“Nek iyo mosok ora..nek ora mosok iyo..”
Kalau Jodoh nggak akan kemana….

Atau kata teman saya, “yo opo-yo opo, nek durung  Kun..yo nggak bakal teko..” Ketika mengamati lika-liku perjalanan menuju Guru Tersertifikasi 2012.

Saat pendataan pertama, nama saya tercantum dalam daftar calon peserta sertifikasi dengan urutan ke Seribu Dua Ratus sekian… Maka semua berkas-berkas yang diperlukanpun saya setorkan ke Dinas Pendidikan.

Namun, Sejalan dengan proses selama 3 hari itu (baca. Perjalanan menuju sertifikasi- 1), nama saya bergeser menjadi urutan ke Seribu Tiga Ratus sekian.. dari Seribu Tujuh Ratus sekian.. daftar calon peserta sertifikasi 2012. Daftar urutan ini didasarkan pada Usia, Masa bakti dan Pangkat/Golongan guru. Kriteria terakhir ini adalah khusus untuk guru PNS atau guru bukan PNS yang telah memiliki SK Inpassing.

Informasi awal saya terima bahwa jumlah kuota peserta untuk sertifikasi 2012 adalah sekitar 1500 orang guru dari berbagai level pendidikan (SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA). Namun sejalan dengan proses, ternyata berkembang sampai 1700 orang. Dan jumlah itu akan berubah terus.

Perubahan jumlah calon peserta  sertifikasi turut mengubah daftar urutan dan nama saya, dari yang semula urutan 1200 sekian menjadi 1300 sekian. Tentu hal ini membuat nama saya tidak tercantum lagi dalam daftar calon. Sebab Dinas Pendidikan ternyata hanya mengambil sekitar 1300 orang guru. Begitu informasi terakhir yang saya terima, dan saya bisa mengerti.

Namun, yang saya tidak mengerti, kenapa jumlah kuota calon peserta bisa berubah-ubah?

Setelah mendapatkan informasi bahwa nama saya tidak tercantum pada daftar calon peserta sertifkasi 2012,  membuat saya kurang tertarik lagi untuk mengikuti perkembangan informasi selanjutnya. Meski teman-teman menyarankan saya untuk menanyakan alasan pengurangan jumlah kuota. Tetapi saya sudah terlanjur…malas 🙁

Jujur, sejak awal, saya memang kurang begitu antusias mengikuti perjalanan ini. Karena melihat dan mendengar pengalaman beberapa teman sebelumnya, yang begitu ribet ketika mempersiapkan berkas-berkas untuk kelengkapan administrasi.

Tidak hanya itu, beberapa tes dan pelatihan (diklat) yang harus akan kami lalui menuju tersertifikasi ini. Membuat saya agak tidak bersemangat..he..he

Saya berpikir bahwa saya hanya ingin menjadi guru yang baik, dengan melakukan semua hak dan kewajiban saya. Jadi tanpa sertifikasipun..sebenarnya tidak ada masalah.

Tetapi, peraturan mengharuskan saya melalui alur yang sudah diatur oleh pemerintah, sehingga mau tidak mau, suka atau tidak suka saya harus melalui perjalanan ini.

Waktu pun berlalu, dan saya sudah melupakan bahwa saya “tidak termasuk daftar calon peserta sertifikasi guru 2012”.

Sampai akhirnya Hari Jum’at (31 Desember 2011) kemarin, saya mendapat informasi dari Dinas Pendidikan bahwa nama saya muncul kembali dalam Daftar Calon Peserta Sertifikasi Guru 2012.

Hmm… benar kata teman saya, “yo opo-yo opo nek wes wayahe, gak onok seng iso ngalangi..
( Bagaimanapun juga, kalau memang sudah waktunya, tidak ada apapun/seorangpun yang bisa menghalangi..)”

Maka, akhirnya saya pun jadi kepikiran lagi… Karena saya harus mempersiapkan diri untuk Tes awal, tanggal 28 Januari 2012 besok, sebagai tahap ke-2 menuju PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru). Hmm ^_^