Jika keikutsertaan saya pada seleksi guru berprestasi sebelumnya kurang ada persiapan, maka pada seleksi guru berprestasi tahun 2019 ini saya ikuti dengan persiapan yang cukup matang. Saya katakan begitu karena Cabang Dinas Pendidikan Provinsi sendiri melaksanakan seleksi guru berprestasi ini setahun sebelumnya. Jadi untuk seleksi gupres tahun 2019, cabang dinas pendidikan Kabupaten Jombang melaksanakan seleksinya pada awal tahun 2018. Sehingga saya memiliki waktu yang cukup untuk mempersiapkan portofolio dan best practice yang menjadi persyaratan utama pemilihan guru berprestasi ini.

Peserta Seleksi Guru Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Timur

Seleksi guru berprestasi di kabupaten saya lalui tidak jauh berbeda dengan seleksi tahun-tahun sebelumnya (baca Coba-coba Nggupres). Berbekal dari pengalaman sebelumnya, alhamdulillah saya berhasil mewakili Kabupaten Jombang untuk Kategori Guru SMK menuju seleksi gupres tingkat Provinsi.

Melalui bimbingan Bpk. Suyono selaku Pengawas SMK saya dan teman-teman guru dan tenaga kependidikan lain yang mewakili Kabupaten Jombang mempersiapkan semua persyaratan dengan sebaik-baiknya. Semua karya tulis berupa karya tulis ilmiah, buku dan jurnal saya dokumentasikan secara rapi dan terurut sesuai dengan penomoran pada panduan portofolio yang dirilis oleh Kemdikbud RI.

Saya sangat beruntung karena memiliki durasi waktu yang cukup panjang untuk menyusun portofolio dan melengkapinya selama hampir satu tahun. Selama itu saya bersama siswa-siswa saya juga mempersiapkan produk yang akan saya tampilkan pada best practice saya nantinya. Pada seleksi guru berprestasi tahun 2019, topik best practice yang diminta adalah yang berkaitan dengan Revolusi Industri 4.0. Jadi, diharapkan produk /inovasi yang dikembangkan oleh peserta gupres adalah karya teknologi yang mengarah ke Revolusi Industri 4.0.

Saya sendiri saat itu sedang mengembangkan aplikasi Android berbasis Augmented Reality bersama siswa-siswi saya. Kegiatan ini merupakan implementasi dari kegiatan pembelajaran Simulasi dan Komunikasi Digital Kelas X pada Kompetensi dasar Pembelajaran Kolaboratif Dalam Jaringan (Daring). Sebenarnya sih materi pembuatan aplikasi android berbasis Augmented reality tidak diajarkan pada pelajaran tersebut. Sehingga untuk mendukung pembelajaran kolaboratif, saya membentuk kelompok-kelompok siswa dan mengikutsertakan dalam pembelajaran online melalui program Creative Camp yang diselenggarakan oleh SEAMEO (Southeast Asian Ministers of Education Organization). Melalui kegiatan ini siswa saya dapat berkolaborasi dan berdiskusi dengan peserta dari negara lain untuk membuat aplikasi Android berbasis Augmented reality. Tema ini yang saya ambil sebagai topik best practise saya pada pemilian guru berprestasi tahun 2019 ini.

Ujian Online Seleksi Guru Berprestasi Tingkat Nasional

Pada seleksi guru berprestasi tingkat provinsi, saya juga menjalani tes pendagogik secara online di SMK 12 Surabaya dan dilanjutkan Psikotest dengan penguji dari tim Ibu Dr. Umi Dayati, M.Pd. Lepas ujian online dan psikotest, kami menuju ke Hotel Utami, tempat dilaksanakan pembukaan dan presentasi Guru Berprestasi dan Tenaga Kependidikan Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Kurang lebih 22 orang yang mengikuti seleksi untuk kategori Guru SMK Berprestasi dan berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur. Dihadapan 3 juri yang terdiri atas Bpk. Ismukoco dari LPMP dan 2 juri dari UNESA (saya lupa namanya..hehe)

Bagi saya, para peserta gupres Jawa Timur tidak bisa dianggap sepele. Beberapa peserta merupakan peserta seleksi tahun sebelumnya sehingga sedikit banyak telah memiliki pengalaman dalam menghadapi para juri. Sedangkan saya adalah peserta pemula di level provinsi. Sepanjang pengalaman saya mengikuti lomba, para peserta jawa timur memiliki inovasi/karya dan kompetensi yang sangat baik, bahkan jika dibandingkan dengan provinsi lain. Sehingga saya merasa cukup was-was juga menghadapi mereka.

Pada saat presentasi best practice sebagian besar para juri menanyakan tentang kaitan antara topik best practice dengan kompetensi dasar yang diajarkan di kelas. Termasuk metode dan model pembelajaran yang digunakan untuk menerapkan best practice tersebut beserta syntaxnya. Sudah menjadi rahasia umum jika sebagian guru SMK sedikit mengabaikan hal ini. Mengetahui pertanyaan juri yang seputar model pembelajaran, membuat kami (para peserta) agak stress.. hehe.

Ohya, teknis pelaksanaan presentasi dilaksanakan di depan para juri dan peserta lain. sehingga para peserta dapat mengetahui pertanyaan yang diberikan oleh para juri. Beberapa peserta diberi kesempatan untuk mendemokan karyanya, sedangkan saya sendiri sama sekali tidak diberi kesempatan untuk mendemokan karya siswa saya. Hal ini membuat saya agak khawatir, padahal semua peralatan dan produk telah saya siapkan dengan baik. Tapi ya.. sudahlah.

Setelah menyelesaikan presentasi ke-22 peserta, pada malam harinya diumumkan para pemenang guru dan tenaga kependidikan berprestasi dari masing-masing kategori. Alhamdulillah, saya berhasil meraih Juara 1 Kategori Guru Berprestasi SMK Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Saya ucapkan terima kasih kepada keluarga yang telah mendoakan dan mendukung semua aktivitas saya, semua siswa dan teman-teman SMK Negeri 3 Jombang, terutama Kepala SMKN 3 Jombang Bpk. Gatot Wachid Widharto yang selalu memberikan kesempatan dan dukungan sehingga saya dapat mengikuti pemilihan Guru Berpretasi tahun 2019.