Masih dalam rangkaian kegiatan Implementasi K13 untuk Guru Sasaran, healing pada hari ke-4, pills tepatnya Hari Sabtu, 31 Oktober 2015, saya harus mohon ijin kepada panitia dan teman yang mendampingi saya, untuk meninggalkan kelas guna melaksanakan kegiatan lain yang juga berkaitan dengan pengembangan SDM  guru di bidang IT.

Presentasi e-learning untuk rakyat oleh Bpk. Onno W. Purbo

Adalah Workshop “E-Learning Untuk Rakyat”, sebuah kegiatan road show workshop e-learning yang diadakan oleh guru blogger bekerja sama dengan Telkom Indonesia, Penerbit Erlangga dan Komunitas Guru TIK dan KKPI (KOGTIKK) serta beberapa pendukung lain. Kegiatan workshop “E-Learning Untuk Rakyat” di Surabaya ini menjadi puncak kegiatan serupa yang sebelumnya juga dilaksanakan di Jakarta, Bandung dan Solo.

Presentasi e-learning untuk rakyat oleh Bpk. Onno W. Purbo

Saya dan Ibu Neny Else (SMAN 2 Surabaya) selaku panitia di Surabaya mendapat dukungan penuh oleh para blogger dan pengurus KOGTIK Jakarta baik dari sisi dana maupun narasumber. Dan Bpk. Onno W. Purbo selaku Pakar IT Indonesia dan Bpk. Satria Dharma selaku Ketua IGI Pusat, menjadi narasumber yang paling menarik perhatian peserta. Terlihat dari jumlah para guru yang mengikuti acara ini, yang semula kami sediakan kursi sejumlah 100 orang, menjadi bertambah hampir 150 orang peserta.

Bpk. Onno W. Purbo dan Panitia Surabaya 

Acara ini dibuka oleh Bpk. Bambang Susetyo selaku ketua KOGTIK dan presentasi dari pihak sponsor Telkom Indonesia Bpk. Nugroho Budi Cahyono.

Presentasi dari Telkom Indonesia oleh Bpk Nugroho Budi Cahyono

Presentasi dari Ketua Umum Kogtikk oleh Bpk Bambang Susetyantoyes

Selanjutnya Bapak Onno W. Purbo membuka sesi pertama dengan materi E-learning Untuk Rakyat. Pada sesi ini setiap peserta disediakan space khusus dalam e-learning milik beliau yang di-support oleh Telkom Speedy agar mereka dapat memanfaatkan e-learning secara gratis dan mengunggah konten pelajaran di dalamnya. Tak hanya mengisi konten pembelajaran, beliau juga memandu para guru untuk membuat kuis online menggunakan LMS Moodle.

Bpk. Onno W. Purbo mendampingi peserta membuat kuis online

Materi pembuatan kuis online ini sangat penting bagi peserta karena dengan menguasai cara membuat kuis/soal online, para peserta nantinya bisa menerapkan materi ini di sekolahnya, terutama untuk persiapan menghadapi UNBK / Computer Based Test (CBT). Materi E-LEarning untuk rakyat oleh Bpk. Onno ini berlangsung sampai break ishoma.

Memulai sesi ke dua, tak kalah dengan sesi sebelumnya, Bpk. Satria Dharma memotivasi para peserta dengan Gerakan Literasi Sekolah. Sebuah gerakan untuk meningkatkan budaya membaca masyarakat Indonesia dimulai di lingkungan sekolah. Penerapan gerakan literasi di sekolah dilakukan dengan menyisihkan waktu 15 menit bagi siswa untuk membaca buku yang mereka tentukan sendiri.

Presentasi Gerakan Literasi Sekolah oleh Bpk. Satria Dharma

Waktu pelaksanaan dapat dilakukan pada pagi hari sebelum memulai jam pertama pembelajaran di kelas, atau siang hari setelah jam terakhir. Waktu 15 menit untuk membaca ini jika dilakukan secara kontinyu, maka dapat memberi dampak yang luar biasa kepada siswa/i kita. Mengakhiri sesinya, beliau berdialog dengan peserta yang tak sabar ingin bertanya. Suasana dialog sangat seru sehingga waktu 1  jam yang semula disediakan, molor menjadi 2 jam. Dan seperti biasa, beliau juga tidak lupa membagikan buku kepada setiap penanya sebagai reward.

Saya, berdialog dengan peserta

Sesi terakhir dari kegiatan ini adalah sesi Saya dan Bpk Yulef Dian. Dalam sesi ini, saya mengajak para peserta untuk sharing pengalaman dalam menggunakan e-learning di sekolah/kampus. Para peserta berebut untuk menyampaikan masing-masing pengalamannya dalam menggunakan berbagai jenis tools e-learning, seperti Moodle, Edmodo, Quipper School dan seterusnya.

Melalui sesi ini, saya pribadi banyak belajar dari pengalaman, kendala dan keluh kesah para peserta ketika memanfaatkan e-learning di sekolah. Sedangkan para peserta yang belum dan ingin menggunakan e-learning di sekolahnya, mereka bisa mendapatkan gambaran dan alternatif pilihan tentang e-learning yang sekiranya cocok untuk sekolah mereka. Tak beda dengan narasumber sebelumnya, saya pun menyiapkan Buku Moodle saya untuk mereka yang ikut berbagi pengalamannya.

Bersama peserta yang mendapatkan Buku Moodle

Menutup acara ini, tak kalah seru, perwakilan dari KOGTIK, Bpk. Yulef Dian memberikan presentasinya tentang gerakan “Hour of Code”. Dalam presentasinya, beliau memotivasi dan memberikan gambaran kepada peserta tentang bagaimana belajar coding/pemrograman dengan menggunakan cara yang sangat mudah, drag and drop layaknya bermain puzzle. Pada sesi ini, peserta juga diajak untuk menyelesaikan pembuatan sebuah game melalui situs studio.code.org/hoc/1.

Para peserta sangat antusias mengikuti materi ini dan beberapa peserta berhasil menyelesaikan program gamenya sampai level 10. Sebagai penghargaan, beliau memberikan reward berupa buku kepada para peserta.

Presentasi Hour of code bersama Bpk. Yulef Dian

Tak terasa, waktu berlalu dan kami harus mengakhiri workshop e-learning untuk rakyat hari ini. Tak lupa panitia dan peserta bernarsis ria sebelum meninggalkan tempat acara.. 😀

Narsis bersamaaa…

Kami, saya dan Bu Neny Else selaku panitia di Surabaya, serta tim jari Jakarta Om Jay Wijaya Kusumah, Bpk. Tatang, Bpk. Yulef, Ibu Juli, Bpk Youri, Bpk. Agung dan juga Bpk. Tri Budi Harjo dari Solo mengucapkan terima kasih kepada Telkom Indonesia, terutama Bpk Nugroho Budi Cahyono (Telkom Surabaya) dan seluruh sponsor pendukung acara ini serta seluruh peserta yang ikut perpartisipasi menyukseskan acara ini.

Seluruh panitia workshop e-learning untuk rakyat

Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua dan berlanjut ke kota-kota lain di seluruh Indonesia. Amin..