Terima kasih bapak/ibu yang berkenan memberikan respon secara bijak atas tulisan saya sebelumnya, clickKomunitas yang membosankan?!
Sebagaimana yang saya sebutkan pada paragraf terakhir tulisan saya tersebut, viagra order bahwa tulisan ini tidak bermaksud untuk mendeskreditkan teman-teman guraru lainnya.

Namun, jika pada kenyataanya ada beberapa teman yang “tidak berkenan” dan menanggapinya secara berlebihan, maka saya melihatnya sebagai hal yang wajar dan beribu maaf saya haturkan atas ketidaknyamanan yang diakibatkan oleh tulisan saya tersebut.

Memang sejak komunitas ini diserahkan pengelolaannya pada teman-teman guraru dan berkembang secara “organik“, banyak fenomena yang terjadi, terutama dalam menyikapi sesuatu, ada yang pro.. dan tak sedikit pula yang kontra.
Meski begitu, tentu kita sepakat bahwa semua kritik yang ada, tak lain dan tak bukan, adalah bertujuan untuk membangun dan membuat komunitas ini menjadi lebih “baik”.

Terlepas dari perasaan “bosan atau tidak”? yang dirasakan oleh seorang pembaca terhadap sebuah tulisan, menurut saya itu adalah hal yang lumrah dan menjadi hak pribadi pembaca yang harus kita hargai, karena semua itu berhubungan dengan selera.
Sebagaimana saya tidak bisa memaksa teman-teman untuk menyukai tulisan saya, yang hanya itu-itu.. saja dan cenderung teknis.. dan teknis.. (kata Pak Tenjo..he..he). Meski saya percaya bahwa yang teknis adalah yang abadi.. #duniaonline

Ketahuilah bahwa dalam komunitas Guru Era Baru ini, saya hanya mencoba untuk beradaptasi, menyesuaikan diri dan tulisan, agar tetap berada dalam garis yang sesuai dengan visi utama dari komunitas ini. Dengan begitu, bagi saya pribadi, saya menjadi lebih mengerti apa yang harus saya lakukan di dalam rumah kita bersama ini. Visi guraru bisa dilihat di page facebook Guru Era Baru ini.

Namun, jika pada akhirnya visi dari komunitas ini menjadi lebih berkembang sejalan dengan komunitas guraru yang organik, (sebagaimana yang dipaparkan oleh Om Jay dalam tulisannya yang berjudul “Menulislah Dari apa yang kamu Sukai dan Kuasai”), maka saya sungguh mengapresiasi. Karena sebenarnya itulah yang kami semua harapkan. Yaitu sebuah komunitas yang heterogen, komunitas yang “Bhinekka tunggal ika” (mengutip komentar Bapak Subhan).

Dengan begitu, komunitas ini dapat menjadi wadah bagi guru yang ingin menulis apapun yang dikuasai dan disukainya, meski tidak dalam koridor pembelajaran berbasis IT.

Maka jika semua telah sepakat demikian, maka saya adalah guraru pertama yang harus bisa memahami dan terbuka, bahwa Komunitas Guru Era Baru yang pada awalnya adalah komunitas yang unik dengan karakternya yang “IT-Literacy minded”, saat ini telah berkembang dan tak jauh berbeda dengan kebanyakan komunitas blogger yang ada pada umumnya.

Meski begitu, saya masih percaya bahwa “sesuatu yang unik dan berkarakter, akan menjadi mahal dan tak pernah membosankan”.

Sekali lagi, Saya ucapkan banyak terima kasih kepada om jay, atas pencerahannya dan semua teman-teman guraru yang menanggapi kebosanan saya ini secara bijak.
Teruslah menulis apa yang kau ketahui dan sukai #omjaykeren 😀