Bulan November yang lalu, tepatnya 23-24 November 2015,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan menyelenggarakan event Nasional yang diberi tag “Simposium Guru Tingkat Nasional 2015”. Acara simposium tahun ini mengambil tema “Guru Mulia Karena Karya”.

Sebenarnya acara serupa juga telah dilakukan sebelumnya oleh Kemdikbud pada Tahun 2012 (Baca Simposium Nasional Pendidikan 2012). Dan tahun 2015 ini acara serupa digelar lagi dengan tujuan untuk menuangkan ide, gagasan, dan solusi strategis tentang berbagai permasalahan di bidang pendidikan.

Narsis dulu sebelum masuk ke gedung Istora Senayan, Jakarta

Simposium ini melibatkan berbagai unsur meliputi pakar dari perguruan-perguruan tinggi, praktisi dan pemerhati pendidikan, dan lembaga swadaya masyarakat di bidang pendidikan, serta guru dan tenaga kependidikan berprestasi tingkat nasional maupun internasional.

Suasana Ruangan Acara Simposium Guru 2015 

Sebelum acara ini digelar, Kemdikbud juga menyelenggarakan berbagai Lomba Karya Ilmiah dan Inovasi Pembelajaran Guru baik secara online dan offline, diantaranya Lomba Simposium online,  Lomba Kreatifitas Guru (LKG) 2015, Lomba Karya Ilmiah dan Inovasi Pembelajaran Guru SMK (KIIP) 2015, Guru Berprestasi (2015), Best Practice.

 

Para Juri Lomba KIIP 2015

Semua kegiatan lomba di atas bertujuan untuk memotivasi dan memberi kesempatan bagi para guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia untuk mempresentasikan karya ilmiah dan inovasi pembelajaran terbaik yang pernah dilakukan selama mengajar. Dan pada puncak acara, semua para peserta dan pemenang lomba berkumpul di Istora Senayan dalam Acara Simposium Guru.

Pada hari pertama, tanggal 23 November 2015, acara dibuka dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh Paduan Suara Siswa SMPN 19 Jakarta.

Persembahan Paduan Suara Siswa SMPN 19 Jakarta

Dan dilanjutkan dengan persembahan kesenian Tari Saman oleh siswa MAN 4 Jakarta.

Persembahan Tari Saman oleh MAN 4 Jakarta

Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bpk. Anis Baswedan membuka acara Simposium Guru 2015, dilanjutkan dengan persembahan “Profesionalisme Guru” oleh Prof. Arif Rahman dan “Wahai Guru Selamat Datang di Abad 21″ oleh Rene Suhardono.

Sambutan oleh Bpk. Anis Baswedan

 

Presentasi “Wahai Guru Selamat Datang di Abad 21” oleh Rene Suhardono

Selanjutnya para peserta simposium guru dibagi dalam beberapa kelompok untuk mengikuti presentasi karya ilmiah dan inovasi pembelajaran terbaik oleh para pemenang lomba pada sesi seminar di Gedung Istora Senayan, Jakarta. Saya, yang sebelumnya mengikuti Lomba Karya Ilmiah dan Inovasi Pembelajaran Guru SMK (KIIP) 2015, berhasil memperoleh Juara 2 dari 450 karya guru SMK seluruh Indonesia yang masuk ke panitia dan berkesempatan mempresentasikan karya di depan para guru yang hadir pada acara tersebut.. Alhamdulillah 🙂

Presentasi Karya di depan peserta Simposium Guru

Pada Lomba KIIP 2015 Guru SMK kali ini, 100 karya terbaik diundang oleh Kemdikbud untuk mempresentasikan karyanya dan mendapatkan dana blockgrant sebesar Rp. 10.000.000 untuk produk/karya yang telah dibuat. Sedangkan pemenang lomba mendapatkan hadiah tambahan berupa uang tunai 🙂

Para pemenang Lomba KIIP Guru SMK 2015

Pada hari kedua, 24 November 2015, Presiden RI Bpk. Joko Widodo hadir untuk memberikan apresiasi kepada 10 terbaik peserta Simposium Guru dan tali asih kepada pemenang 1,2 dan 3 guru berprestasi dan berdedikasi Tahun 2015. Pada kesempatan ini, presiden juga memberi Satyalencana Pendidikan kepada 10 pendidik dari seluruh Indonesia.

Sambutan Apresiasi Kepada Guru dan Tenaga Kependidikan oleh Bpk. Joko Widodo

Acara Simposium guru ditutup dengan pembacaan doa oleh Dr. H. Abdurrahman Harun dari Kakanwil Kemenag DKI Jakarta dan persembahan Tari Yospan dari Papua.

Acara Simposium Guru tahun 2015 telah mengingatkan dan membuka mata para guru dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia bahwa Guru adalah pelukis wajah masa depan Bangsa Indonesia. Di tangan para pendidik masa depan bangsa dan anak-anak kita dipertaruhkan. Gurulah yang nantinya akan mencetak profesi-profesi lain seperti guru, sastrawan, budayawan, wartawan, pengusaha, dosen, musisi, dokter, insinyur, hakim, politisi, gubernur, menteri dan bahkan presiden atau peran – peran lain yang mungkin hari ini belum terbayangkan dan bahkan belum ada.

Peserta Simposium Guru dari Lomba KIIP SMK 2015

Oleh karena itu, kita sebagai pendidik berkewajiban terus memperbaiki kualitas diri, memperbaiki kualitas belajar mengajar dengan menciptakan karya-karya nyata yang bermanfaat untuk pendidikan di Indonesia. Semoga Hari Guru Nasional Tahun 2015 ini menjadi titik balik bagi perbaikan pendidikan di Indonesia. Amin Ya Rabbal ‘Aalamiin.

Referensi:

http://news.okezone.com/read/2015/10/16/65/1232791/kemdikbud-akan-tukar-1-500-kepala-sekolah
http://kemdikbud.go.id/kemdikbud/node/4706
Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anis Baswedan