Tidak sedikit yang menanyakan kepada saya, kenapa pelatihan di Jerman lebih banyak diisi dengan jalan-jalan dari pada belajar di dalam kelas ­čśÇ

Heidelberg Castle

Yah.. Setiap minggu, kami memang hampir selalu ada agenda untuk belajar di luar kampus, seperti field-trip maupun excursion (wisata). Jika pada kegiatan field-trip kami mengunjungi beberapa perusahaan yang menerapkan Dual System – VET (dengan bonus jalan-jalan mengunjungi objek wisata di sekitar lokasi), maka untuk excursion (wisata), kami diajak secara khusus oleh pengelola guest house untuk mengunjungi tempat wisata yang menjadi ikon kota-kota di Jerman ?

Heidelberg Castle

Namun, jika dalam minggu tertentu tidak ada 2 kegiatan tersebut, maka kami biasanya mengagendakan (secara personal) untuk mengunjungi negara-negara eropa lain, seperti Paris, Belgia atau Amsterdam atau negara lain sekiranya yang masih terjangkau dari sisi waktu dan finansial) ?

Atau, kami juga biasa jalan2 ke luar kota, sekedar untuk melihat2 kereta api cepat ICE (intercity-Express) di Frankfurt atau mencari pasar murah (flohmarkt) dan toko Asia yang menjual bahan-bahan makanan dari Indonesia sebagai pengobat rasa rindu kami terhadap keluarga dan tanah air Indonesia ??

Heidelberg Castle

Sedangkan kami belajar full di kelas, mulai hari Senin – Jumat mulai pukul 07.30 – 14.30 (hari Rabu -> field-trip ). Untuk proses pembelajaran tertentu di dalam kelas, Secara khusus kami memang dilarang untuk mempublikasikannya di media sosial. Di HLFT, atau mungkin di sebagian besar kampus di Jerman, menjaga privasi seseorang maupun sebuah institusi menjadi kewajiban yang harus kami dipatuhi, kecuali jika kami telah mendapatkan ijin dari pihak-pihak yang terkait ?

Heidelberg Castle

Saya sendiri (secara pribadi) menuliskan hampir semua pengalaman saya ini, karena saya merasa tidak banyak informasi detail yang saya dapatkan dari media online tentang pengalaman teman-teman yang telah lebih dahulu mendapatkan kesempatan serupa, yang bisa saya pelajari ? Termasuk informasi tentang kegiatan di kampus dan kehidupan di lingkungan asrama yang seharusnya kami dapatkan sebelumnya. Sehingga waktu itu, saat saya mendapatkan tugas ini, saya hanya bisa membayangkan sekiranya apa yang akan saya lakukan selama pelatihan, hanya berdasarkan draft jadwal yang kami peroleh dari kementerian ?

Nah, kembali ke kegiatan selama di sini.. Untuk weekend kali ini kami melakukan excursion dengan mengunjungi sebuah kastil dan kota tua yang berlokasi di Heidelberg, negara bagian Baden-W├╝rttemberg, Jerman. Bersama Mr. Striebel (Manager guesthouse), kami menuju kota Heidelberg menggunakan bus besar berkapasitas lebih dari 30 orang yang kami naiki hanya ber-11 orang ?

Heidelberg Castle

Seperti biasa bus yang membawa kami terasa sangat nyaman, bahkan kali ini dilengkapi dengan kamar kecil (toilet) dan mesin pembuat kopi yang disedikan untuk para penumpangnya. Jika biasanya (saat di Indonesia) saya selalu sensitif dengan bau-bauan seputar bus) maka sejak di Jerman, kebiasaan itu sama sekali hilang tidak berbekas. Bahkan.. jujur, saya sampai lupa loh kalau saya ini pemabuk berat. Kemarin saat perjalanan ke Paris dengan jarak tempuh lebih dari 8 jam saja, saya lepas dari meminum obat anti mabuk. Entah karena memang kendaraan dan supirnya yang oke, atau karena sugesti terbawa perasaan senang karena sedang berwisata..??

Sungai Neckar dengan jembatan tua Karl-Theodor

Menempuh perjalanan sekitar 1 jam dari Gros Gerau.. kami pun tiba di area parkiran Neckarmunzplatz, Heidelberg. Segera kami turun dari bus, dan seperti biasa kami disuguhi pemandangan yang sangat indah, sungai Neckar dengan jembatan tua Karl-Theodor yang berada di tepi kota tua Heidelberg. Jembatan ini seperti menjadi pemandangan pembuka keindahan kota ini ?

Heidelberg Old Town

Saat mulai melintasi kota tua, kami melihat toko-toko yang berjualan souvenir2 cantik khas Kota Heidelberg. Sementara ini tujuan utama kami adalah Kastil Heidelberg, maka segeralah kami menuju ke Stasiun Kornmarkt. Di stasiun ini kami membeli tiket kereta api seharga 8 euro yang akan mengantar kami menuju kastil, sehingga kami tidak perlu berjalan kaki menaiki bukit yang memiliki ketinggian sekitar 80-100 meter ????

Kereta Api Listrik Menuju Kastil

Kurang dari 5 menit, kami pun sampai di stasiun pemberhentian dan bergegas menuju kastil untuk menikmati sisa-sisa keindahan Kastil Heidelberg yang hancur akibat perang dunia II. Meski bangunan kastil sudah tidak utuh lagi, namun masih kental terlihat kemegahannya, sebelum dia hancur karena serangan hebat Raja Louis XIV dari Perancis. Kini yang tersisa.. dinding besar dengan bekas terbakar yang sampai saat ini masih terawat dengan baik ?

Heidelberg Castle

Saat kami mengunjungi kastil ini, kami dipandu oleh seorang guide wanita yang disewa khusus untuk memberikan informasi detail tentang sejarah kastil ini. Melalui seorang guide ini, kami mendapat akses untuk masuk ke dalam kastil, melihat secara detail ruangan-ruangan yang ada di dalamnya. seperti ruang tempat tinggal raja, ruang konferensi, ruang makan dan gereja tempat pernikahan raja-raja. Sayangnya, di ruangan ini untuk pengambilan gambar sangat dibatasi ?

Heidelberg Castle

Kami juga dibawa masuk ke wine testing room (ruangan untuk minum wine/anggur). Ruangan ini mirip dengan restoran di mana pengunjung dapat beristirahat sejenak dan menikmati (membeli) makanan dan minuman yang tersedia setelah capek mengelilingi kastil. Namun lagi-lagi, untuk menghemat budget dan menghindari makanan yang tidak halal, kami lebih memilih menikmati bekal makanan yang kami bawa sendiri dari guest house..hehe. Maka jadilah kami makan roti dan nasi goreng serta minum kopi yang sudah pucat pasti karena suhu minus saat itu.

Pada ruangan ini pula, terdapat wine ceiling, sebuah tempat penyimpanan anggur/wine yang sangat besar, bahkan konon terbesar di dunia, yang mampu menyimpan anggur untuk 1000 orang per hari ? Sayangnya saya tidak berfoto di bagian itu ?

Mengunjungi Kastil dan Kota Tua Heidelberg ini serasa berada jauh dari Jerman (yang notabene negara dengan teknologinya yang canggih) karena bentuk bangunan yang hampir semua didominasi bentuk bangunan era abad pertengahan (yang masih terawat dengan baik). Namun keberadaan kereta Api listrik yang membawa kami ke atas bukit tempat kastil berada, tetap membuat Heidelberg ini tidak kehilangan identitasnya sebagai kota destinasi wisata terbaik dari negara berteknologi canggih.. Jerman!! ??