open Source (self-hosted):

Secara garis besar, perbandingan masing-masing LMS di atas dapat dilihat sebagai berikut :

Platform di atas dapat dibangun pada localhost (offline/intranet) maupun secara online dan dapat dikembangkan kembali source code-nya menyesuaikan pengguna. Penggunaan platform di atas menuntut sedikit banyak pengetahuan tentang teknologi jaringan, web server, bahasa pemprograman dan seterusnya.

Di samping beberapa open source based e-learning platform di atas, banyak pula tersedia platfrom e-learning yang bisa langsung kita manfaatkan tanpa harus menyediakan server secara khusus dan proses instalasi yang panjang. Platform ini menyimpan konten dan aktivitas pembelajaran pada server yang disediakan oleh pengembangnya (vendor hosted). Di antaranya platform tersebut adalah :

Penggunaan jenis platform di atas banyak disukai oleh para pengajar karena platform tersebut tidak menuntut kemampuan dalam membangun dan mengembangkannya. Semua fitur yang didukung oleh platform tersebut telah siap digunakan, dan para pengajar hanya perlu memahami dan menyesuaikan sistem yang ada di dalamnya.

Tak kalah dengan e-learning buatan luar negeri, saat ini para pengembang web di Indonesia juga berlomba-lomba untuk membangun platform e-learning berbahasa Indonesia, berikut di antaranya :

  • Fodboo: Menawarkan social network learning, di mana para anggota dari berbagai sekolah dari berbagai provinsi di Indonesia bisa saling berbagi mata pelajaran dengan cara mengunggah, melihat, serta mengunduhnya. Platform ini dapat dimanfaatkan secara gratis.
  • Studentbook: Mengintegrasikan sistem informasi akademik, jejaring sosial akademik, dan e-learning. Platform ini cukup bagus, karena memfasilitasi komunikasi antara siswa, guru dan orangtua. Platform ini dapat dimanfaatkan secara gratis.
  • Goesmart : Goesmart lebih mirip dengan FodBoo. Sesama anggota saling terhubung dan bisa saling bertukar materi pelajaran mulai dari tingkat SD hingga SMA. Platform ini dapat dimanfaatkan secara gratis.
  • Hoodemia : Dikembangkan oleh Pusat Ilmu Komputer (Pusilkom) Universitas Indonesia dan dirancang untuk dapat terkoneksi dengan sistem akademik pendidikan. Selain dapat bersosialisasi antar pengguna, jejaring ini juga dapat digunakan untuk melihat nilai akademik atau kegiatan akademik lainnya seperti jadwal perkuliahan dan seterusnya.
  • Kelase : Mobile Learning Platform (MLP) yang menargetkan segment pendidikan secara institusional baik formal maupun non-formal. Kelase menyediakan alat bantu (learning tool) yang memudahkan para pengajar untuk mengelola proses KBM-nya, baik Lesson Planer, Bloom Toolbox, RubriMaker, Learning Flow Template, dan learning tool lainnya.
  • Kelas maya : Portal resmi Kemdikbud yang dikembangkan oleh PUSTEKKOM yang menawarkan konten bahan ajar interaktif yang dilengkapi dengan media pendukung gambar, animasi, video dan simulasi. Portal ini juga memfasilitasi komunikasi guru dan siswa, bahkan interaksi antar komunitas pendidikan. Platform ini dapat dimanfaatkan secara gratis.
  • Harukaedu : Menawarkan solusi layanan pendidikan jarak jauh melalui internet (online education) berupa online learning dan online degree program, bagi Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia. Harukaedu tidak memfasilitasi social network learning, melainkan menawarkan program online degree sebagaimana Harvard University, Stanford University, George Washington University, dan sederet PT top dunia lainnya.
  • Dan beberapa platform buatan anak negeri lainnya.

Kita patut mengapresiasi usaha pengembang web Indonesia dalam membangun dan mengembangkan jenis platform e-learning yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dunia pendidikan di Indonesia. Dengan banyaknya pilihan platform berbahasa Indonesia, secara tidak langsung akan memperkaya konten pembelajaran berbahasa Indonesia sekaligus meningkatkan produktifitas para pengajar dalam mengembangkan konten pembelajaran yang bermanfaat untuk dunia pendidikan di Indonesia.

Dari sekian banyak platform e-learning yang ditawarkan, ada kalanya membuat kita semakin bingung dalam memilih platform terbaik dari semua jenis platform yang ada.

Tulisan saya selanjutnya akan memberikan sedikit tips untuk memilih jenis platform terbaik yang bisa digunakan sebagai partner pada proses pembelajaran kita.