Melepas tahun 2013, search dan mengawali lembaran baru di dunia “fasilitator” tahun 2014 ini, web saya meluncur ke daerah Jawa Tengah, page tepatnya di daerah Kendal.

Perjalanan dari Kota Jombang, Jawa Timur menuju Kota Kendal Jawa Tengah saya tempuh kurang lebih 6 jam perjalanan via Kereta Api Bangunkarta yang menuju Kota Jakarta. Kali ini saya berkesempatan untuk berkumpul dengan teman-teman guru SMK di SMKN 2 Kendal, Jawa Tengah untuk bersama-sama berbagi, belajar bersama menularkan semangat perubahan dan kolaborasi dalam pembelajaran online (elearning) dalam acara “Diklat Pengembangan SMK Berprestasi – Inovasi Pembelajaran Berbasis IT”.

Acara ini merupakan rangkaian terakhir dari Diklat Pengembangan SMK Berprestasi yang dilaksanakan selama 3 hari di SMKN 2 Kendal, Jawa Tengah.

Berada di antara sekitar 100 orang guru, membuat saya (lagi-lagi) kagum dibuatnya. Betapa tidak, dari sekian banyak orang yang “mendeskreditkan” penerapan pembelajaran online (bc. e-learning) di sekolah, ternyata masih banyak guru yang optimis dan bersemangat untuk mengembangkan metode pembelajarannya menggunakan perangkat teknologi berbasis internet.

Para peserta yang berasal dari perwakilan guru mata pelajaran MIPA, IPS dan Produktif dari 18 SMK Negeri dan Swasta se Kab Kendal ini adalah para guru muda yang memiliki semangat dan idealisme yang tinggi, untuk menerapkan pembelajaran berbasis IT, terutama pembelajaran kolaboratif yang berbasis internet dalam kelas mereka.

Yah.. pembelajaran kolaboratif memang bukanlah metode pembelajaran baru. Pembelajaran kolaboratif merupakan salah satu metode pembelajaran yang telah banyak diterapkan oleh para guru di kelas. Konsep dasar pembelajaran kolaboratif ini adalah belajar bersama-sama memanfaatkan sumber daya dan keterampilan satu sama lain, seperti bertukar informasi satu sama lain, mengevaluasi ide-ide satu sama lain, memantau pekerjaan satu sama lain, dan seterusnya. Masing-masing anggota kelompok berusaha saling menghargai dan memberikan kontribusi kemampuannya terhadap kegiatan anggota kelompok. (Wikipedia – 2013)

Jika beberapa tahun yang lalu pembelajaran kolaboratif ini hanya bisa dilakukan pada kelas konvensional yang menuntut ruangan dan waktu. Maka, saat ini pembelajaran kolaboratif dapat dilakukan secara online, kapan saja dan dimana saja.

Dan dari sekian banyak tool pembelajaran kolaboratif, Edmodo merupakan salah satu tools pembelajaran kolaboratif online yang saat ini banyak digunakan oleh para guru di Indonesia.

Kemudahan dalam hal teknis penggunaan yang ditawarkan oleh edmodo, membuat kami merasa nyaman menggunakan tools ini. (Konsep pembelajaran kolaboratif menggunakan edmodo bisa dibaca pada tulisan saya sebelumnya “Yuk Berkolaborasi Online!”).

Para peserta pelatihan yang berasal dari guru, dari berbagai mata pelajaran dan sekolah, telah memudahkan kami dalam mendemonstrasikan konsep pembelajaran kolaboratif online ini, yang untuk selanjutnya mereka akan menerapkan secara mandiri di sekolah masing-masing.

Pengalaman menggunakan edmodo selama ini, dan oleh sebagian peserta workshop, membuat acara ini menjadi lebih seru dan interaktif karena kami dapat saling bertukar pengalaman, dan berdiskusi terhadap segala permasalahan yang ada saat penerapan pembelajaran kolaboratif dan bagaimana mencari solusinya.

Tak hanya membahas tentang manfaat dan hal-hal teknis penerapan pembelajaran kolaboratif online, namun kami juga berdiskusi tentang pengaruh buruk/dampak penerapan IT terhadap perilaku siswa bahkan gurunya sendiri, pada lingkungan belajar mengajar di sekolah. Dan sebagian besar uneg-uneg peserta tentang hal ini tersampaikan dan terjawab pada forum ini.

Waktu pelatihan yang dimulai dari pukul 9.00 dan berakhir pada pukul 16.30, rupanya belum cukup untuk memfasilitasi keingintahuan peserta tentang media kolaborasi online ini. Maka sebuah komunitas / group telah kami bentuk dan sepakati untuk saling berbagi informasi seputar pembelajaran kolaboratif online ini.

Semoga sedikit pengetahuan dan pengalaman yang telah kami bagi dapat menambah semangat teman-teman guru dalam memanfaatkan teknologi informasi yang semakin hari terus berkembang, pada proses kegiatan belajar mengajarnya. Amin..