Mengenang Bootcamp My Teacher My Hero (MTMH) 2016, sick kegiatan terakhir yang saya lakukan sebelum Ramadhan, saya ingin sedikit berbagi pengalaman kepada siapa saja yang tertarik untuk mengikuti kompetisi MTMH yang rutin diadakan oleh Indonesia Digital Learning (IDL). Semoga pengalaman saya ini bisa dijadikan acuan oleh calon peserta MTMH 2017 agar bisa lolos ke 45 besar, 17 besar dan 8 besar.

Baca juga pengalaman saya mengikuti MTMH 2015 Indonesia Digital Learning – My Teacher My Hero 2015.

Peserta dan Panitia Perempuan Bootcamp MTMH 2016

Bagi teman2 yang sering mengikuti lomba, mungkin sudah faham bahwa setiap kompetisi (yang khusus diadakan untuk guru), memiliki karakter yang berbeda-beda, tergantung siapa yang menyelenggarakan event tersebut. Begitu juga MTMH, kompetisi ini sedikit berbeda dengan kompetisi guru lain yang pernah saya ikuti, seperti Inovasi Pembelajaran (INOBEL), Guru Berprestasi (GuPres), Microsoft Innovative Educator Expert (MIEE) dan seterusnya. Menurut saya, MTMH ini adalah kompetisi yang relatif mudah untuk diikuti dan dimenangkan. Kenapa saya bilang demikian?

Bukan bermaksud untuk sombong, tetapi jika saya boleh flashback ke Tahun 2015 yang lalu, saya mengikuti event ini dengan hanya mengirimkan sebuah cerita pengalaman mengajar di kelas yang memanfaatkan TIK dengan model pembelajaran Project Based Learning. Cerita inipun sebenarnya sudah pernah saya tulis di blog saya, jadi tinggal diedit-edit sedikit untuk dirapikan dan disesuaikan. Sehingga saya tidak banyak mengeluarkan tenaga dan pikiran untuk membuatnya karena dokumentasi itu sudah ada. Dari sisi penulisan cerita/karya, juga tidak ada format baku yang ditentukan oleh panitia, jadi peserta bebas menuliskan karyanya, cukup dengan penulisan yang rapi dan mudah difahami oleh juri. Hal ini sangat berbeda dengan INOBEL atau Gupres, yang persyaratannya bisa berderet..heheh.

Dan, kalaupun kita harus membuat video, maka video itu juga tidak harus video profesional. Kita bisa membuat video itu dari perangkat handphone dan mengeditnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki, asalkan dalam video itu cukup jelas menggambarkan problem dan solusi yang kita ambil, sesuai dengan naskah yang kita kirimkan.

Kompetisi MTMH 2016 ini, pelaksanaannya menyatu dengan pelatihan Indonesia Digital Learning di 8 Kota besar di Indonesia, sehingga pesertanya pun sangat membludak. Persyaratan mengikuti kompetisi tahun ini juga lebih jelas. Karya yang dikirimkan harus disertai dengan video pendukung dari naskah pembelajaran yang dikirimkan oleh peserta melalui website resmi http://indonesiadigitallearning.com. Menurut informasi panitia, terdapat sekitar 972 naskah dan video yang masuk yang diseleksi menjadi 45 naskah dan video terbaik.

Dan Alhamdulillah, setelah tahun lalu berhasil masuk ke-8 besar yang berkesempatan Benchmark ke Korea Selatan, tahun ini saya juga katut dalam 45 besar yang berkesempatan mengikuti bootcamp MTMH 2016 di Jakarta. Jujur, saya sendiri tertarik untuk mengikutinya lagi karena penasaran dengan materi pada kurikulum baru IDL yang akan diberikan saat Bootcamp, jika terpilih masuk 45 besar.

Pada Kurikulum IDL tahun 2016 ini banyak materi baru yang dikembangkan oleh para pakar teknologi dan pembelajaran yang khusus dipilih oleh Indonesia Digital Learning – Telkom Indonesia, diantaranya adalah Prof. Richardus Eko Indrajit dan para narasumber keren lainnya.

Presentasi Bpk. Agung Pardini

Nah, kembali ke laptop 😀 Menurut pendapat saya pribadi, lolos tidaknya sebuah karya yang diikutkan dalam kompetisi ini bergantung pada menarik/tidaknya cerita pengalaman yang kita tulis pada naskah yang kita kirimkan. Nah, kriteria menarik ini yang agak relatif jika didiskripsikan. Namun, menurut saya kriteria menarik itu bisa berarti:

  • Problem/ isu dan solusi yang diambil adalah up to date dan tepat, dalam hal ini peserta memanfaatkan teknologi terbaru dalam pembelajaran. Atau pemanfaatan IT yang disesuaikan dengan kondisi permasalahan pada siswa secara tepat.
  • Metode/model pembelajaran yang digunakan menarik dan memotivasi siswa untuk terus belajar sampai mencapai hasil yang diharapkan.
  • Setting/latar belakang kondisi guru/siswa ketika belajar. Bisa berupa kondisi lingkungan, kondisi fisik siswa dan seterusnya.
  • Dan yang paling penting adalah bagaimana kita mendeskripsikan pengalaman tersebut dalam sebuah karya baik tulisan maupun video secara menarik dan mudah dipahami, terutama oleh juri. Dengan kata lain, kita buat karya kita yang sederhana itu, menjadi luar biasa dengan memberinya sedikit bumbu, agar lebih sedap dan enak saat disantap juri dan panitia.. (puasa-puasa gini..ingatnya makanan doang..heheh)

Note!

Pesan yang saya terima dari juri saat mengakhiri sesi presentasi kemarin, untuk peserta yang akan mengikuti kompetisi tahun depan, supaya dalam penulisan karya, peserta menuliskannya secara rapi dan jelas, layaknya karya tulis pada umumnya. Hal ini akan memudahkan juri dalam menilai karya peserta. 

Sedangkan untuk video, adalah sebagai media pendukung, dan bukan satu-satunya alat ukur apakah sebuah karya memenuhi kriteria atau tidak. Jadi intinya, karya yg tersusun rapi, jelas problemnya, solusinya bagaimana dan apa impactnya setelah pembelajaran.

Setelah karya masuk ke 45 besar, para peserta biasanya akan dihubungi oleh panitia untuk mengirimkan biodata / curriculum vitae lengkap, termasuk pengalaman dan prestasi yang pernah dicapainya. Menurut saya, saat menuliskan karya, biodata singkat penulis ada baiknya juga disertakan di bagian belakang naskah supaya ketika juri membaca (menilai), juri sudah memiliki gambaran tentang siapa pemilik karya tersebut. Dan berdasarkan pengalaman, biodata ini sangat berpengaruh pada penilaian juri atas karya kita.. #ups

Hampir sebagian besar pemenang MTMH adalah mereka yg telah memiliki kontribusi/berperan aktif dalam memanfaatkan Teknologi Informasi di dunia pendidikan. Jadi, menurut saya jika anda telah memiliki banyak pengalaman menjadi narasumber, trainer atau prestasi lain, insyaAllah berpeluang besar masuk 45 besar. 

Namun, bagi anda yang belum memiliki banyak pengalaman di atas, bisa dimulai dari sekarang dengan aktif mengembangkan metode pembelajaran di kelas, mengikuti pelatihan pengembangan profesi, berbagi pengalaman dengan sesama guru dan kegiatan pengembangan profesi lainnya.. 😉 Selanjutnya jangan lupa untuk mendokumentasikan semua kegiatan yang telah dilakukan diatas.

Saya suka quote ini “Tulislah apa yang anda kerjakan dan kerjakan apa yang anda tulis”.. 😀

8 Pemenang IDL MTMH 2016

Selanjutnya kegiatan yang dilakukan oleh peserta saat Bootcamp 2016 adalah:

  • Hari Pertama, Pembukaan dan pengenalan panitia, juri dan briefing kegiatan selama bootcamp.
  • Hari Kedua, sesi presentasi oleh peserta. Pada sesi ini peserta menyajikan karya beserta profil (pengalaman mengajar/prestasi) yang telah dikirimkan sebelumnya, di depan juri yang sudah dipilih. Untuk sesi ini terdapat sedikit perbedaan dengan tahun sebelumnya. Jika tahun sebelumnya, para peserta menyajikan karyanya menggunakan media PowerPoint dengan outline yang sudah ditentukan oleh panitia. Namun tahun ini, peserta tidak diperbolehkan menggunakan media apapun. Contoh format PPT tahun lalu bisa diunduh di sini. Sedangkan untuk contoh karya yang dikirim bisa diunduh disini. Contoh video bisa dilihat di sini (komplit dah! :)). Sesi ini memakan waktu hampir sehari penuh.
  • Hari ketiga – Selesai, diisi dengan pelatihan Kurikulum IDL “Pembelajaran Abad 21” oleh para narasumber dari Pengembang Kurikulum 2013 Kemdikbud, Para Pakar IT, Motivator, Tim Ahli dari Telkom Indonesia dan kegiatan refreshing lainnya.

Berdasarkan informasi dari panitia, pelaksanaan bootcamp ini adalah sebagai bentuk apresiasi Indonesia Digital Learning – Telkom Indonesia kepada 45 guru yang memenuhi seleksi dari Tim Juri. Sehingga dalam kegiatan ini tidak ada penilian khusus terhadap aktivitas yang dilaksanakan oleh peserta yang mempengaruhi hasil penjurian terhadap karya yang telah dikirimkan sebelumnya. Karena, lanjut panitia, proses penjurian telah dilaksanakan oleh tim juri jauh sebelum peserta datang mengikuti Bootcamp MTMH di Jakarta. Jadi.. yah, seperti itu..! 🙂 (gaya syahrini… :P)

17 Pemenang MTMH 2016

Satu lagi yang berbeda dari MTMH 2016 ini adalah, Predikat Master Digital Squad yang diberikan kepada peserta yang berasal dari Alumni MTMH 2015 yang kembali ikut berpartisipasi pada MTMH 2016 dan berhasil mendapatkan nilai terbaik. Pada tahun ini banyak alumni yang kembali ikut serta dalam MTMH 2016, namun belum berhasil masuk 45 besar. Alhamdulillah.. saya dan Ibu Lydia Valensia dari SMAN 5 Palembang berhasil mendapatkan predikat tersebut.

Jadi, jika tahun 2016 ini anda telah masuk ke-8 besar dan tahun depan berniat untuk mengikuti MTMH, maka anda berkesempatan menjadi Master Digital Squad IDL – My Teacher My Hero 2017. Pemenang Master Digital Squad ini tidak masuk dalam kategori 17 maupun 8 pemenang MTMH 2016. Jadi, calon peserta tidak perlu khawatir bersaing dengan para alumni yang sebelumnya telah menjadi pemenang..apalagi ngamuk2 nggak jelas yang bisa memperburuk citra diri sendiri..heheh.

Master Digital Squad MTMH 2016

Secara keseluruhan, kegiatan MTMH tahun ini berjalan sangat baik dan menyenangkan. Banyak ilmu baru dan pengalaman seru yang saya dapatkan dari kegiatan Bootcamp ini. Saya pribadi menyampaikan terima kasih kepada para panitia, Mas Faisal, Mbak Imma, Mbak Wihanda dan teman2 panitia lain yang telah bekerja secara baik dan maksimal untuk kesuksesan acara ini, yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.

Dari pengalaman selama 2 kali berturut-turut mengikuti kompetisi Indonesia Digital Learning – My Teacher My Hero, ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada panitia, yang mungkin bisa menjadi saran untuk pengembangan bootcamp MTMH tahun mendatang. Bahwa menurut saya:

  • 45 Peserta yang berkesempatan mengikuti kegiatan bootcamp MTMH adalah mereka yang memiliki kompetensi dan pengalaman yang berbeda-beda dalam memanfaatkan TIK untuk pembelajaran, meskipun mereka dalam jenjang yang sama (SD/SMP/SMA/SMK).
  • Maka sesuai dengan konsep Pembelajaran Abad 21, yang mencakup critical thinking/computational thinking, collaboration, communication, creativity dan IT skill, ada baiknya ketika bootcamp MTMH peserta (secara berkelompok) diberi tantangan baru, dengan topik yang sama, yang telah ditentukan oleh Tim Juri.
  • Dari tantangan permasalahan yang tersebut, masing-masing kelompok memberikan solusi terbaik menurut pengalaman mereka dengan menerapkan pembelajaran abad 21 yang telah diperoleh sebelumnya pada road show pelatihan IDL di 8 kota atau yang telah mereka terapkan sebelumnya di sekolah.
  • Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya di depan peserta lain dan juri. Sehingga setiap kelompok peserta dapat belajar dari pengalaman kelompok peserta yang lain.
  • Dengan demikian, menurut saya, kegiatan Bootcamp ini akan lebih interaktif, kolaboratif dan menyentuh pada penerapan pembelajaran abad 21 yang sesungguhnya.

Saya pribadi, mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh Tim Juri dan panitia apabila ada yang tidak berkenan dari ucapan atau tingkah laku selama mengikuti Bootcamp MTMH maupun sesudahnya.

Semoga pengalaman di atas bermanfaat. Amin..

Dokumentasi kegiatan MTMH 2016 bisa disimak pada video berikut:

https://youtu.be/P1p4ute-N5s