Awal Bulan Maret ini, tepatnya tanggal 5-10 Maret 2016 saya bersama 4 guru lainnya, Neny Else, Andri Pradhana, Eko Purwanto dan Fita Sukiyani  serta Teacher Engagement Manager Bpk Obert Hoseanto berkesempatan untuk mengikuti acara Microsoft Educator Exchange di Budapest, Hungaria. Acara ini merupakan acara puncak dari seluruh rangkaian kegiatan seleksi Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE) 2015 yang saya ikuti sejak Bulan Juni 2015.

Seleksi MIEE ini dilakukan untuk mendapatkan 5 guru inovatif yang terdiri atas 4 MIEE dan 1 Microsoft Fellow, yang akan mewakili Indonesia pada Global Forum Microsoft Educator Exchange di Budapest, Hungaria Tahun 2016.

Microsoft Innovative Educator Expert 2015 dan Pak Obert Hoseanto

Proses seleksi dilakukan melalui 2 periode, yaitu periode 1 (26 Juni – 15 Agustus 2015) dan periode 2 (15 Agustus – 30 Oktober 2015). Dan Alhamdulillah, saya terseleksi menjadi Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE) 2015 pada periode 1. (Baca I’m the Microsoft Innovative Educator Expert).

Untuk menjadi perwakilan MIEE yang bisa mengikuti acara Educator Exchange (E2) ini bisa dibilang cukup sulit dan melelahkan. Seleksinya pun sangat ketat dengan beberapa persyaratan dan prosedur yang harus dilakukan oleh peserta.

Awal mengikuti seleksi ini, saya harus menyusun kegiatan pembelajaran (lesson plan) menggunakan model pembelajaran berbasis project (Project Based Learning). Kegiatan pembelajaran tersebut saya tuangkan pada media Sway. Sebenarnya, selain dengan menggunakan Sway, peserta juga bisa menggunakan video untuk mendokumentasikan aktivitas pembelajarannya.

Namun, pengalaman memenangkan kompetisi Sway tahun lalu (baca My First Sway) membuat saya lebih tertarik menggunakan Sway dari pada video. Sway bisa mewakili seluruh deskripsi aktivitas pembelajaran yang saya lakukan, termasuk menambahkan dokumentasi gambar, video, chart bahkan laporan project siswa yang dibuat melalui Sway pula.

Sedangkan untuk topik pembelajaran yang direkomendasikan adalah topik yang berkaitan dengan isu-isu global, seperti isu lingkungan, perdamaian, sumber energi, krisis makanan, kesehatan, persamaan gender dan seterusnya.

Global Issues

Penggunaan model Project Based Learning (PBL) yang diharapkan adalah pembelajaran yang mengacu pada pola pembelajaran Abad 21 (21st century learning design) yang mencakup critical thinking, collaboration, creativity, communication dan IT skills. Rangkaian project saya ini bisa dibaca pada tulisan sebelumnya Don’t Waste Your Waste. Semoga bisa menjadi acuan project anda nantinya.. 😀

Selanjutnya saya mendaftarkan URL Sway tersebut pada link yang telah disediakan http://aka.ms/mienomination. Untuk tahun 2016 ini, self-nominations akan dibuka sesuai dengan timeline berikut:

Timeline MIEE 2016

Tahap selanjutnya, peserta harus bergabung pada komunitas Microsoft In Education dengan mendaftar di http://education.microsoft.com. Jika telah terdaftar, peserta dapat mengakses materi yang tersedia yang berkaitan dengan pedagogik dan keterampilan menggunakan IT terutama keterampilan menggunakan Microsoft Tools untuk pembelajaran.

Materi yang disajikan dilengkapi dengan assessment (kuis), yang mana apabila peserta berhasil menyelesaikan keduanya (course dan assessment ), maka peserta akan mendapatkan reward berupa Badge sesuai dengan topik (course) yang diambilnya.

My development progress 😀

Jadi semakin banyak kita menyelesaikan course, semakin banyak pula badge yang akan kita dapatkan. Jumlah badge ini akan menjadi salah satu pertimbangan para juri dalam menentukan peserta terbaik. Saya sendiri saat menulis postingan ini berhasi mengoleksi badge sebanyak 34 badge dan 21 certificates ..he..he..

Selain itu saya juga mengisi konten pada blog tersebut. Konten dapat berupa lesson plan, video tutorial ataupun dokumentasi kegiatan pembelajaran lainnya.

My learning contents

Peserta juga disarankan untuk melakukan kolaborasi pembelajaran dengan guru lain baik dari dalam negeri maupun luar negeri melalui Skype. Kegiatan ini juga akan terekam oleh sistem dari Microsoft, dan otomatis akan mendapatkan badge untuk kegiatan ini.. 😀 (untuk skype ini.. Teman saya, Pak Eko Purwanto jagonya..he..he..)

Hal lain yang juga wajib dilakukan oleh para peserta MIEE adalah melakukan diseminasi kepada minimal 200 orang guru lain tentang Pembelajaran berbasis TIK, terutama menularkan keterampilan menggunakan teknologi dari Microsoft untuk pembelajaran. Kegiatan ini selanjutkan dilaporkan kepada Tim Microsoft melalui portal yang sudah disediakan dan selanjutnya peserta akan mendapatkan point untuk kegiatan ini.

Point ini juga bisa diperoleh dengan membagi tulisan/postingan dari blog pribadi tentang tutorial maupun mengalaman mengajar menggunakan microsoft tools. Point ini juga akan menjadi pertimbangan juri dalam memilih pemenang kompetisi ini. Jujur, saya banyak mendapat point dari kegiatan yang satu ini.. #BloggerGituLoh 😀

Selain dari blog pribadi, peserta juga melakukan sharing artikel  dari blog microsoft tentang perkembangan teknologi, terutama teknologi untuk pembelajaran melalui media sosial Facebook, Twitter atau Social Chorus https://advocate.socialchorus.com/MIEE/MIEExperts/welcome.

Microsoft in Education juga secara rutin mengadakan live event Hack the Classroom yang bisa kita ikuti dengan cara menonton sekaligus berkolaborasi dengan guru lainnya melalui live chat/video.

Keikutsertaan peserta pada microsoft live event ini juga akan mendapatkan reward berupa badge yang secara otomatis akan tampil pada deretan badge kita.

Yah.. Hampir seluruh kegiatan online yang kita lakukan berkaitan dengan aktivitas belajar (mengakses course), sharing artikel dan kontribusi pada live event akan mendapatkan penghargaan berupa badge. Jadi memang kita (peserta) dituntut untuk selalu aktif belajar dan berbagi.. 😀

Tahap terakhir yang harus dilakukan oleh peserta adalah membuat profil diri melalui Sway yang berisi tentang seluruh kegiatan (tersebut diatas) yang telah dilakukan dalam kurun waktu yang telah ditentukan (saat itu 2 bulan sejak pengumuman peserta terpilih). Sway juga berisi video berdurasi pendek tentang motivasi mengikuti kompetisi ini dan action plan setelah terpilih sebagai peserta yang mewakili Indonesia ke Global Forum Educator Exchange.

My profile

Video dibuat menggunakan microsoft  tools dan berbahasa Inggris. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah peserta menguasai bahasa Inggris aktif, yang notabene sebagai bahasa komunikasi yang digunakan pada forum tersebut.

Saya sendiri membuat video amatir dengan gaya ngomong Bahasa Inggris saya yang sangat medok.. hi..hi.. Sebenarnya sih malu.. Tapi yaa… namanya usaha, bagus atau jelek biarlah juri yang menilai..he..he..

Video medok saya.. 😀

Dari sway terakhir ini selanjutnya juri memilih 5 guru yang berhak mewakili Indonesia ke Budapest, Hungary. Dan akhirnya, pergilah saya ke sana..he..he.. Untuk kegiatan di Budapest akan saya share pada postingan selanjutnya.

Yah.. memang lumayan panjang proses menuju Educator Exchange (E2) di Budapest ini. Meski begitu, saya benar-benar menikmati semua prosesnya. Proses belajar bersama teman-teman MIEE tahun-tahun sebelumnya yang tidak segan membagikan pengalaman mereka kepada saya.

Saya sampaikan terima kasih buat Pak Andri Pradhana, Bu Betty Sekar, Bu Saara Suaib, Bu Puji dari Ponorogo dan teman-teman MIEE lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu. Terutama buat Pak Obert Hoseanto yang telah melayani kami selama di Budapest dengan sangat baik, Thank you!

Semoga pengalaman ini bermanfaat buat kawan-kawan guru yang tertarik untuk mengikuti Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE) tahun 2016-2017 ini. Bersambung ke Microsoft Hack The Classroom 2016.

Good luck!! 😀