Seperti pagi sebelumnya, roti bakar, omelet, telur mata sapi, beserta nasi goreng dan beberapa pilihan minuman juice menemani makan pagi kami. Perjalanan menuju Tanah lot dan Pasar Sukawati yang menjadi agenda hari ini rupanya membutuhkan persiapan energi yang cukup, karena tempatnya yang lumayan jauh dari tempat penginapan. Sehingga kami musti menyiapkan beberapa barang bawaan seperti makanan ringan dan minuman serta segala keperluan perjalanan lainnya.


Menurut petugas keamanan hotel, perjalanan dari Legian/Kuta menuju Tanah lot dapat kami tempuh kurang lebih 1 jam-an. Maka kami pun siap meluncur menuju ke sana.

Tanah lot merupakan salah satu tempat wisata yang wajib saya kunjungi setiap kali berwisata ke pulau Bali. Pantai Tanah lot biasanya ramai dengan pengunjung yang ingin menikmati matahari tenggalam sore hari. Tanah lot terletak di desa Beraban Kec. Kediri Kab. Tabanan, Bali.

Berbeda dengan perjalanan hari sebelumnya, untuk ke Tanah lot ini banyak petunjuk jalan yang memandu motor kami. Pemandangan alam sepanjang jalan menuju Tanah Lot, yang terdiri atas persawahan terra sering dan perbukitan, sungguh sangat indah. Kami juga sempat melintasi beberapa desa adat di sini.
Desa adat merupakan desa tradisional Hindu di Bali yang menerapkan ajaran Agama Hindu menjadi tradisi yang sangat kuat. Memang sebagian besar penduduk di daerah ini masih mempertahankan tradisi ajaran agama dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari.

Dan setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, kami pun sampai di lokasi. Untuk masuk ke area wisata pantai, kami hanya dikenai biaya Rp. 22.000 per sepeda motor. Setelah memarkir sepeda motor, kami langsung menuju ke pantai.

Di sepanjang jalan menuju pantai, banyak toko yang berjualan berbagai macam oleh-oleh khas Bali. Seperti lukisan, kaos, baju batik, topi, sandal, accesories dan seterusnya. Di antara banyak toko yang menjual pernak pernik khas bali, terdapat sebuah toko besar bernama Agung Bali. Di toko ini hampir semua oleh-oleh khas bali di jual di sini. Kami sempat melihat-lihat beberapa kaos produk Agung Bali. Hm..lumayan bagus. Dan kami berencana untuk berbelanja di sini setelah mengunjungi Pantai Tanah lot nanti.

Memasuki area pantai, terdapat gapura, dimana para pengunjung biasa berfoto sebelum turun ke pantai. Bagian ini memang tidak boleh dilewatkan untuk cekrak..cekrik.. 🙂

Setelah berfoto, kami duduk-duduk di bawah pohon rindang sambil menikmati makanan ringan dan pemandangan pantai tanah lot dari jauh.


Tanah Lot memiliki 2 pura yang terletak di atas bongkahan batu dan di atas tebing, mirip dengan Pura yang ada di Uluwatu. Konon, pura tanah lot merupakan pura tempat pemujaan dewa-dewa penjaga laut.

Pada area pantai, juga terdapat 2 goa, yaitu goa tempat air suci (holy spring water) dan ular suci (holy snake). Goa Air Suci letaknya tepat berada di bawah Pura Tanah Lot, sedangkan Goa Ular Suci berada di depan Goa Air Suci.
Air suci ini adalah sumber air tawar yang terdapat di atas pantai. Air suci ini dianggap sebagai sebuah keajaiban, di mana dia mengalir dari sebuah batu karang dan bersumber dari tengah lautan. Sedangkan Goa Ular Suci berada persis di depan Goa Air Suci. Di dalamnya terdapat beberapa ular berwarna Poleng (hitam-putih), yang memiliki panjang rata-rata 1,5 meter dan keberadaannya oleh masyarakat setempat diyakini milik dewa yang bersemayam di tempat ini.

Beberapa penjaga di sekitar Pura Tanah Lot yang berpakaian adat Bali, biasanya akan menawarkan setiap pengunjung untuk masuk dan melihat Goa Air Suci. Banyak wisatawan yang tertarik untuk melihat dan mencobanya, termasuk suami dan kedua keponakan saya.


Sedangkan untuk holy snake (ular suci), kami tidak begitu tertarik untuk melihatnya, karena… TAKUT!!
Kami sangat menikmati suasana pantai tanah lot, hingga tak terasa hari sudah cukup siang.

Setelah puas berfoto, kami meninggalkan pantai dan kembali ke toko Agung Bali untuk untuk membeli oleh-oleh.

Hampir semua oleh-oleh yang kami cari ada di toko ini. Harganya pun tidak jauh berbeda dengan harga barang di Pasar Sukawati. Bahkan barang-barang di toko ini memiliki kualitas yang lebih bagus.

Maka dengan pertimbangan ini, kami memutuskan untuk membeli oleh-oleh di sini dan membatalkan pergi ke Pasar Sukawati (karena sudah capek!). Maka akhirnya kami pun menghabiskan sebagian besar waktu yang tersisa untuk berbelanja di sini.

Setelah puas berbelanja, siang itu kami segera kembali ke penginapan untuk beristirahat.

Malam hari, kami kembali berjalan-jalan untuk melihat ‘ground zero‘. Ground Zero adalah sebuah monumen yang dibangun untuk mengenang tragedi Bom Bali 1. Tragedi bom Bali 1 terjadi pada tahun 2002 tepatnya tanggal 12 Oktober, yang menyebabkan 202 korban jiwa. Kebanyakan mereka berasal dari Australia.


Peristiwa ini terjadi di Jl.Legian daerah Kuta, Bali tepatnya di Sari Club dan Paddy’s Cafe. Kami sempat melintasi kedua cafe tersebut. Yah…di daerah ini, memang sangat terasa hedonis-nya. Di sepanjang jalan terdapat pub dan cafe dengan musik dan lampu blink2 dan yang penuh dengan turis asing yang sedang nongkrong. Saya saja sampai merasa seperti tidak berada di Indonesia 🙁 karena saking banyaknya turis dan bising… 🙁

Kami tinggal sejenak di depan monumen ground zero untuk menikmati suasana dan mendokumentasikannya. Setelah merasa tidak begitu nyaman berada di tempat ini, kami pun meneruskan perjalanan ke toko kaos Joger untuk membeli oleh-oleh berupa tas dan kaos Joger, si “pabrik kata-kata”. Dan lengkap sudah oleh-oleh yang sudah kami beli.

Jalan-jalan malam ini menjadi akhir dari agenda liburan ala backpacker kami di Bali kali ini. Esok kami harus segera check out hotel dan kembali ke kampung halaman untuk kembali melaksanakan aktivitas seperti semula, karena tanggal 19 Agustus 2013 sekolah sudah mulai aktif kembali.

Pada liburan kali ini memang tidak banyak tempat yang kami kunjungi, namun semua tempat yang telah kami kunjungi membawa kesan yang berbeda dari kunjungan tahun-tahun sebelumnya. Kami banyak belajar dari setiap detail tempat yang telah kami kunjungi. Tentu hal ini akan sulit kami dapatkan jika kami berlibur bersama rombongan besar dengan semua aturan-aturan yang ditentukan (seperti yang pernah saya lakukan sebelumnya 😀 ).

Namun, dari semua itu, terkadang ada baiknya kita perlu menyisihkan waktu untuk sejenak menjauh dari segala rutinitas yang terkadang terasa sangat menjemukan dan melelahkan, agar memperoleh kembali semangat yang sempat meredup. Dan menghabiskan waktu bersama keluarga adalah pilihan terbaik diantara yang paling baik. Tidak perlu terlalu mahal, atau jauh dari rumah. Yang penting adalah kebahagiaan karena kebersamaan dengan keluarga tercinta.

Sampai ketemu liburan akhir tahun…di kota gudeg. InsyaAllah 🙂