Guru TKJ.. nggak ngerti Mikrotik?? Yaaa..itulah SAYA!! hehe.. 😀

Jujur.. meskipun saya telah mengajar selama hampir 6 tahun di SMKN 3 Jombang Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), hospital namun saya belum pernah sekalipun memegang Router Mikrotik, symptoms apalagi mengoperasikannya.. (biasanya cuma lihat doang 🙂 ).

Kalau konsepnya sih.. sedikit banyak saya tahu. Tapi karena tidak pernah mengajar materi yang berkaitan dengan Mikrotik, akhirnya hanya menthok di konsep! 🙁

Maka ketika ada tawaran untuk mengikuti Training Mikrotik bagi guru TKJ se-Indonesia oleh ID-Networkers (IDN), tanpa berpikir panjang, saya pun segera mendaftar. Apalagi pelatihannya tidak dipungut biaya, alias gratis!

Setahu saya, biasanya training Mikrotik selalu berbayar dengan nominal jutaan rupiah. Namun, IDN memberikan secara gratis pelatihan Mikrotik untuk guru-guru TKJ di seluruh Indonesia. Tentu, inilah kesempatan saya untuk mulai belajar jaringan komputer layer 2 (switching) dan layer 3 (routing) mulai dari nol melalui Mikrotik, sekaligus mengikuti ujian sertifikasinya.

Ketika itu pendaftaran dibuka melalui website http://idnfoundation.org/guru/ dan siapapun guru TKJ dapat mendaftar, asalkan memenuhi persyaratan yang diberikan, yaitu benar-benar Guru TKJ yang belum pernah mengikuti pelatihan di IDN, tidak merokok dan mau mengajarkan kembali ke guru lain sebelum 6 bulan setelah training serta sanggup mengikuti seluruh rangkaian kegiatan selama pelatihan berlangsung.

Sedangkan materi yang diberikan selama pelatihan adalah:

  • Cisco CCNA
  • Network Management System
  • Mikrotik MTCNA+ Exams
  • Mikrotik MTCRE+ Exams
  • Subnetting Competition
  • Superlab Competition

Semua materi tersebut diberikan dalam waktu 8 hari dan diharapkan peserta yang akan mengikuti pelatihan ini telah menguasai konsep dasar jaringan, seperti TCP/IP dan subnetting, sehingga dapat menerima materi dengan baik, tanpa kendala pada konsep dasar jaringan. Modul yang bisa dibaca sebelum mengikuti pelatihan bisa diunduh di sini..

Pelatihan ini dilaksanakan di Pesantren Madinatul Quran, di daerah Jonggol Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pesantren Madinatul Quran lokasinya agak jauh dari perkotaan dengan rute jalan yang lumayan rumit (seperti yang di-capture oleh Google Maps ini).

Lokasi Jonggol, Kabupaten Jawa Barat

Saya sendiri ketika menuju ke pesantren ini, tidak begitu faham daerahnya, tahu-tahu sampai di lokasi aja.. 🙂 #loh?

Yah.. Kebetulan saya mendapat bantuan (alias bareng) teman dari Jakarta, Bpk. Panca Hariwan yang bersedia menjemput saya dan teman-teman dari daerah lain di Bandara Soekarno Hatta. Matur suwun sanget Pak Panca.. 🙂

Suasana daerah Jonggol Kabupaten Bogor

Beberapa peserta ada pula yang naik Grab atau Uber menuju lokasi dan berhasil sampai di tempat tanpa nyasar 🙂

Sepanjang perjalanan menuju Jonggol didominasi oleh jalanan yang terjal dan berlubang dengan pemandangan sisi kiri kanan pegunungan. Lokasi pelatihan ini cukup jauh dari perkotaan (pertokoan), jadi peserta disarankan untuk membawa bekal logistik yang cukup untuk 8 hari dan barang pribadi lain yang sekiranya dibutuhkan. Kopi dan snack menjadi cemilan pendamping yang wajib kita bawa ketika belajar di sini.

IDN tidak memfasilitasi konsumsi, sehingga kami, para peserta sepakat untuk catering bersama para santri lainnya di pesantren ini. Harga catering di sini relatif murah, ukuran kocek santri. Sedangkan untuk akomodasi, disediakan oleh IDN, dimana peserta laki-laki menginap di tempat pelatihan, sedangkan peserta perempuan disediakan tempat khusus di rumah Bpk. Rudi Wahab (pemilik pesantren bersama Bpk. Dedi Gunawan).

Kediaman Bpk. Rudi untuk peserta perempuan

Kebetulan saat itu saya bersama 3 peserta perempuan lain yang menginap di kediaman Bpk. Rudi mendapat fasilitas layaknya di hotel (kamar ber-AC + kamar mandi di dalam) 🙂 Alhamdulillah.. Rejeki ibu guru sholehah.. 😛

Kami berempat (Ibu Lina, Saya, Ibu Rini dan Ibu Rachma)

Di Pesantren Madinatul Quran ini hampir seluruh santrinya adalah laki-laki. Mereka belajar IT, terutama networking dan belajar agama dengan sangat keras. Saya katakan sangat keras, sebab mereka belajar dalam durasi waktu yang tidak biasa. Yah, hampir sebagian besar waktunya dihabiskan untuk belajar agama dan nge-lab (nge-lab: istilah kegiatan praktik uprek2 jaringan di IDN), mulai pagi hingga tengah malam.

Kegiatan pelatihan Mikrotik di Pesantren Madinatul Quran

Para santri di sini juga dituntut untuk berani mempresentasikan skill-nya di depan umum dengan menggunakan Bahasa Inggris, disamping menggunakan Bahasa Arab. Rata-rata mereka berusia belasan tahun (SMP dan SMK), bahkan ada juga yang masih duduk di bangku SD.

Maka jangan heran jika para santri inilah yang kemudian menjadi trainer kami pada pelatihan ini. Meski masih belia, mereka memiliki skill yang luar biasa. Mereka tidak hanya mampu praktik jaringan komputer (baik Cisco maupun Mikrotik) melainkan juga mereka sangat faham konsepnya.

Bersama para trainer muda IDN

Berbeda dengan kebanyakan siswa kita, yang minim konsep, meski praktiknya mereka bisa..hehe..

Diakui atau tidak, memang sering kali ketika kita mengajar, kita terlalu terburu-buru untuk mempraktikkan materi yang kita ajarkan, namun kurang menjelaskan secara detail tentang konsepnya. Mungkin karena itulah, sering kali nilai ujian teori siswa tidak lebih bagus dari pada nilai ujian praktiknya 🙂 Padahal ketika siswa kita harus mengikuti ujian sertifikasi tingkat internasional, mereka dituntut untuk faham konsep dan juga bisa mempraktikkannya.

Sebelum mulai belajar Mikrotik, Pak Dedi Gunawan membuka pelatihan dengan memberikan review tentang konsep dasar jaringan dan subnetting menggunakan cara perhitungan yang cukup simple ala IDN. Untuk materi subnetting ini selanjutnya terdapat kompetisinya, yang mana peserta dengan nilai terbaik akan mendapatkan reward berupa perangkat jaringan yang telah disediakan.

Teknis subnetting competition berupa kuis pilihan ganda yang dilakukan secara online dalam durasi 60 menit dengan jumlah 50 soal. Selanjutnya, materi Mikrotik dan Cisco disampaikan oleh para trainer dari siswa SMK atau siswa yang sedang magang di IDN.

Bersama para trainer cilik IDN 😀

Para santri ini siap mendampingi dan membantu para guru peserta pelatihan yang mengalami kendala saat belajar Mikrotik.

[Bersambung ke Ujian Sertifikasi Mikrotik di ID-Networkers]