Beberapa saat yang lalu, komunitas Guru Era Baru sangat ramai, ramai dengan postingan, komentar.. yang membuat saya menjadi ketagihan untuk selalu mengintip, memberi komentar, dan tak segan memposting artikel-artikel yang menurut saya “agak” relevan dengan visi guraru.org. Apalagi setelah datangnya anggota baru yang bernama ‘virtual school (vs)’ yang menggemparkan blog guraru dengan beberapa kritikan pedasnya.

Semua anggota bersekutu untuk melawannya, sampai suatu saat Bapak Sudarma berhasil membuat bapak vs? ini sedikit cooling down, dan.. semua kembali adem ayem seperti malam ini.

Cooling down-nya vs, serta merta membuat sebagian dari kita merasa tenang, namun tak sedikit pula yang merasa kangen dengan tulisan-tulisannya yang kontroversial, karena tak dikemas dalam penulisan yang apik dan santun.

Dan saya, adalah termasuk salah satu anggota guraru yang akhir-akhir ini banyak berpikir (bc. rindu) dengan kritikan- kritikan beliau, yang diakui atau tidak, banyak benarnya.

Salah satu? tulisan beliau yang 3 hari ini, banyak saya pikirkan adalah tulisan yang berjudul, “Di mana para penerima guraru award?”

Saya tidak akan menyoroti tulisan beliau yang sedikit mendeskreditkan para penerima guraru award -termasuk saya-, terutama tulisan yang ada pada paragraf ke-2. Hal ini dikarenakan kalimat-kalimat pada paragraf tersebut berseberangan dengan visi Komunitas Guru Era Baru (guraru.org) ini.

Sekedar mengingatkan, bahwa komunitas ini ada, adalah sebagai bentuk komitmen dan kepedulian PT. Acer Group Indonesia untuk mendorong para guru dalam meningkatkan IT-literacy atau melek TI, sehingga guru dapat memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar yang efektif dan interaktif, serta dapat mendorong partisipasi aktif anak didiknya.

Justru saya ingin menanyakan, di mana para guraru yang dulu aktif menulis berbagai inovasi dan kreatifitas pembelajaran di kelas? Atau kalau saya boleh memperjelas pertanyaan di atas,? “Mana tulisan para pemenang guraru? award yang dulu sering mendominasi dan menghiasi blog guraru.org dengan berbagai macam ide kreatifnya, terutama saat-saat kompetisi digelar?”

Pertanyaan tersebut adalah lumrah adanya, karena memang akhir-akhir ini kita tidak banyak melihat/membaca tulisan para jawara guraru award ini. Adalah Ibu Etna, Ibu Sri Sugiastuti, Bpk Subakri, dan beberapa orang tak lebih dari 10 orang dari 5233 orang yang tergabung, yang aktif menulis di komunitas ini. Dan sayangnya, tulisan yang ada akhir-akhir ini cenderung jauh dari “visi” guraru.org tersebut.

Tentu, kita tidak menginginkan beliau-beliau untuk menulis sesuatu yang memang bukan kapasitas mereka. Cukuplah Pak Urip (Mbahe guraru-2010), Om Jay, Pak Agus Sampurno (guru kreatif) dan Pak Sawali (Jawara Guraru 2011), Pak Dedi Dwitagama, Pak Yusrizal dan saya sendiri -bc. guraru kesiangan- (2012), Pak Sukani, Pak Rudy dan Ibu Mugi, yang menjadi 10 icons guraru yang mendorong para guraru untuk meningkatkan IT-literacy!

Tetapi, di manakah mereka?

Jujur, saya kagum dengan produktivitas Ibu Etna, Ibu Sri yang hampir setiap hari adaaa..saja yang bisa dituliskan dan menginspirasi para guraru, terutama saya. Namun, jika setiap hari kita disuguhi tulisan dengan genre yang sama, makaaa…jujur, saya agak bosan!

Saya merindukan tulisan-tulisan bergenre inovasi dan kreatifitas pembelajaran (berbasis IT) yang dulu mendominasi komunitas ini.

Jika tidak melalui komunitas ini, kepada siapakah saya harus mengadu? Please jangan biarkan saya sendiri di komunitas ini! 🙁

Note: Tulisan ini tidak bermaksud untuk mendeskreditkan anggota guraru yang lain. Tulisan ini hanyalah uneg-uneg pribadi yang tidak terlalu penting 😀