Menara Eiffel

Entah ini sebuah kebanggaan atau sebuah keberkahan, tapi sejujurnya saya tidak pernah menyangka bisa sampai sejauh ini!

Untuk bisa menuntut ilmu di Jerman saja saya sudah merasa sangat bersyukur, apalagi dapat menginjakkan kaki di negara yang menjadi impian hampir semua traveler di muka bumi ini. Tentu ini adalah sebuah kesempatan yang luar biasa, yang harus saya syukuri?

Dengan berbekal Google Maps dan tiket bus yang terbilang sangat murah, saya bersama 13 teman lainnya berlalu melawan suhu dingin 1°C Kota Frankfurt menuju pool FlixBus yang akan membawa kami menuju Kota Paris. FlixBus merupakan moda transportasi antar kota di benua Eropa dan Amerika Serikat yang sangat terkenal dan memiliki basis company di Jerman. FlixBus menjadi pilihan kami, karena harganya yang murah dan nyaman serta fasilitas free wi-fi di sepanjang perjalanan. Saat itu kami memesan tiket ini secara online melalui website resminya, https://global.flixbus.com/bus

Moda transportasi Flixbus

Tentu, kami semua sangat newbie dan baru pertama kali menggunakan transportasi ini. Namun.. lagi-lagi, dengan berbekal Google Maps dan print out peta destinasi Kota Paris, kami merasa sangat pede bisa melalui perjalanan ini dengan aman, nyaman, murah dan menyenangkan ??

Naik KA local di Paris

Maka setelah menempuh 8 jam perjalanan, sampailah kami di Kota Paris. Dari pool FlixBus, kami berjalan kaki sepanjang 500 meter menuju Station KA di Kota Bercy. Melalui kereta api di stasiun inilah kami membeli 3 tiket kereta api untuk menuju 5 destinasi wisata yang telah kami rencanakan sebelumnya. Kelima tempat wisata itu adalah Menara Eiffel, Arc de Triomphe, Place de la Concorde, Musee de Louvre dan Notre Dame Cathedral Paris?

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah menara Eiffel. Menara Eiffel menjadi kunjungan prioritas kami pagi ini, karena cuacanya yang sangat cerah. Meski suhu saat itu sangat rendah, namun langit di atas menara sangat mendukung untuk berfoto2 syantikk!! ?

Setelah berpuas diri berfoto2 di sekitar Eiffel, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Arc de Triomphe (“Monumen Kemenangan”). Monumen ini berdiri di tengah area Place de l’Étoile, di ujung barat wilayah Champs-Élysées. Menurut wikipedia, monumen ini dibangun atas perintah Napoleon Bonaparte untuk menghormati jasa tentara kebesarannya atas kemenangannya dalam Pertempuran Austerlitz.

Arc de Triomphe

Saat itu suasana di area ini sangat ramai pengunjung, sehingga kami tidak betah berlama-lama di sini dan segera menuju ke destinasi selanjutnya, yaitu Place de la Concorde, menggunakan kereta api ?

Place de la Concorde

Place de la Concorde ini adalah alun-alun di kota Paris yang berbentuk oktagon dan dihiasi dengan patung-patung dan air mancur. Alun-alun ini memiliki cerita sejarah yang agak mengerikan karena tempat ini menjadi saksi pembunuhan besar2an pada saat Revolusi Prancis. Salah satu orang yang dieksekusi disini adalah Raja Louis XVI, pada 21 Januari, 1793 (sumber:Wikipedia). Tempat ini sangat luas layaknya alun-alun kota dengan dikelilingi gedung-gedung tua yang sangat indah?

Place de la Concorde

Dari Place de la Concorde, kami melanjutkan perjalanan menuju Musee de Louvre dengan berjalan kaki. Kami memilih untuk berjalan kaki, karena di sepanjang perjalanan, kota ini tampak indah dengan gedung-gedung yang tua yang menjulang tinggi dan saling terkait satu dengan lainnya. Sepanjang perjalanan kami juga menyusuri sungai yang sangat cantik dengan jembatan yang menghubungkan sisi kota. Yah, sangat pas untuk berfoto2 ria sembari berjalan menuju Musee de Louvre ?

Musee de Louvre

Musee de Louvre termasuk salah satu destinasi wisata di Paris yang terkenal. Destinasi ini sepertinya selalu menjadi satu paket perjalanan wisata di Kota Paris. Sebelumnya saya mengenal tempat ini dari foto2 di Instagram para artis terkenal, seperti Syahrini dan Maya Estianty ??

Musee de Louvre

Musee de Louvre sendiri merupakan salah satu museum seni terbesar dan monumen bersejarah di dunia. Museum ini bertempat di Istana Louvre yang berupa benteng yang dapat dilihat di ruang bawah tanah museum.
Untuk dapat melihat-lihat ke dalam istana, pengunjung harus antri untuk membeli tiket masuk. Karena cukup lelah, maka saat itu kami memutuskan untuk melihat-lihat di bagian luarnya saja, karena males antri plus ngirit! ?

Musee de Louvre

Meski tidak masuk ke dalam museum, kami masih bisa melihat-lihat bangunan musem di sekitarnya yang sangat indah. Di area depan museum juga terdapat banyak burung dara yang sangat cantik. Maka jadilah kami bermain-main saja bersama burung-burung itu sambil menikmati bekal makan siang bersama, yang kami bawa dari Guest House ?

Musee de Louvre

Yah, kami memang sebisa mungkin menghemat anggaran konsumsi, karena menurut informasi yang kami baca, jajanan di kota ini bisa dibilang cukup mahal. Maka membawa bekal makanan dari rumah adalah solusi yang bagus sehingga kami masih bisa saving dana untuk membeli oleh2 souvenir dari Kota Paris.

Terhitung tidak lebih dari 70 € (sekitar 1 jutaan, kurs Rp.15.000) biaya yang kami keluarkan untuk sampai di Kota Paris. Itu sudah termasuk tiket FlixBus dan beberapa tiket kereta api local mulai dari statiun di Dornberg – Gross Gerau.

Untuk sebuah perjalanan ke Kota Paris, tentulah harga ini terbilang sangat murah, jika dibandingkan harus berangkat dari Indonesia..wkwk. Yah, hanya seharga tiket pesawat dari Surabaya-Jakarta sekali jalan.. ?

Bagi setiap orang, tentu mengunjungi Kota Paris memberi kesan yang berbeda-beda. Namun, bagi saya pribadi, mengunjungi Kota Paris bukan sekedar kebanggan ataupun euforia efek visa Schengen yang ada di tangan. Namun ini adalah sebuah keberkahan dari niat baik untuk belajar dan ridlo suami serta orang tua dalam menuntut ilmu di negeri orang.
Alhamdulillah.