Setelah 2 bulan mengulik materi Articulate Storyline, maka pada tanggal 16-17 Januari 2018 saya berkesempatan untuk membagi pengalaman belajar saya tentang Articulate Storyline kepada sekitar 75 guru SMP dan SMA  Pesantren Progressif Bumi Sholawat, Sidoarjo, Jawa Timur.

Ini adalah pengalaman pertama saya, dalam menyampaikan materi Articulate Storyline, sekaligus menjadi pembuka kegiatan di luar mengajar di sekolah tahun ini.

Bagi saya, berbagi sesuatu yang baru menjadi hal yang sangat menyenangkan sekaligus mendebarkan, karena saya tidak pernah tahu kendala apa yang akan saya dihadapi saat menyampaikan dan mempraktikkan materi. Begitu pula saat menyampaikan materi Articulate Storyline ini. Terkadang software yang berjalan baik pada laptop saya, ternyata tidak selalu berjalan mulus pada laptop peserta. Hal ini mungkin terjadi karena perbedaan jenis sistem operasi yang digunakan oleh peserta, spek laptop atau software pendukung yang belum tersedia.

Para guru peserta pelatihan Articulate Storyline

Hal inilah nyatanya yang terjadi saat saya menyampaikan materi di pesantren ini. Articulate Storyline versi 3 yang saya sampaikan pada pelatihan ini, pada beberapa laptop tidak berhasil diinstal, sehingga harus men-downgrade ke Articulate Storyline versi 2.
Sebenarnya tidak ada perbedaan yang cukup berarti antara Articulate Storyline versi 2 dan 3, sehingga para peserta tetap dapat mengikuti materi dengan baik.

Hal yang harus disampaikan saat berbagi materi Articulate Storyline adalah tentang konsep dasar Articulate Storyline. Hal ini penting, karena biasanya para pemula agak bingung dengan tampilan awal jendela Articulate Storyline. Konsep dasar Articulate Storyline yang harus disampaikan meliputi pengenalan kerangka dasar Articulate Storyline, fitur dasar dan komponen pendukung serta penerapan penggunaan komponen-komponen tersebut dalam menyusun media pembelajaran yang efektif dan interaktif.

Para guru peserta pelatihan Articulate Storyline

Tampilan Articulate Storyline  yang sangat mirip dengan Ms Powerpoint juga sering kali membuat para guru tidak bisa move on  dari PowerPoint, sehingga tampilan media yang dibuat pun tidak jauh berbeda dengan tampilan media yang pernah dibuat melalui Powerpoint, padahal sebenarnya banyak hal yang bisa dikreasikan menggunakan Articulate Storyline melebihi menggunakan Powerpoint.

Nah, tugas saya adalah memberi contoh kepada peserta pelatihan tentang media pembelajaran interaktif yang memungkinkan bisa dibuat menggunakan Articulate Storyline, yang diharapkan dapat menarik minat belajar siswa sekaligus dapat menginspirasi mereka.

Presentasi Materi Articulate Storyline

Tidak banyak permasalahan yang saya hadapi dalam menyampaikan materi ini, karena pada dasarnya peserta pelatihan telah menguasai konsep pembuatan media pembelajaran menggunakan Ms PowerPoint, sehingga para peserta merasa feel at home dengan software Articulate Storyline ini..hehe.. 😉 Saya hanya perlu sedikit memolesnya agar mereka terinspirasi untuk membuat karya media yang lebih baik dari yang sebelumnya.

Para guru peserta pelatihan Articulate Storyline

Pesantren Progressif Bumi Sholawat ini memiliki tenaga pengajar yang sebagian besar berusia masih sangat muda, sehingga sangat memudahkan saya dalam menyampaikan materi ini. Bayangkan saja, materi Articulate yang sejatinya harus disampaikan selama minimal 32 jam, pada pelatihan ini bisa diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari 7 jam. Dan hasilnya.. para guru berhasil membuat media dengan baik dan dipresentasikan pada sesi terakhir pelatihan ini.

Presentasi media dari perwakilan MGMP Bahasa Indonesia

Presentasi media dari perwakilan MGMP Bahasa Inggris

Selain karena tingginya semangat peserta pelatihan dalam mengikuti materi pelatihan, beberapa tulisan saya tentang Articulate Storyline pada blog ini juga sangat memudahkan saya dalam menyampaikan materi dan membantu peserta dalam memahami materi lebih dalam. Sehingga selain peserta dapat materi dan praktik secara langsung saat itu, mereka juga dapat membaca kembali materi melalui tulisan saya di blog ini, kapan saja mereka butuhkan 😉

Semangat para guru peserta pelatihan Articulate Storyline

Tak lupa saya sampaikan ucapan terima kasih kepada Bpk. Misbah (teman saya saat ikut pelatihan MembaTIK di Surabaya), Ibu Mita (Kepala Sekolah SMA Progressif Bumi Sholawat), Ibu Hermin (panitia pelatihan yang sangat berbaik hati wira-wiri antar jemput saya dari Stasiun ke sekolah..hehe), dan semua teman-teman peserta pelatihan yang full energy, semoga sedikit ilmu yang kita pelajari ini bermanfaat untuk siswa-siswi kita.

Bersama Ibu Hermin, Ibu Mita, dan panitia pelatihan

Semoga ada kesempatan lagi untuk kita bisa berbagi ilmu yang bermanfaat ya.. Amin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Bersama Bpk. Misbah dan Ibu Mita