Saat ini sebagian besar dari pengguna internet percaya bahwa cloud storage merupakan salah satu solusi terbaik untuk menyimpan data, baik data pribadi maupun data yang akan kita dikelola lagi. Hal ini dikarenakan kita tidak perlu membawa media penyimpanan kemana-mana untuk file-file kita anggap penting, karena semuanya dapat diakses darimana saja melalui internet.

Cloud storage atau virtual drive sendiri pada dasarnya mirip dengan konsep file server pada suatu kantor perusahaan, hanya saja infrastruktur media storage tersebut dikelola oleh provider cloud dan pemanfaatannya dijadikan layanan penyimpanan file yang dapat diakses dari internet.

Saya sendiri merasakan banyak manfaat dari cloud storage ini, ketika suatu saat saya kehilangan semua data pribadi dan sekolah, bersama dengan laptop saya yang hilang beberapa waktu yang lalu (bc. Rencana Tuhan yang Sempurna).

Namun, dengan menyimpan sebagian data pada cloud ini, terutama di email, dan beberapa provider yang menyediakan layanan penyimpanan gratis di internet, seperti google docs/dropbox/4shared (untuk menyimpan file-file dokumen), photobucket/facebook (untuk menyimpan file gambar), slideshare.net (untuk menyimpan file bahan ajar saya) dan beberapa elearning seperti edmodo untuk menyimpan dokumentasi mengajar saya, saya merasa tidak benar-benar kehilangan semua data saya.

Cloud storage saat ini juga tidak hanya dimanfaatkan oleh perorangan. Beberapa perusahaan, lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan dan seterusnya juga banyak menggunakan cloud storage untuk menyimpan data keuangan, dokumen rahasia, data akademik dan lainnya.

Namun, apakah data kita dalam cloud storage tersebut aman?

Banyak dari kita memang kurang memperdulikan keamanan data dan informasi yang tersimpan pada cloud storage ini, sehingga hal ini dapat beresiko pada data dan informasi tersebut. Saya sendiri sering kali “jatuh bangun” berperang melawan hacker yang seakan tiada henti memata-matai blog pribadi saya dan berusaha menghancurkannya.

Mungkin kita juga sering mendengar kebocoran data yang bersifat rahasia milik lembaga pemerintahan akibat ulah pada hacker tersebut.

Percayalah, bahwa semua data yang kita simpan pada cloud sebenarnya tidaklah benar-benar aman! Dalam beberapa hal kita perlu kuatir akan keamanan data kita pada cloud storage tersebut, sehingga beberapa upaya penting kita lakukan untuk menjaga keamanannya.

Berikut adalah hal yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir cybercrime atas data kita yang ada di cloud storage:

  • Pilihlah provider/layanan cloud yang secara otomatis mengenkripsi data yang Anda upload. Enkripsi data akan membuat data? tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus.
  • Gunakan program keamanan untuk perangkat Anda. anda dapat melakukan pengamanan berlapis pada perangkat/aplikasi anda.
  • Gunakan password yang rumit, yang tersusun lebih dari 10 karakter dengan kombinasi angka, huruf dan karakter alphanumerik. Password dengan kombinasi huruf dan angka saja akan dapat terbaca oleh sebuah aplikasi tertentu yang kemungkinan digunakan oleh para hacker.
  • Jangan malas memback-up data pada perangkat kita. Karena sedikit apapun back up data yang kita lakukan, suatu saat pasti akan berguna.
  • Jangan membuka link atau membuka attachment dari email yang tidak dikenal atau mencurigakan. Jika memungkinkan bisa langsung dihapus atau dimasukkan ke folder spam. Untuk yang satu ini adalah hobby saya..he..he.. #bersih2

Bagi saya pribadi, cloud storage yang sangat penting untuk diamankan pertama kali adalah email pribadi. Karena semua pintu akses menuju semua layanan cloud, berada pada satu jenis cloud storage ini.

Semoga bermanfaat 😀

Referensi :

http://www.cloudindonesia.or.id/
http://cloud-indonesia.blogspot.com/

Gambar : http://www.vaultive.com/