Postingan kali ini mungkin sedikit berbeda dengan postingan-postingan saya sebelumnya, bahkan bisa dibilang berbeda sama sekali..hehe. Dilihat dari judulnya aja udah kayak iklan Kementerian Kesehatan RI dan terkesan mainstream banget! ūüėÄ

Mungkin yang bikin sedikit beda adalah karena saya yang nulis.. hahah..

Sebenarnya tulisan ini tidak begitu penting buat teman-teman yang sudah menerapkan pola hidup yang sehat dan tidak ada permasalahan dengan kondisi tubuhnya.

Nah, apakah itu berarti saya menulis topik ini karena saya mempunyai permasalahan dengan pola hidup dan keadaan tubuh saya? Jawabnya.. Iyah!!

Permasalahannya bermula saat usia saya menginjak 40 tahun di awal tahun 2017 ini.. (hm.. ternyata saya udah tua yah??!!) Saya yakin.. pastilah teman2 tidak menyangka.. jika saya setua ituh..wkwkwk..

Nah, jika banyak orang bilang bahwa “the life begins at forty”, maka bagi saya usia 40 tahun¬†itu bukanlah usia kemapanan seperti yang banyak orang bilang, atau usia dimana kita udah mulai bisa menikmati hidup (karena saya sudah menikmati hidup sejak saya dilahirkan..hehe..)

Bagi saya, usia 40 adalah usia yang sangat menakutkan! Sebab banyak orang bilang semua penyakit mulai berdatangan pada usia itu, meski pada kondisi saya yang sebenarnya, saya tidak (setidaknya belum) merasakan sakit-sakitan yang mungkin dikeluhkan oleh banyak orang usia 40-an, seperti kolesterol, asam urat atau yang lain. Naudzubillah..

Tetapi permasalahan yang saya hadapi adalah berat badan saya yang semakin lama semakin meningkat.. huh!

Awal tahun ini aja berat badan saya 60 kg. Itu adalah pencapaian terbesar dalam peningkatan berat badan sepanjang hidup saya! Saya merasa terlihat sangat gemuk ketika difoto ūüôĀ dan ini membuat saya tidak nyaman.

Saya berpikir, jika ini dibiarkan maka bisa mengganggu mobilitas dan kesehatan saya. Maka saya putuskan untuk menjalani diet sehat, yaitu dengan cara mengikuti program diet yang saat itu juga dijalani oleh beberapa teman dekat saya.

Sebenarnya sih ini bukan pertama kali saya menjalani program diet. Sebelumnya saya juga telah melakukan diet mandiri dengan cara mengkonsumsi produk makanan sehat, seperti Melilea. Produk ini lumayan bagus dan bisa membuat tubuh menjadi sehat karena kandungan nutrisi yang ada di dalamnya.

Saya sendiri mengkonsumsi susu kedelai (Soya) dan GFO (Green Field Organik) dari Melilea sebagai pendamping makanan saya sehari-hari. Efek dari mengkonsumsi kedua makanan sehat ini adalah perut menjadi terasa kenyang dalam waktu yang lebih lama, sehingga frekuensi makan saya jadi berkurang. Namun sayangnya, tidak banyak stokist Melilea di daerah Jombang, sehingga saya agak kesulitan membeli produknya jika persediaan di rumah sudah habis.

Di samping itu, program diet yang mandiri seperti ini sangat memungkinkan saya tidak bisa disiplin dalam menjalani aturan seperti yang ada di buku panduan Melilea, sehingga kemungkinan gagal akan lebih besar. Nah.. Itulah kenyataan yang terjadi pada saya saat itu..hehe..

Setelah gagal menjalani program diet dengan produk Melilea, saya ikut-ikutan teman saya menjalani program diet Herbalife (saya tidak sedang beriklan loh!). Program diet ini agak berbeda dari Melilea. Herbalife memiliki member aktif yang relatif banyak di daerah saya. Sehingga saya bisa dengan mudah mendapatkan produknya sekaligus konsultasi kesehatan saya.¬†Bahkan di Jombang terdapat Nutrition Club (NC) Herbalife, sebuah tempat dimana saya bisa sarapan sehat sekaligus bertukar pengalaman selama menjalani program diet (sekali lagi.. saya bukan endorse-nya Herbalife yaa…:-) ).

Selain sarapan di NC, saya juga mendapatkan materi-materi kesehatan dari para member dan mentor herbalife, dimulai sejak hari pertama mengikuti program ini sampai hari ke-10. Ohya, program ini dilakukan per termin dengan tiap termin memiliki durasi 10 hari. Jika termin I belum berhasil, bisa dilanjut ke 10 hari pada termin ke-2 dan seterusnya sampai target berat badan ideal tercapai.

Selama mengikuti program ini, pola makan kita diatur berdasarkan meal plan yang telah ditetapkan dan kita harus disiplin mengikutinya. Sebab jika tidak, akan terlihat pada hasil timbangan kalori tubuh kita.

Ohya, saat mengikuti program ini tubuh kita akan ditimbang secara rutin menggunakan timbangan digital yang bisa menghitung berapa kadar lemak tubuh, lemak perut, usia metabolisme (usus), massa otot, massa tulang, kebutuhan kalori dan kadar air dalam tubuh kita. Dengan begitu, kita bisa memantau progress kesehatan kita setiap harinya. Sedangkan awal berat badan saya saat itu, adalah 60 kg. Dan target penurunan berat badan saya, kira-kira 10 kg! PR yang beraaaatt!!

Saat melakukan sarapan di NC, kami mendapatkan 5 produk herbalife dalam sekali sarapan yang terdiri atas PPP+Aloe+Shake+Fiber+Termo/NRG.  Untuk manfaat kelima produk tersebut, anda bisa googling sendiri yaaa..biar nggak disangka promosi.. hehe.

Selanjutnya untuk makan siang dan malam diatur berdasarkan ¬†meal plan. Meal plan ini menjadi penentu berhasilnya program diet herbalife. Jika kita taat, maka insyaAllah program diet bisa cepat berhasil. Dan yang bikin seru adalah ketika kita melanggar aturan meal plan, maka akan terlihat saat kita menimbang berat badan pada hari berikutnya ūüôā

Tabel Progres Kesehatan Saya Р23 hari pertama (versi kucel :D)

Pada 10 hari pertama, berat badan saya turun hanya 2 kg dari 60 kg. Yah..lumayanlah! Meski ada juga teman saya yang berat badannya bisa turun sampai lebih dari 5 kg dalam 10 hari. Semua tergantung pada metabolisme tubuh kita dan kedisiplinan kita dalam mengikuti aturan diet yang ditetapkan, terutama disiplin mengikuti meal plan yang dianjurkan. Saya sendiri waktu itu masih suka ‘selingkuh’ makanan dikit-dikit.. sehingga BB nya tidak turun secara signifikan ūüôĀ

Maka program saya lanjutkan untuk 10 hari kedua. Pada termin ke-2 ini, BB saya turun 2 kg lagi. Jadi total sampai hari ke-20, i lost my weight about 4 kg (atau berkurang menjadi 56 kg). Karena target program berat badan saya adalah 50 kg, maka saya lanjutkan program ini sampai termin ke-3. Dan saat tulisan ini dirilis, saya sudah menjalani program pada hari ke-26. Saat ini berat badan saya 54 kg. Hal ini terbantu dengan datangnya bulan ramadhan, sehingga program diet menjadi lebih efektif..hehe..

Jadi teman2 yang jarang ketemu dengan saya, jangan kaget yah kalau wajah saya sekarang lebih tirus.. wakaka…¬†Ini daftar progress diet saya pada¬†hari ke-26 (12 Juni 2017):

Tabel Progres Kesehatan Saya sampai hari ke-26

Banyak pelajaran yang bisa saya ambil dari mengikuti program ini. Terutama pada pola makan saya yang semula tidak sehat sama sekali, seperti suka mengkonsumsi makanan berlemak dan pecandu kopi. Maka setelah mengikuti program ini saya terhindar dari kebiasaan buruk itu. Alhamdulillah.. saya sudah tidak minum kopi lagi apalagi makan makanan berlemak (kecuali kalau kepepet! ho..ho..ho..)

Sebenarnya, inti dari menjalani program ini bukan terletak pada produk makanan Herbalife-nya. Akan tetapi sejauh mana kita bisa memahami apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh kita.

Tubuh kita membutuhkan nutrisi yang berasal dari makanan sehat dan air putih yang cukup. Apabila kita bisa memenuhi semua kebutuhan tubuh kita dalam porsi yang sesuai, maka tubuh yang sehat akan bisa kita peroleh secara otomatis. Sedangkan nutrisi herbalife itu hanyalah makanan pendukung (suplemen) ketika kita tidak yakin bisa memenuhi kebutuhan nutrisi dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari, karena produk ini menyediakan hampir semua nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Jadi inti dari program ini adalah disiplin untuk hidup sehat, maka tubuh akan sehat. Sedangkan tubuh yang langsing? Yah.. itu bonus saja! Ketika kita tidak mengkonsumsi makanan dengan jumlah kalori yang berlebih dari yang dibutuhkan oleh tubuh kita, maka kita tidak akan kegemukan. Gemuk terjadi karena jumlah kalori dalam makanan yang masuk pada tubuh kita lebih besar dari jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh kita.

Note!¬†Kalori adalah ukuran energi dalam makanan. ‘Kan kita tahu bahwa tubuh kita membutuhkan energi (dalam satuan kalori). Nah, energi ini yang kita dapatkan dari makanan. Perlu diketahui bahwa zat gizi yang mengandung kalori paling tinggi adalah lemak. Lemak ini jika dikonsumsi secara berlebih akan membahayakan kesehatan kita. Jadi, jika kita sedang berdiet menurunkan berat badan, sangat dianjurkan tidak mengkonsumsi makanan berlemak. Akan tetapi perbanyak makanan yang mengandung protein untuk meningkatkan massa otot kita. Dalam meal plan saya, protein bisa saya dapatkan dari tahu, ikan, atau dada ayam (yang tidak digoreng).

Nah, gimana cara mengetahui berapa kalori yang dibutuhkan oleh tubuh kita? Untuk menghitung jumlah kalori yang dibutuhkan oleh tubuh kita, silahkan cek di sini.

Setelah mengetahui jumlah kalori yang dibutuhkan, maka kita harus disiplin menjaga pola makan supaya apa yang kita makan tidak melebihi batas kalori yang kita butuhkan. Jika anda masih bingung bagaimana cara mengetahui kadar kalori pada makanan yang anda makan, anda bisa dicek di situs ini  https://www.fatsecret.co.id/. Situs ini cukup lengkap menyajikan daftar kalori pada berbagai makanan.

Dan satu hal yang paling penting adalah minum air putih yang banyak. Kata mentor saya, air putih sangat efektif menghilangkan lemak dalam tubuh. Untuk 20kg berat badan dibutuhkan air putih sebanyak 1 liter (setara dengan 2 botol aqua 500 ml). Sehingga jika berat badan saya 54 kg, maka per harinya saya harus minum air putih minimal 2,5 liter.

Saat awal mengikuti program ini, saya malah dianjurkan minum minimal 3 liter sehari. Tentu hal ini terasa sangat berat, karena saya harus mondar mandir ke kamar kecil..hehe.. Akan tetapi, saat metabolisme tubuh sudah membaik, lemak tubuh sudah berkurang, maka air yang kita minum akan terserap dengan baik oleh tubuh kita. Sehingga frekuensi ke kamar kecil menjadi berkurang meskipun kita banyak mengkonsumsi air putih.

Saat ini saya masih memiliki PR penurunan berat badan sebanyak 4 kg lagi. Akan tetapi, banyak teman-teman saya yang sudah mulai protes, termasuk suami saya..hahah..! Mereka bilang tubuh saya sudah terlalu kurus, tidak perlu dikurangi lagi. Mereka khawatir kalau saya akan terlihat lebih tua dan keriput jika terlalu kurus..hehe..

Yah, memang biasanya begitu. Kalau sudah kurus maka wajah akan kisut, keriput..hehe.

Namun, bagi saya.. kurus adalah cantik. Dalam pandangan saya, orang yang kurus dan langsing akan terlihat lebih muda dari usianya. Demikian sebaliknya. Masalah keriput, ¬†kisut de el el itu hanyalah bagaimana cara kita merawatnya. Bukankah herbalife menyediakan suplemen cell-u-loss?? Eaaaa…

Selamat menjalankan puasa teman-teman, selamat menjalankan pola hidup sehat dan istirahat yang cukup. Semoga kita semua diberi kesehatan, kecantikan luar dalam dan keberkahan dalam menjalani hidup ini.. Amin.. ūüėõ